Bantah Pernyataan Said Didu, Komisi VI DPR RI Sebut EO Penggerak Ekonomi Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian turut merespons tajam pernyataan analis kebijakan publik, Said Didu yang menyebut event organizer (EO) menjadi praktik paling aman melakukan korupsi.
Ketua Umum Gekrafs ini mengatakan jika pernyataan tersebut dinilai merusak citra industri kreatif khususnya sektor EO.
Bahkan, Kawendra mengungkap pernyataan tersebut tak sejalan dengan visi pemerintahan Presidensi RI, Prabowo Subianto yang mendorong ekonomi kreatif, UMKM, dan industri berbasis kreativitas sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya,” kata Kawendra, Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Kawendra memaparkan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru.
Karenanya, ia menilai narasi yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bisa berdampak buruk terhadap jutaan pekerja kreatif di lapangan.
Kawendra menegaskan bahwa industri EO bukan beban anggaran negara melainkan salah satu sektor yang memberi dampak besar terhadap perekonomian.
Dari catatannya, ia menyebut kontribusi industri EO terhadap produk domestik bruto mencapai Rp128 triliun.
“Sebuah logika sesat ketika Bang Said Didu dalam sebuah talkshow di salah satu TV mengatakan bahwa industri Event Organizer (EO) adalah sarang korupsi. Industri EO itu bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kawendra meminta negara dapat hadir melindungi sektor-sektor produktif yang berdampak pembukaan lapangan pekerjaan dan ekonomi langsung kepada masyarakat.
Menurutnya industri EO termasuk salah satu sektor yang harus dijaga bukan justru dilemahkan dengan stigma negatif.
“Kontribusi terhadap PDB sangat jelas Rp128 triliun, UMKM yang terlibat lebih dari 14.800, dan lebih dari 270.000 pekerja event profesional serta jutaan freelancer di industri ini. Artinya industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil,” lanjutnya.
Kawendra bahkan mengaku mempertimbangkan langkah hukum untuk menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif di sektor event organizer.
“Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata,” tegasnya.(raa)
Load more