Mentan Amran Sidak di Maros, Alsintan Kotor dan Sawah Terbengkalai Berujung Sanksi Tegas
- Istimewa
“Kenapa tidak dipompa? Kenapa tidak dikerjakan? Harusnya ini jadi percontohan, tapi justru paling buruk,” kata Amran saat meninjau lahan tersebut.
Sanksi Tegas Langsung Dijatuhkan
Merespons berbagai temuan tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah tegas di lokasi. Ia memerintahkan pemberian sanksi keras kepada pihak yang bertanggung jawab.
Bahkan, secara langsung ia meminta agar pegawai yang lalai diberikan SP3 atau peringatan terakhir sebagai bentuk tindakan disiplin.
“Ini kasih SP3, peringatan terakhir,” tegasnya.
Tidak berhenti di situ, Amran juga menghubungi jajaran internal Kementerian Pertanian untuk memastikan sanksi tersebut segera dijalankan.
Pimpinan Juga Tak Luput dari Evaluasi
Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada pada pelaksana di lapangan, tetapi juga pimpinan unit kerja.
Ia meminta agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk kepada pimpinan yang dinilai tidak menjalankan instruksi dengan baik.
“Kasih peringatan juga pimpinannya. Semua harus dievaluasi,” ujarnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berjenjang dan tidak tebang pilih.
Alsintan Aset Strategis Negara
Mentan Amran menekankan bahwa alsintan merupakan instrumen penting dalam mendorong modernisasi pertanian. Peran alsintan sangat vital dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pangan nasional.
Selama ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menggelontorkan berbagai bantuan alsintan ke daerah untuk mempercepat mekanisasi pertanian.
Oleh karena itu, setiap unit alsintan harus diperlakukan sebagai aset strategis negara yang wajib dijaga dan dirawat dengan baik.
Pengawasan Akan Diperketat
Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Pertanian akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan aset negara, khususnya di sektor pertanian.
Bagi Mentan Amran, keberpihakan kepada petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dan program, tetapi juga melalui kedisiplinan dalam menjaga aset yang dibiayai dari uang rakyat.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian yang dapat merugikan negara dan menghambat peningkatan produksi pangan.
Dengan penindakan tegas ini, pemerintah berharap pengelolaan alsintan dan fasilitas pertanian ke depan dapat lebih profesional, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara optimal. (nsp)
Load more