Gubernur Dedi Mulyadi Geram Maraknya Pungli Manfaatkan Tempat Wisata di Jabar, Sebut Bikin Meresahkan: Jangan Persulit!
- Antara
Kebetulan saat ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Para pemudik memanfaatkan libur Lebaran bersama keluarga ke tempat wisata berbasis pantai.
Area tempat wisata lainnya yang menjadi sasaran pemudik maupun wisatawan di momen Lebaran, mulai dari tempat rekreasi, pegunungan, dan sebagainya.
Sayangnya tujuan membantu perekonomian warga dan pendapatan daerah terhambat akibat adanya aktivitas pungli. Bagi KDM, sikap tersebut tidak terpuji.
KDM menambahkan, semua aktivitas yang mempengaruhi ekonomi sudah ada koridor masing-masing. Maka dari itu, pungli hanya dianggap sebagai tindakan membawa malapetaka.
"Untuk itu, semua pihak harus memahami bahwa sikap-sikap yang selalu ingin mengambil keuntungan pada setiap keramaian adalah sikap-sikap bunuh diri," tegasnya.
Lebih lanjut, KDM mencontohkan pungli yang sering membuat pengunjung resah. Rata-rata terjadi di area parkir.
Tidak hanya di tempat parkir, pungli juga terjadi di bagian tiket masuk hingga kawasan wisata. Mereka hanya mengandalkan keuntungan tanpa menjalani tanggung jawabnya.
"Tiket parkir berebut, banyak tiket masuk yang dibuat, tapi giliran menata, merawat, membersihkan, menjaga keamanan lingkungannya tidak pada mau," sentil dia.
Ia menganggap sikap tersebut sebagai tanda adanya mentalitas buruk. Pungli hanya membuat seseorang nyaman dengan kondisi kemiskinan.
"Karena keindahan tanpa keamanan adalah kesia-siaan," ucapnya.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi hanya bisa menyampaikan harapannya kepada warga Jabar. Jika ingin menjadikan Jabar sebagai provinsi yang maju, jangan menanamkan mentalitas kemiskinan.
"Untuk itu, saya minta kepada seluruh warga Jabar, andai kata ingin Jawa Barat maju, bersikaplah yang menjadi sikap maju. Untuk yang terbelakang hanya mementingkan kepentingan sesaat, itu mengorbankan kepentingan jangka panjang," pesannya.
Ia selaku Gubernur Jabar tentu terus berupaya menciptakan tempat wisata yang nyaman hingga membantu perekonomian warga. Hal ini sebagai upaya agar wisata di Jabar mendapat citra baik dari masyarakat Indonesia.
"Wisata yang bebas pungutan adalah sebuah harapan. Orang datang itu ingin mendapat kenyamanan. Bukan karena uang Rp20 ribu, tetapi karena rasa terintimidasi yang membuat para warga ingin berwisata seringkali enggan datang kembali," tukasnya.
Load more