GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hutan Terus Menyusut, Aksi Tanam Pohon Jadi Alarm Nyata Jaga Masa Depan

Kelestarian hutan jadi kunci masa depan, dunia kehilangan 10 juta hektare per tahun, aksi tanam pohon dorong pemulihan ekosistem.
Minggu, 22 Maret 2026 - 17:11 WIB
Hutan Terus Menyusut, Aksi Tanam Pohon Jadi Alarm Nyata Jaga Masa Depan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Peringatan Hari Hutan Sedunia kembali menjadi pengingat keras bahwa keberadaan hutan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di tengah laju deforestasi global yang masih tinggi, upaya menjaga kelestarian hutan kini menjadi kunci utama dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia.

Hutan bukan sekadar hamparan hijau, melainkan fondasi penting yang menopang berbagai aspek kehidupan, mulai dari kualitas udara hingga sumber penghidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hutan Menyusut, Dunia Kehilangan Jutaan Hektare

Ancaman terhadap kelestarian hutan bukan isapan jempol. Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam Global Forest Resources Assessment 2020 mencatat dunia kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun sepanjang periode 2015 hingga 2020.

Angka tersebut menjadi sinyal serius bahwa upaya pelestarian hutan masih menghadapi tantangan besar dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Jika tren ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga sektor ekonomi, sosial, hingga ketahanan pangan global.

Peran Vital Hutan bagi Kehidupan

Hutan memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan bumi. Keberadaannya tidak tergantikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Beberapa fungsi utama hutan antara lain:

  • Menyerap emisi karbon dan menekan perubahan iklim

  • Menjaga kualitas udara tetap bersih

  • Melindungi keanekaragaman hayati

  • Menjadi sumber penghidupan masyarakat

  • Menjaga keseimbangan ekosistem

Di Indonesia, jutaan masyarakat, termasuk kelompok ultra mikro, sangat bergantung pada hutan sebagai sumber ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Dunia Usaha Ikut Turun Tangan

Di tengah tantangan tersebut, peran dunia usaha menjadi semakin penting dalam mendukung pelestarian lingkungan. Salah satu langkah konkret datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui program Green Impact yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PNM berupaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada aksi simbolis, tetapi juga langkah berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Puluhan Ribu Pohon Sudah Ditanam

Hingga November 2025, PNM telah melakukan penanaman sebanyak 75.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2026 perusahaan menargetkan penambahan sebanyak 85.000 pohon sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang lebih luas.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

Tidak Sekadar Tanam Pohon, Bangun Kesadaran

Program pelestarian hutan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada jumlah pohon yang ditanam. Lebih dari itu, fokus utama juga diarahkan pada pembangunan kesadaran kolektif masyarakat.

Melibatkan masyarakat, termasuk nasabah PNM, menjadi strategi penting agar dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial.

Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan, sehingga upaya pelestarian dapat berjalan dalam jangka panjang.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja.

Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama justru dapat menghasilkan dampak besar bagi masa depan.

“Mari kita terus menjaga keberlanjutan lingkungan bersama. Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, akan tumbuh dampak yang lebih besar bagi alam dan generasi mendatang,” ujarnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian hutan membutuhkan konsistensi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

Masa Depan Bergantung pada Hutan

Kelestarian hutan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi mendatang. Kerusakan hutan akan berdampak langsung pada perubahan iklim, ketersediaan air, hingga ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, langkah-langkah pelestarian harus terus diperkuat, baik melalui kebijakan pemerintah, partisipasi dunia usaha, maupun kesadaran masyarakat.

Dengan kolaborasi yang tepat, hutan tidak hanya bisa dipertahankan, tetapi juga dipulihkan sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! I.League Umumkan Jadwal Pekan ke-34 Super League, Persis Solo dan Madura United Cari Selamat Hingga Perebutan Juara Persib Bandung-Borneo FC

Resmi! I.League Umumkan Jadwal Pekan ke-34 Super League, Persis Solo dan Madura United Cari Selamat Hingga Perebutan Juara Persib Bandung-Borneo FC

Empat tim masih belum menentukan nasibnya. Adalah Madura United dan Persis Solo yang berusaha untuk slot terakhir tim musim depan hingga Persib Bandung dan Borneo FC yang berjuang untuk memperebutkan gelar juara Super League 2025-2026. 
Ditargetkan Rampung Sebelum Jambore Nasional 2026, Fuanaland Cibubur Siap Dibuka Perdana Pada Juni

Ditargetkan Rampung Sebelum Jambore Nasional 2026, Fuanaland Cibubur Siap Dibuka Perdana Pada Juni

Fuanaland Cibubur ditargetkan akan rampung dan dibuka perdana pada Juni 2026 sebelum acara Jambore Nasional pada Agustus mendatang
Madura United Masih Harap-harap Cemas, Dihantui Jurang Degaradasi Usai Gagal Taklukkan Bhayangkara FC

Madura United Masih Harap-harap Cemas, Dihantui Jurang Degaradasi Usai Gagal Taklukkan Bhayangkara FC

Hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bertahan di musim depan, Madura United kalah dengan skor 3-1 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026). 
Soal Pengelolaan Kebun Binatang Modern, Danny Gunalen: Harus Menyeimbangkan Konservasi, Animal Welfare dan Edukasi

Soal Pengelolaan Kebun Binatang Modern, Danny Gunalen: Harus Menyeimbangkan Konservasi, Animal Welfare dan Edukasi

Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menilai pentingnya membutuhkan keseimbangan antara konservasi, animal welfare, edukasi dan keberlanjutan operasional.
Kunjungi Kantor Imigrasi Bandar Lampung, Menteri Agus Andrianto Tinjau Layanan Paspor

Kunjungi Kantor Imigrasi Bandar Lampung, Menteri Agus Andrianto Tinjau Layanan Paspor

Dalam sidak tersebut, Menteri Agus meninjau langsung proses pembuatan paspor  dan berdialog dengan sejumlah pemohon untuk memastikan fasilitas yang tersedia sudah sesuai standar pelayanan yang ramah, nyaman, dan akuntabel.
Kondisi Finansial Zodiak Besok, 12 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak Besok, 12 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak besok, 12 Mei 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral