GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah Bantah Tuduhan Child Labor ke AS, Deputi Kemenko Perekonomian: Anak Bantu Orang Tua Bukan Pekerja

Pemerintah Indonesia meluruskan tudingan terkait praktik child labor atau pekerja anak yang menjadi sorotan dalam investigasi dagang Amerika Serikat (AS).
Rabu, 18 Maret 2026 - 14:29 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia meluruskan tudingan terkait praktik child labor atau pekerja anak yang menjadi sorotan dalam investigasi dagang Amerika Serikat (AS).

Di tengah tekanan United States Trade Representative (USTR), pemerintah menegaskan bahwa anak-anak yang terlihat di lokasi kerja orang tua tidak serta-merta bisa dikategorikan sebagai pekerja anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menekankan, adanya perbedaan mendasar antara anak yang membantu orang tua dan praktik eksploitasi tenaga kerja anak.

“Enggak dong, kalau membantu itu kan bukan berarti kategori dia pekerja anak. Nah, itu kan beda. Kalau misalnya dia kan kadangkala enggak ada yang jaga, ikut ibunya, niatnya tidak bekerja, niatnya karena ya apakah ada orang yang nunggu,” tegas dia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

Edi menegaskan, kategori child labor hanya berlaku jika anak benar-benar dipekerjakan secara formal atau informal di bawah umur, bukan sekadar menemani orang tua.

“Tapi itu bukan kategori child labor. Kalau child labor dia memang dipekerjakan. Jadi kategori itu sudah kita jelaskan ke AS. Kalau ada sektor di mana memang orang tuanya tidak bisa menunggu dan dia ikut orang tuanya mungkin karena liburan sekolah atau apa, nah itu tidak bisa dikategorikan sebagai child labor,” tuturnya.

Penjelasan ini menjadi krusial, mengingat isu tenaga kerja anak masuk dalam salah satu fokus investigasi dagang berbasis Section 301 of the Trade Act of 1974 yang diluncurkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap 16 negara mitra, termasuk Indonesia.

Pemerintah mengklaim bahwa pihak AS dapat menerima penjelasan tersebut, bahkan telah memahami kondisi sosial di lapangan setelah melakukan pengamatan langsung.

“Sangat menerima, mereka (AS) paham itu. Karena kalau yang dikatakan child labor memang dia dipekerjakan. Dipekerjakan di bawah umur,” tukasnya.

Menurut Edi, isu ini juga telah dibahas dalam kerangka kerja sama perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

“Iya, kita sudah sampaikan. Makanya mereka juga apa, yakin bahwa Indonesia juga enggak seperti itu. Karena kan mereka juga sudah melihat, pernah lihat ke lapangan bahwa memang itu bukan bekerja, dia hanya ikut orang tuanya,” ujar Edi.

Edi juga menyoroti kondisi riil di lapangan, di mana tidak semua tempat kerja memiliki fasilitas penitipan anak (daycare), sehingga anak kerap ikut orang tua sebagai bentuk kebutuhan, bukan eksploitasi.

“Enggak juga, ada beberapa yang dia ikut, kan enggak semua tempat bekerja ada daycare-nya kan? Enggak ada daycare-nya,” tandas dia.

Klarifikasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun narasi tandingan terhadap tudingan praktik perdagangan tidak adil, termasuk isu tenaga kerja paksa dan pekerja anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan investigasi AS yang juga menyoroti kelebihan kapasitas produksi dan praktik industri, Indonesia kini tidak hanya bertarung di ranah data dan regulasi, tetapi juga dalam membentuk pemahaman global terhadap kondisi sosial-ekonomi domestik.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa praktik industri nasional tidak disalahartikan, sekaligus menjaga posisi Indonesia dalam peta perdagangan internasional tetap kompetitif dan kredibel. (agr/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Sebut Penjambretan Bule di Sawah Besar dan Bundaran HI Merupakan Pelaku yang Berbeda

Polda Metro Jaya Sebut Penjambretan Bule di Sawah Besar dan Bundaran HI Merupakan Pelaku yang Berbeda

Pada 19 April lalu, seorang warga negara Jerman mendapatkan nasib apes usai menjadi korban penjambretan di Jalan Lapangan Banteng Utara, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar
Bareskrim Polri Back-up Kasus Kasatnarkoba Polres Kutai Kartanegara

Bareskrim Polri Back-up Kasus Kasatnarkoba Polres Kutai Kartanegara

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan, bahwa kasus ini sejatinya ditangan oleh Polda Kalimantan Timur. Namun Bareskrim Polri memberikan atensi.
Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Aksi penertiban bangunan liar yang dipimpin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Kota Bandung mendadak berubah haru setelah seorang mahasiswa menyampaikan curhatan.
Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menegaskan yayasan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana kampus.
Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri yang tersebar di seluruh Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Teja Paku Alam resmi masuk pertimbangan John Herdman ke Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persib Bandung dengan catatan clean sheet terbanyak.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral