KH Zaitun Rasmin Soroti Peran BoP: Jangan Tutup Peluang Kebaikan, Tapi Harus Tetap Waspada
- dok. MUI
Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, menyoroti perubahan sikap Amerika Serikat yang disebutnya mulai berpisah dengan sekutu-sekutu Baratnya yang selama ini menjadi pendukung utama Zionis Israel.
Dalam pernyataannya, KH Zaitun Rasmin menilai bahwa dinamika tersebut setidaknya bisa dianggap sebagai sebuah peluang. Ia mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh menutup peluang kebaikan, meskipun tetap harus waspada.
"Baru pertama kalinya Amerika ini berpisah dengan sekutu-sekutunya di Barat yang selama ini selalu menjadi pendukung utama dari Zionis Israel. Maka paling tidak ini dianggap sebagai peluang," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, umat tetap selalu waspada namun tidak boleh menutup peluang kebaikan, sekalipun dari iblis sekalipun terkadang ada kebaikan. Menurutnya, konsep Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan patut didukung, apalagi jika menyangkut perdamaian.
"Kita tidak sekedar ikut. Konsep Islam ini bahwa setiap ada yang namanya kebaikan patut untuk kita dukung. Apalagi kalau perdamaian. Walaupun kita menduga, kita kan enggak bisa memastikan, siapa yang bisa memastikan sekarang ini? Kan tidak ada, hanya Allah yang tahu," tegasnya.
Ia juga mengutip pesan tawakal kepada Allah, seraya menegaskan bahwa Islam adalah agama damai. Meski demikian, umat Islam tidak boleh lugu dan bodoh, tetapi harus realistis.
KH Zaitun Rasmin juga menyoroti mengapa umumnya negara-negara Islam menerima dinamika tersebut, karena dinilai sebagai pilihan paling realistis. Yang terpenting, kata dia, tanyakan kepada saudara-saudara di Gaza.
"Sampai saat ini tidak ada reaksi keras dari Gaza menolak. Tidak ada. Saya berkomunikasi dengan mereka bahwa bagi mereka tidak terlalu penting hal-hal yang sifatnya bunga-bunga ini. Mereka menunggu apa substansinya nanti," ungkapnya.
Ia menambahkan, boleh jadi ada kepentingan dari pihak Amerika atau Donald Trump, tetapi itu bukan masalah jika pada akhirnya bisa menghentikan genosida, mengantarkan kemerdekaan Palestina, dan juga menyoroti peran PBB yang dinilainya belum berpihak.
"Kira-kira apa yang telah dibuat PBB buat Palestina sampai saat baik?" pungkasnya.
Load more