Sat-Setnya Dedi Mulyadi Urusi Sekolah Kumuh di Subang, Langsung Beri Uang ke Satpam untuk Beli Sarpras
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) kali ini ke SMK 2 Subang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat situasi sekolah itu cukup kumuh.
Di dalam akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, mantan Bupati Purwakarta ini sering membagikan momen dirinya sidak ke daerah-daerah, termasuk sekolah.
Setelah sempat sidak anak-anak yang mengendarai sepeda motor di bawah umur, KDM kini melakukan pemeriksaan secara langsung ke sekolah-sekola di lapangan.
Kali ini giliran SMK 2 Subang yang merupakan sekolah kejuruan berfokus pada bidang pertanian. Setelah dimasuki KDM, ternyata banyak hal yang membuatnya langsung geram.
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Ia mengawali sidak di bagian depan sekolah atau tempat pos jaga satpam. Di lokasi itu, Dedi sudah marah-marah karena melihat situasi yang menurutnya kumuh.
Begitu masuk ke dalam pos jaga satpam, ia langsung membuang kursi lipat yang tampak rusak. Ia juga menunjuk beberapa gulungan plastik yang tampak seperti tumpukan sampah.
Dedi pun langsung memanggil tiga siswa yang berada di dekat pos sampah. Tampak ketiga siswa itu langsung sigap ketika dipanggil sang gubernur.
"Kamu kan taruna ya," kata KDM kepada tiga siswa tersebut sambil menyuruh mereka mengambil sampah di dalam pos jaga satpam.
Setelah gulungan plastik itu dibersihkan, terlihat bagian lantai pos satpam sangat kotor dengan tanah bekas jejak sepatu.
Seorang satpam yang tengah bertugas pun langsung berlarian mengambil kain pel untuk membersihkan pos satpam tersebut.
Ketika sang satpam sedang mengambil kain pel, KDM lalu memanggilnya sambil memberi uang untuk membeli beberapa barang.
"Bapak beli tempat sampah, beli kastop, beli kursi lipat yang benar. Harus ada standarnya," kata Dedi.
"Siap Pak," jawab satpam yang tidak diketahui namanya itu.
Tak berhenti di situ, ketika masuk ke sekolah tersebut Dedi juga meminta agar patung yang roboh di bagian depan segera dibongkar dan diperbarui.
Ia mengaku siap memberikan bantuan biaya untuk membangun ulang patung taruna di bagian depan sekolah supaya tampak lebih baik.
"(Patung) itu kalau memang sudah roboh, buka (bongkar). Nanti saya bantu (bangun) patungnya," kata politikus Partai Gerindra itu.
Sang gubernur pun gerak cepat. Ia langsung memeriksa beberapa tempat lain di sekolah seperti tempat wudhu dan kamar mandi.
Ketika diperiksa ternyata banyak kayu berserakan. Menurutnya, kayu-kayu tersebut bisa dibereskan dengan memberdayakan para murid. Bahkan, menurut dia kayu tersebut masih bisa digunakan kembali sebagai kayu bakar.
Dedi juga meminta agar rerumputan di sekitar sekolah dirapikan. Sebab, dari pantauannya rerumputan terlihat sangat tidak rapi dan membuat lingkungan belajar terkesan kumuh.
Menanggapi hal itu, menurut seorang petugas, sekolah itu memiliki dua alat potong rumput. Jumlah itu masih sangat kurang jika dibandingkan dengan luas SMK 2 Subang.
"14 hektare itu 12 (unit alat potong rumput)," kata seorang petugas sekolah.
Langsung sat-set, KDM kemudian mengatakan besok akan mengirimkan tempat sampah dan alat potong rumput ke sekolah tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia meminta kepada timnya di lapangan untuk membelikan merek yang bagus.
"Kirim tempat sampah ke SMK 2. 15 tempat sampah ukuran besar plus 10 mesin potong rumput mereknya yang bagus," kata dia ketika menghubungi timnya melalui sambungan telepon.
Dedi pun menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus bersih dan rapi. Jangan sampai ada tumpukan sampah atau menimbulkan suasana kumuh sehingga para murid terganggu. (iwh)
Load more