Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela
- Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku.
Bahkan Bahlil jelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk melakukan dua agenda utama pada kunjungan kerja di Jepang, Senin (30/3), yakni mempercepat investasi transisi energi serta memastikan keberlanjutan proyek minyak bumi dan gas (migas) Blok Masela yang telah lama tertunda.
"Blok Masela ini kan sudah 27 tahun dikuasai konsesinya, dan kita masih ingat 5-10 tahun lalu perdebatannya adalah antara di laut atau di darat. Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai total project-nya 20,9 miliar dolar AS," ujar Bahlil dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Selain itu, Bahlil menjelaskan, nilai investasi awal proyek Blok Masela mencapai 20,9 miliar dolar AS, termasuk tambahan teknologi carbon capture and storage (CCS).
Namun, kata dia, dinamika geopolitik global berpotensi meningkatkan nilai investasi hingga sekitar Rp300 triliun pada tahap implementasi.
Menurut Bahlil, pemerintah kini fokus mempercepat realisasi proyek karena Blok Masela merupakan salah satu lapangan gas raksasa dengan kapasitas produksi sekitar 1.200 juta kaki kubik per hari (MMscfd).
"Tahun ini, 2026 tender EPC-nya akan kita lakukan, FID-nya (final investment decision) juga akan selesai dan kita minta untuk dipercepat. Kenapa ini harus dipercepat, karena ini penghasil migas salah satu yang giant 1.200 MM. Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat," beber Bahlil.
Selain itu, Bahlil menilai, pengembangan Blok Masela akan memperkuat posisi Indonesia di sektor gas dunia sekaligus meningkatkan ketahanan energi domestik.
Pemerintah juga menyiapkan skema penyerapan gas dalam negeri apabila pasar ekspor belum sepenuhnya terbentuk.
Bahlil mengusulkan agar gas produksi Masela dapat diserap Danantara melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) guna mendorong hilirisasi energi.
Selain proyek migas, Bahlil menegaskan Indonesia terus mempercepat agenda transisi energi dengan mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin.
"Kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa, karena geopolitik ini, kita nggak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari mau angin, selama ada teknologi harganya efisien kita akan dorong," pungkasnya. (ant/aag)
Load more