One Way Tol Cipali Diperpanjang Mulai dari Kendal, Kemacetan Parah di Brebes Bikin Perjalanan Tembus 7 Jam
- ANTARA
Kendal, tvOnenews.com - Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way nasional kembali diperpanjang menyusul lonjakan volume kendaraan di jalur tol Trans Jawa. Kepadatan parah di sejumlah titik membuat perjalanan pemudik melonjak drastis dari waktu normal.
One Way Nasional Diperpanjang hingga Km 70 Cikampek
Penerapan sistem one way nasional sepenggal resmi diperpanjang pada Senin (23/3/2026) malam. Skema ini kini dimulai dari Km 390 Kendal, Jawa Tengah, hingga Km 70 Cikampek, Jawa Barat.
Perpanjangan dilakukan setelah sebelumnya rekayasa lalu lintas hanya diberlakukan dari Km 263 Brebes menuju Km 70 Cikampek sejak pukul 16.00 WIB.
Keputusan memperpanjang one way diambil karena lonjakan kendaraan yang signifikan, terutama di wilayah Brebes yang mengalami kepadatan ekstrem.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Artanto, menyebut bahwa perubahan titik awal one way dilakukan demi mengurai kemacetan yang semakin parah.
“Perpanjangan dilakukan karena jalur tol di Brebes sangat padat,” ujarnya.
Sterilisasi Jalur Dilakukan Sebelum One Way
Sebelum penerapan one way diperpanjang, petugas terlebih dahulu melakukan proses sterilisasi jalur tol.
Kendaraan dari arah barat ke timur, khususnya dari Brebes menuju Semarang, diarahkan keluar melalui gerbang tol terdekat. Proses ini berlangsung sekitar satu jam guna memastikan jalur benar-benar kosong sebelum diberlakukan satu arah.
Hingga pukul 23.00 WIB, proses sterilisasi masih terus dilakukan di sejumlah titik.
Langkah ini menjadi prosedur penting agar penerapan one way berjalan efektif dan tidak menimbulkan hambatan baru di lapangan.
One Way Lokal Juga Diterapkan di Jateng
Selain skema nasional, kepolisian juga menerapkan one way lokal di wilayah Jawa Tengah.
Rekayasa ini diberlakukan dari Km 460 Salatiga hingga Km 421 Gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang.
Antisipasi Kepadatan di Rest Area
Penerapan one way lokal dilakukan untuk mengurai kemacetan di jalur B, khususnya arah Surakarta menuju Semarang.
Kepadatan di jalur tersebut dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang hendak masuk ke rest area 456 B di Kabupaten Semarang.
Petugas juga melakukan sterilisasi sebelum skema ini diterapkan, dengan mengalihkan kendaraan keluar tol untuk sementara waktu.
Kemacetan Parah, Perjalanan Melonjak Dua Kali Lipat
Kondisi kemacetan di ruas tol Solo–Semarang menjadi sorotan para pengguna jalan.
Salah satu pemudik, Nunik, mengaku perjalanannya dari Boyolali menuju Semarang mengalami keterlambatan signifikan akibat kepadatan lalu lintas.
Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut hanya memakan waktu sekitar 3 jam. Namun pada Senin, waktu tempuhnya melonjak hingga 7 jam.
Bahkan, perjalanan dari Gerbang Tol Salatiga menuju Bawen saja membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
“Macetnya parah banget sampai sesak dada. Keluar tol pun sama saja macetnya,” ungkapnya.
Volume Kendaraan Terus Meningkat
Lonjakan volume kendaraan juga terpantau di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.
Kepala Pos Pengamanan GT Kalikangkung, Ajun Komisaris Dimas Arief Wicaksono, menyebut bahwa arus kendaraan dari timur ke barat mencapai 1.500 hingga 3.000 kendaraan per jam.
Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang hanya berkisar 1.000 hingga 1.900 kendaraan per jam.
Sementara itu, arus dari barat ke timur juga masih cukup tinggi, dengan rata-rata 1.000 hingga 2.000 kendaraan per jam.
Peningkatan ini diprediksi masih akan terus terjadi seiring mendekati puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Selasa (24/3/2026).
Penambahan Gardu Tol untuk Antisipasi Antrean
Untuk mengantisipasi antrean panjang di gerbang tol, petugas telah menyiapkan sejumlah gardu pembayaran tambahan.
Berikut rinciannya:
-
Arah timur ke barat:
-
7 gardu utama
-
4 gardu satelit
-
-
Arah barat ke timur:
-
5 gardu utama
-
4 gardu satelit
-
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses transaksi dan mengurangi penumpukan kendaraan di gerbang tol.
Jalur Arteri Ikut Padat, Alternatif Disiapkan
Dampak penerapan one way juga dirasakan di jalur arteri. Kendaraan dari arah barat ke timur dialihkan ke jalan non-tol, yang berpotensi menimbulkan kepadatan baru.
Selain arus balik, pergerakan masyarakat untuk silaturahmi dan wisata juga turut memperparah kondisi lalu lintas.
Untuk mengantisipasi hal ini, petugas menyiagakan tim urai di titik-titik rawan kemacetan.
Polda Jawa Tengah juga menyiapkan jalur alternatif yang bisa diakses pemudik melalui layanan digital.
Imbauan untuk Pemudik
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk:
-
Mengatur waktu perjalanan
-
Menghindari titik rawan kepadatan
-
Memanfaatkan jalur alternatif
-
Memastikan kondisi fisik tetap prima
Dengan lonjakan kendaraan yang masih berpotensi meningkat, rekayasa lalu lintas diperkirakan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. (nsp)
Load more