News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isu Air Keras dan Perang Informasi, Publik Diminta Waspada Potensi Destabilisasi

Isu air keras dikaitkan dengan perang informasi, publik diminta waspada potensi destabilitas dan provokasi global terhadap Indonesia.
Rabu, 1 April 2026 - 23:59 WIB
Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya Belum Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Praktisi hukum dan kolumnis, Agus Widjajanto, menyoroti keterkaitan antara kasus kekerasan terhadap tokoh kritis dengan dinamika yang lebih luas terkait stabilitas keamanan nasional. Ia mengingatkan adanya potensi penggunaan isu tersebut dalam skenario perang informasi (information warfare).

Dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026), Agus mengungkapkan adanya informasi yang beredar di kalangan hedge fund dan perbankan internasional mengenai sinyal situasi global yang dinilai bergerak cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, informasi tersebut perlu dibaca dalam perspektif geo-strategis dan geopolitik, mengingat posisi Indonesia yang sangat penting di kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Jika informasi seperti ini sudah beredar di kalangan hedge fund dan bankir global, maka tidak bisa dianggap remeh,” ujarnya.

Potensi Destabilisasi Lewat Narasi Publik

Agus menilai, terdapat kemungkinan pihak tertentu yang ingin menciptakan ketidakstabilan politik dan keamanan di dalam negeri. Sasaran utamanya adalah melemahkan pemerintahan serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dalam konteks kasus air keras yang menjadi perhatian publik, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melihat peristiwa tersebut secara parsial.

“Kasus seperti ini sangat rentan dimanfaatkan untuk membangun narasi tertentu, misalnya menggiring opini bahwa negara gagal melindungi warganya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam era digital, konflik tidak selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui pembentukan opini publik, framing media, hingga eksploitasi isu sensitif seperti pelanggaran hak asasi manusia.

Publik Diminta Kritis terhadap Framing

Agus juga menyoroti maraknya narasi yang berkembang di ruang publik, termasuk dari sejumlah pegiat hak asasi manusia. Ia menegaskan pentingnya peran advokasi, namun tetap mengingatkan agar publik bersikap kritis terhadap setiap informasi yang beredar.

“Pertanyaannya, apakah framing itu murni untuk kepentingan publik atau ada tujuan lain? Ini yang harus disikapi dengan jernih,” katanya.

Ia juga menyinggung potensi narasi yang dapat mendiskreditkan institusi strategis negara, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), jika tidak disampaikan secara berimbang.

Perang Informasi Jadi Instrumen Global

Dalam analisisnya, perang informasi kini menjadi salah satu instrumen utama dalam kontestasi global. Penyebaran narasi melalui media massa dan platform digital dinilai mampu memengaruhi persepsi publik secara cepat dan luas.

Karena itu, Agus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Rakyat harus cerdas dan tidak mudah diadu domba. Stabilitas nasional adalah kepentingan bersama,” ujarnya.

Presiden Ingatkan Potensi Provokasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung kemungkinan adanya pola provokasi dalam berbagai peristiwa yang menimpa kelompok kritis.

Ia menyebut praktik tersebut sebagai bagian dari taktik intelijen yang dikenal dengan istilah False flag operation, yaitu skenario di mana suatu aksi dibuat seolah-olah dilakukan oleh pihak tertentu untuk membentuk persepsi publik.

“Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah… itu namanya provokasi,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pola seperti ini kerap terjadi dalam dinamika global dan dapat dimanfaatkan untuk merusak citra pemerintahan maupun sistem demokrasi.

Kebebasan Berpendapat Tetap Terbuka

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa ruang kebebasan berpendapat di Indonesia tetap terbuka. Hal ini tercermin dari maraknya konten kritik di media sosial yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak membatasi ekspresi publik, meskipun di tengah meningkatnya dinamika informasi.

Pentingnya Kewaspadaan Kolektif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi global yang dinamis, kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas nasional. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum jelas kebenarannya.

Dengan meningkatkan literasi digital dan menjaga persatuan, publik diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi perang informasi yang semakin kompleks. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Jatuh Lagi hingga Tembus Rp18.188 per Dolar AS Sore Ini, Apa Penyebabnya?

Rupiah Jatuh Lagi hingga Tembus Rp18.188 per Dolar AS Sore Ini, Apa Penyebabnya?

Penyebab dari sisi eksternalm sentimen utama yang menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah, berasal dari kembali memanasnya konflik di Timur Tengah
Breaking News: Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN

Breaking News: Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN

Presiden Prabowo Subianto lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Kepresidenan, DKI Jakarta, Senin (8/6/2026). Seperti diketahui,
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Serahkan Surat Kepercayaan di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Serahkan Surat Kepercayaan di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Pihak MAAC Buka Suara Usai Dituding Tipu Jemaah Miliaran Rupiah: Ogah Masalah Jadi Konsumsi Publik

Pihak MAAC Buka Suara Usai Dituding Tipu Jemaah Miliaran Rupiah: Ogah Masalah Jadi Konsumsi Publik

Entitas kursus bahasa Arab Mecca Al Arabiya Course (MAAC) di bawah naungan PT Meka Karya Indonesia menjadi sorotan setelah puluhan korbannya mulai buka suara...
Puluhan Nama Tokoh Disebut Sony Sonjaya Diduga Terlibat Korupsi MBG, Kuasa Hukum: Adanya Chatting

Puluhan Nama Tokoh Disebut Sony Sonjaya Diduga Terlibat Korupsi MBG, Kuasa Hukum: Adanya Chatting

Tabir Kasus dugaan korupsi tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) sedikit-sedikit terungkap. Apalagi baru-baru ini, pihak eks Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya sebut
Jelang Dilantik, Agustina Sebut BGN Sudah Belanja Masalah: Kita Akan Refocusing Penerima Manfaat

Jelang Dilantik, Agustina Sebut BGN Sudah Belanja Masalah: Kita Akan Refocusing Penerima Manfaat

Agustina Arum Sari menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan upaya belanja masalah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perbaikan di Badan Gizi Nasional.

Trending

Alumni Universitas Islam Madinah Diduga Tipu Jemaah hingga Miliaran Rupiah Kedok Program Daurah Bahasa Arab

Alumni Universitas Islam Madinah Diduga Tipu Jemaah hingga Miliaran Rupiah Kedok Program Daurah Bahasa Arab

Founder sekaligus Pimpinan Mecca Al Arabiya Course (MAAC) Muhammad Zulfikar Danopa yang diketahui merupakan alumni Universitas Islam Madinah diduga melarikan ..
Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Berita bola hari ini, Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke semifinal, media Vietnam memprediksi nasib Garuda usai hajar Oman, Bung Binder bela John Herdman.
Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 sukses memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Vietnam. Hasil tersebut sekaligus membuat nasib The Golden Star Warriors di ujung tanduk.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Selengkapnya

Viral