News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Diuji Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Jejak Pengusaha hingga Oknum Bea Cukai Mulai Terkuak

KPK didesak transparan bongkar mafia cukai rokok ilegal yang diduga libatkan pengusaha dan oknum Bea Cukai, penyidikan mulai mengarah ke jaringan luas.
Kamis, 2 April 2026 - 14:59 WIB
Pita cukai dengan sistem track & trace.
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi sorotan tajam publik dalam mengusut dugaan mafia cukai rokok ilegal yang disebut melibatkan jaringan pengusaha hingga oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan. Desakan agar kasus ini dibuka secara transparan kian menguat, menyusul pemeriksaan sejumlah pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik tersebut.

Langkah KPK memeriksa seorang pengusaha rokok asal Jawa Tengah berinisial LEH pada Selasa, 31 Maret 2026 menjadi titik awal pengembangan kasus yang diduga memiliki jaringan luas. Pemeriksaan ini tidak hanya sebatas klarifikasi, melainkan bagian dari strategi penyidik untuk menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses pengurusan cukai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemeriksaan Pengusaha Jadi Pintu Masuk

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik mendalami proses yang dijalani pelaku usaha dalam mengurus kewajiban cukai. Dari proses tersebut, KPK berupaya mengidentifikasi adanya indikasi suap, gratifikasi, atau praktik ilegal lain yang berpotensi merugikan negara.

Pemeriksaan terhadap LEH dinilai penting karena dapat membuka gambaran mengenai pola interaksi antara pengusaha dan aparat di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara prosedur resmi dan praktik yang terjadi, hal itu bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Namun, upaya KPK belum sepenuhnya berjalan mulus. Dua pengusaha lainnya, Rokhmawan dan Benny Tan, yang juga dijadwalkan diperiksa, tidak memenuhi panggilan penyidik. Ketidakhadiran keduanya justru memunculkan tanda tanya besar dan memperkuat dugaan bahwa kasus ini menyentuh kepentingan yang lebih kompleks.

Dugaan Jaringan Terorganisasi

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa KPK telah meminta klarifikasi terhadap sedikitnya 17 perusahaan rokok yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini mengindikasikan bahwa penyidikan tidak berhenti pada individu tertentu, melainkan mulai mengarah pada pengungkapan pola dan jaringan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa praktik rokok ilegal diduga bukan sekadar pelanggaran sporadis, tetapi berpotensi menjadi aktivitas terorganisasi yang melibatkan banyak pihak. Jika benar demikian, maka skala kerugian negara yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Sorotan Tajam dari Pengamat

Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai peredaran rokok ilegal sebagai kejahatan serius yang berdampak langsung pada penerimaan negara. Selain merugikan dari sisi fiskal, praktik tersebut juga menciptakan ketimpangan dalam industri tembakau.

Menurutnya, maraknya rokok ilegal tidak mungkin terjadi tanpa adanya celah dalam sistem pengawasan. Ia bahkan menyinggung kemungkinan adanya pembiaran atau keterlibatan pihak tertentu yang seharusnya bertugas melakukan pengawasan.

Uchok menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja. KPK didorong untuk menelusuri lebih dalam, termasuk mengungkap siapa saja yang berperan sebagai pengendali, pelindung, hingga pihak yang menikmati keuntungan dari praktik tersebut.

Transparansi Jadi Kunci

Selain mendorong pengusutan menyeluruh, Uchok juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan kasus. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

Desakan ini muncul karena publik menilai kasus mafia cukai rokok ilegal berpotensi menjadi salah satu skandal besar jika tidak ditangani secara serius dan terbuka. Transparansi dinilai dapat mencegah spekulasi sekaligus memastikan proses hukum berjalan akuntabel.

Berawal dari OTT KPK

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Operasi tersebut membuka indikasi adanya praktik korupsi yang berkaitan dengan pengurusan cukai.

Sejak saat itu, KPK mulai mengembangkan penyidikan dengan memeriksa berbagai pihak, termasuk pelaku usaha. Proses ini diharapkan dapat mengungkap alur praktik ilegal yang selama ini diduga berlangsung secara sistematis.

Publik Menunggu Ketegasan KPK

Perkembangan kasus ini kini menjadi perhatian luas, terutama karena menyangkut sektor strategis yang berhubungan langsung dengan penerimaan negara. Publik menanti langkah tegas KPK dalam membongkar seluruh mata rantai mafia cukai rokok ilegal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah penyidikan akan mampu menembus aktor-aktor utama di balik praktik tersebut, atau justru berhenti pada level tertentu, menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab. Yang jelas, tekanan publik terus menguat agar KPK tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat.

Jika diusut secara menyeluruh, kasus ini berpotensi menjadi momentum perbaikan tata kelola di sektor kepabeanan dan cukai, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lewat Pelatihan dan Pendampingan, Sandiaga Uno Dorong Kemajuan UMKM

Lewat Pelatihan dan Pendampingan, Sandiaga Uno Dorong Kemajuan UMKM

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus khususnya pelaku UMKM.
Muktamar ke-35 NU Rampung, Masyarakat Diajak Kembali Berperan Jaga Ketertiban dan Keamanan

Muktamar ke-35 NU Rampung, Masyarakat Diajak Kembali Berperan Jaga Ketertiban dan Keamanan

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur rampung terlaksana beberapa waktu lalu.
Pemanfaatan AI Upaya Perkuat Daya Saing Industri Mineral

Pemanfaatan AI Upaya Perkuat Daya Saing Industri Mineral

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di berbagai tahapan rantai nilai pertambangan, mulai dari eksplorasi, operasi tambang, pengolahan mineral hingga pemantauan emisi.
Jasa Raharja Sabet 4 Penghargaan Sekaligus

Jasa Raharja Sabet 4 Penghargaan Sekaligus

Ajang penghargaan TOP GRC Awards 2026 memberikan empat penghargaan kepada PT Jasa Raharja (Persero).
Persija Vs Persib: Maung Bandung Gunakan Rantis Selama di Jakarta

Persija Vs Persib: Maung Bandung Gunakan Rantis Selama di Jakarta

Persib Bandung akan menjajal kekuatan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Dalam pertandingan ini, Persib Bandung sudah tiba di Jakarta satu hari sebelum pertandingan, Jumat (11/9/2026). 
Hasil Latihan Bebas 2 F1 GP Spanyol 2026: Dominasi Mercedes Berlanjut, Giliran Kimi Antonelli jadi yang Tercepat

Hasil Latihan Bebas 2 F1 GP Spanyol 2026: Dominasi Mercedes Berlanjut, Giliran Kimi Antonelli jadi yang Tercepat

Hasil Latihan bebas 2 F1 GP Spanyol 2026 yang kembali dikuasai oleh Mercedes, kali ini lewat pemuncak klasemen sementara, Kimi Antonelli pada Jumat 11 September

Trending

Kemendikdasmen Miliki Target Revitalisasi 71.744 Sekolah di Tahun 2026, Prioritas di Daerah Bencana dan 3T

Kemendikdasmen Miliki Target Revitalisasi 71.744 Sekolah di Tahun 2026, Prioritas di Daerah Bencana dan 3T

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi terhadap puluhan ribu sekolah di tahun 2026.
Persija Vs Persib: Intip Profil Pengandil El Classico Liga Indonesia, Yudai Yamamoto yang Tengah Diinvestigasi oleh Jepang

Persija Vs Persib: Intip Profil Pengandil El Classico Liga Indonesia, Yudai Yamamoto yang Tengah Diinvestigasi oleh Jepang

I.League pun resmi menunjuk wasit asing asal Jepang, Yudai Yamamoto untuk memimpin pertandingan Persija melawan Persib di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026). 
Muktamar ke-35 NU Rampung, Masyarakat Diajak Kembali Berperan Jaga Ketertiban dan Keamanan

Muktamar ke-35 NU Rampung, Masyarakat Diajak Kembali Berperan Jaga Ketertiban dan Keamanan

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur rampung terlaksana beberapa waktu lalu.
Lewat Pelatihan dan Pendampingan, Sandiaga Uno Dorong Kemajuan UMKM

Lewat Pelatihan dan Pendampingan, Sandiaga Uno Dorong Kemajuan UMKM

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus khususnya pelaku UMKM.
Hutan Indonesia Terancam Perubahan Iklim, Kolaborasi Pelestarian Diperkuat

Hutan Indonesia Terancam Perubahan Iklim, Kolaborasi Pelestarian Diperkuat

Keberadaan hutan tidak hanya berkaitan dengan kawasan konservasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air, udara, pangan, dan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.
Lensa Berbicara: PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Lensa Berbicara: PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Persija Vs Persib: Maung Bandung Gunakan Rantis Selama di Jakarta

Persija Vs Persib: Maung Bandung Gunakan Rantis Selama di Jakarta

Persib Bandung akan menjajal kekuatan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Dalam pertandingan ini, Persib Bandung sudah tiba di Jakarta satu hari sebelum pertandingan, Jumat (11/9/2026). 
Selengkapnya

Viral