16.062 Sekolah Rampung, Pemerintah Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Tuntas Juni 2026
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mempercepat penyelesaian proyek pendidikan nasional dengan menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juni 2026.
Di tengah tenggat waktu yang semakin sempit, progres revitalisasi sekolah menunjukkan capaian signifikan, meski masih menyisakan pekerjaan fisik di sejumlah titik.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa program Revitalisasi Sekolah sepanjang 2025 telah menyasar puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga pertengahan Maret 2026, mayoritas proyek telah diselesaikan.
“Program Revitalisasi Sekolah telah diberikan ke 16.167 sekolah di tahun 2025. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dan masih terdapat 105 satuan pendidikan yang masih berproses untuk menuntaskan pembangunan fisik,” kata Qodari dalam konferensi pers update PHTC, di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Tak hanya revitalisasi, pemerintah juga menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang kini memasuki fase krusial. Proyek ini tersebar di 104 lokasi dengan distribusi yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan porsi pembangunan terbesar, disusul Sumatera dan kawasan lainnya.
“Di Pulau Jawa sebanyak 40 lokasi, diikuti Sumatera 26 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, dan Sulawesi 16 lokasi. Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencakup 3 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, serta Papua 3 lokasi,” ujarnya.
Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan, pemerintah menghadapi tantangan penyelesaian proyek secara serentak di berbagai daerah. Qodari menegaskan, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam hitungan minggu.
“Program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II memiliki sisa waktu pelaksanaan sekitar 90 hari kalender (HK). Target penyelesaian, sebutnya, pada 20 Juni 2026,” tutur dia.
“Atau sekitar 12 minggu terhitung sejak 23 Maret 2025 hingga target penyelesaian pada 20 Juni 2026,” sambungnya.
Percepatan ini menjadi penentu keberhasilan pemerintah dalam memastikan kesiapan infrastruktur pendidikan, sekaligus menjawab kebutuhan akses belajar yang lebih merata menjelang tahun ajaran baru. (agr/iwh)
Load more