Penguatan SDM Jadi Fondasi Masa Depan Industri Sawit Nasional yang Berkelanjutan
- Ammar Ramzi
Program beasiswa tersebut ditujukan khusus bagi anak-anak petani sawit, dengan tujuan menciptakan generasi baru yang memiliki kompetensi di berbagai bidang keahlian.
Tungkot menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk reinvestasi dari dana pungutan ekspor sawit yang dikelola oleh BPDP, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
“Sejak awal berdiri, BPDP telah berkontribusi dalam menyiapkan SDM industri sawit melalui program beasiswa sarjana bagi anak-anak petani,” jelasnya.
Capaian Program dan Target ke Depan
Hingga tahun 2025, program pengembangan SDM yang dijalankan BPDP telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 13.265 peserta telah menerima beasiswa pendidikan di berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, program pelatihan teknis juga telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit di berbagai daerah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas petani dalam mengelola perkebunan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Memasuki tahun 2026, BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru. Fokus utama dari program ini adalah penguatan kompetensi di bidang teknis serta penguasaan teknologi perkebunan.
Perluasan Program Masih Dibutuhkan
Meski capaian tersebut dinilai positif, Tungkot menilai bahwa upaya pengembangan SDM masih perlu ditingkatkan. Hal ini mengingat kebutuhan tenaga kerja di industri sawit yang terus bertambah dan semakin kompleks.
Ia mendorong agar program-program yang telah berjalan dapat diperluas, baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun kualitas pelatihan yang diberikan.
“Jika dibandingkan dengan kebutuhan SDM industri sawit ke depan, program yang ada saat ini masih perlu diperbesar,” ujarnya.
Mendorong Daya Saing Global
Penguatan SDM juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global. Dalam persaingan internasional, kualitas tenaga kerja menjadi salah satu indikator utama yang menentukan keberhasilan suatu industri.
Tungkot menekankan bahwa Indonesia perlu memastikan kualitas SDM-nya mampu bersaing, bahkan melampaui negara-negara pesaing seperti Malaysia.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memanfaatkan dana sawit untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara nasional, tetapi juga kompetitif di kancah global.
Load more