Saat Jakarta Tak Lagi Menarik Bagi Pendatang Baru, Jumlahnya Turun dalam 2 Tahun Terakhir
- Tim tvOne/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat tren kedatangan warga baru ke Ibu Kota setelah Lebaran dalam dua tahun terakhir menunjukkan penurunan yang cukup terlihat.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyebut perubahan ini menandakan pola urbanisasi masyarakat menuju Jakarta mulai bergeser dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Urbanisasi di Jakarta, terutama pendatang baru pascalebaran, dua tahun terakhir ini, justru penurunannya lumayan,” kata Denny, Jumat (3/4/2026).
Berdasarkan data Dukcapil, jumlah pendatang pada 2024 berkurang sekitar 37,47 persen dibanding 2023. Sementara jika dibandingkan dengan angka 2025 terhadap 2024, penurunannya tercatat 0,97 persen.
Menurut Denny, situasi ini berbeda dengan pola sebelum 2022, ketika banyak warga datang ke Jakarta dengan modal keberanian tanpa persiapan yang matang.
“Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat,” ujar Denny.
Ia menjelaskan, pendatang dalam dua tahun terakhir cenderung lebih siap sebelum memutuskan pindah ke Jakarta, terutama terkait keterampilan kerja dan kepastian tempat tinggal.
Pemerintah Provinsi DKI juga menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota global tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang, selama memiliki bekal kemampuan dan perencanaan yang jelas.
Hingga 1 April 2026, jumlah pendatang baru yang tercatat masuk ke wilayah DKI mencapai 1.776 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 891 orang laki-laki (50,17 persen) dan 885 orang perempuan (49,83 persen).
Kelompok usia 15–64 tahun mendominasi arus kedatangan tersebut dengan porsi 79,34 persen, yang menunjukkan mayoritas merupakan penduduk usia produktif.
Pemprov DKI mengingatkan seluruh pendatang, baik yang menetap tetap maupun sementara, wajib melakukan pencatatan administrasi kependudukan agar data kependudukan tetap tertib.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah menyiapkan program sosialisasi dan layanan jemput bola bagi pendatang baru setelah Lebaran 2026.
Kegiatan pendataan ini berlangsung sepanjang 1–30 April 2026 di seluruh wilayah kota administrasi DKI Jakarta hingga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (ant/nba)
Load more