Viral Joget di Dapur MBG, BGN Bongkar Fakta: Punya 7 Titik SPPG, Satu Disetop
- ANTARA/HO-BGN.
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi seorang pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan publik. Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara, mengungkap fakta di balik sosok tersebut sekaligus menegaskan bahwa program ini bukan untuk kepentingan bisnis.
BGN Ungkap Fakta di Balik Video Viral
Badan Gizi Nasional melalui Wakil Kepala, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan klarifikasi terkait video viral seorang pria yang berjoget di dapur MBG.
Dalam keterangannya, Nanik mengungkap bahwa pria tersebut diketahui memiliki tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, dari seluruh titik yang dimiliki, baru satu dapur yang telah beroperasi.
“Yang berjalan baru satu. Enam lainnya belum beroperasi,” jelasnya.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas pria tersebut.
Satu Dapur Disetop Sementara
BGN juga mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional satu dapur yang sudah berjalan.
Alasan Penghentian Operasional
Penghentian ini dilakukan karena dapur tersebut tidak memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan, khususnya terkait tata letak atau layout dapur.
Menurut Nanik, setiap dapur MBG memiliki standar yang harus dipatuhi, mulai dari alur kerja hingga penataan ruang.
“Layout dapurnya tidak sesuai juknis. Padahal itu sudah diatur secara jelas,” tegasnya.
Sementara itu, enam dapur lainnya yang belum beroperasi akan berada dalam pengawasan ketat BGN sejak tahap pembangunan hingga pelaksanaan.
Joget Tanpa APD Jadi Sorotan
Selain persoalan teknis, BGN juga menyoroti aksi pria tersebut yang membuat konten di dalam dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).
Padahal, penggunaan APD merupakan standar wajib dalam operasional dapur MBG demi menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Teguran Keras untuk Mitra
Nanik menyayangkan tindakan tersebut dan menegaskan bahwa dapur MBG bukan tempat untuk membuat konten hiburan yang tidak sesuai aturan.
Ia juga mengingatkan seluruh mitra SPPG agar tidak melakukan hal serupa.
“Tindakan seperti itu tidak benar dan tidak boleh diulang. Ini harus jadi pembelajaran bagi yang lain,” ujarnya.
Bukan Proyek Bisnis
BGN menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukanlah proyek bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi.
Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Fokus pada Tujuan Sosial
Nanik menekankan bahwa seluruh mitra yang terlibat harus memahami tujuan utama program ini.
“Ini bukan bisnis. Ini program untuk mencerdaskan anak-anak,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan program untuk kepentingan di luar tujuan awalnya.
Viral karena Klaim Penghasilan
Video pria tersebut menjadi viral tidak hanya karena aksinya berjoget, tetapi juga karena narasi yang menyebutkan dirinya memperoleh pendapatan hingga Rp6 juta per hari dari dapur MBG.
Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak berjoget di dalam dapur dengan latar logo BGN.
Sementara di video lainnya, ia terlihat berada di area dapur tanpa mengenakan APD, berbeda dengan petugas lain yang sudah menggunakan perlengkapan lengkap.
Narasi terkait penghasilan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Pengawasan Diperketat
Menanggapi polemik ini, BGN memastikan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG yang berada di bawah program MBG.
Langkah ini mencakup:
-
Verifikasi standar operasional dapur
-
Pengawasan penggunaan APD
-
Evaluasi kelayakan mitra
-
Monitoring sejak tahap pembangunan
BGN juga menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
Imbauan untuk Mitra Program
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG.
BGN meminta para mitra untuk:
-
Mematuhi seluruh petunjuk teknis
-
Menjaga profesionalitas di lingkungan dapur
-
Tidak membuat konten yang melanggar aturan
-
Fokus pada tujuan program
Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap program ini, transparansi dan kepatuhan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. (nsp)
Load more