News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Soroti WFH Bukan Solusi Hemat Energi, Minta Pemerintah Pangkas Listrik Gedung hingga Wajibkan Transportasi Umum

DPR kritik WFH sebagai solusi hemat energi, dorong efisiensi listrik gedung dan penggunaan transportasi umum di tengah tekanan global.
Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:42 WIB
Ratna Juwita
Sumber :
  • Biro Pers DPR

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang digulirkan pemerintah untuk menekan konsumsi energi menuai sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menilai langkah tersebut tidak cukup jika tidak diiringi kebijakan konkret di sektor lain.

Ia menegaskan, penghematan energi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal

Ratna Juwita menilai kebijakan WFH berpotensi menjadi langkah instan jika tidak didukung perencanaan matang. Menurutnya, pemerintah harus melihat persoalan energi secara komprehensif, terutama di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik.

Situasi global yang memanas, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor pendorong pemerintah mengambil langkah penghematan energi.

Namun demikian, Ratna mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak sekadar simbolik.

“WFH bukan solusi tunggal. Jangan sampai kebijakan hemat energi justru diambil secara instan tanpa perencanaan matang dan kajian komprehensif,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Dorong Efisiensi Listrik di Gedung Pemerintah

Selain WFH, DPR mendorong pemerintah untuk melakukan efisiensi energi di sektor yang lebih berdampak langsung, salah satunya pengelolaan listrik di gedung-gedung pemerintah.

Ratna menilai, penghematan energi seharusnya dimulai dari internal pemerintah dengan memperbaiki manajemen penggunaan listrik secara sistematis.

Beberapa langkah yang disorot antara lain:

  • Pengurangan penggunaan listrik di kantor pemerintahan

  • Optimalisasi penggunaan perangkat hemat energi

  • Pengawasan konsumsi energi secara berkala

Menurutnya, langkah-langkah tersebut akan memberikan dampak nyata dibandingkan hanya mengandalkan kebijakan WFH.

Transportasi Umum Dinilai Lebih Efektif

Selain sektor listrik, Ratna juga menyoroti pentingnya peralihan ke transportasi umum sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional.

Ia menilai, penggunaan kendaraan pribadi yang masih tinggi menjadi salah satu penyumbang konsumsi energi yang signifikan. Karena itu, pemerintah diminta lebih serius mendorong masyarakat, termasuk ASN, untuk beralih ke transportasi publik.

“Kalau serius ingin hemat energi, jangan hanya mengubah pola kerja ASN. Perbaiki juga manajemen energi di gedung-gedung pemerintah, dorong efisiensi industri, dan optimalkan transportasi publik,” tegasnya.

Kebijakan ini dinilai lebih berkelanjutan karena menyasar sektor dengan konsumsi energi besar, bukan hanya perubahan pola kerja administratif.

Jangan Sekadar Simbolik, Harus Berbasis Data

Ratna juga mengingatkan bahwa kebijakan hemat energi harus disusun berdasarkan data dan prioritas sektor. Ia menilai, langkah yang tidak berbasis kajian berisiko tidak efektif dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki indikator keberhasilan yang jelas serta dampak nyata bagi negara.

“Jangan sampai kebijakan ini terkesan simbolik. Hemat energi harus berbasis data, berbasis sektor prioritas, dan punya dampak nyata,” tambahnya.

Pemerintah Siapkan Pengumuman Resmi WFH ASN

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kebijakan terkait WFH bagi ASN telah diputuskan dan tinggal menunggu pengumuman resmi.

Hal ini disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut bahwa keputusan tersebut akan diumumkan langsung oleh Airlangga Hartarto.

“Sudah diputuskan, nanti diumumkan, bukan saya yang ngomong, nanti Pak Menko Perekonomian,” ujar Purbaya.

Pernyataan ini menandakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis dalam merespons tantangan energi yang muncul akibat dinamika global.

Tekanan Global Jadi Latar Belakang Kebijakan

Kebijakan penghematan energi yang tengah disiapkan pemerintah tidak lepas dari situasi global yang tengah bergejolak. Konflik geopolitik yang melibatkan negara-negara besar berdampak langsung pada stabilitas energi dunia, termasuk harga minyak dan pasokan energi.

Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada energi fosil tentu perlu mengambil langkah antisipatif agar tidak terdampak secara signifikan.

Namun, DPR mengingatkan bahwa respons terhadap situasi global tersebut harus dilakukan dengan kebijakan yang terukur, tidak sekadar reaktif.

DPR Minta Langkah Nyata dan Terukur

Sorotan DPR terhadap kebijakan WFH menjadi sinyal bahwa penghematan energi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah seperti efisiensi listrik, optimalisasi transportasi publik, hingga pengawasan sektor industri dinilai lebih strategis dibanding kebijakan parsial.

Dengan tekanan global yang masih berlangsung, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan hemat energi yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat. (saa/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
Selengkapnya

Viral