News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

John Herdman

Yang baru, saya melihat pembangunan serangan timnas Indonesia ini berasal dari sebuah instruksi. Herdman tak berhenti memberi perintah pada pemain sepanjang laga.
Sabtu, 4 April 2026 - 13:42 WIB
Harapan itu kembali menyala ketika melihat laga timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman
Sumber :
  • Istimewa

DALAM beberapa pertandingan terakhir laga timnas Indonesia saya absen menontonnya secara langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau stadion lainnya dengan alasan yang personal: saya merasa permainannya tak memancing gelora, tak memiliki daya kejut, kemagisan yang biasanya saya temui ketika mereka berlaga dengan logo garuda di dada, di hadapan ribuan pendukungnya hilang. Ini memang subyektif,  sebagai pecinta sepak bola nasional, saya selalu memiliki harapan besar pada timnas sepak bolanya.

Harapan itu kembali menyala ketika melihat laga timnas dengan debut pelatih John Herdman, Jumat pekan lalu. Saraf saraf bulu kuduk saya kembali berdenyar ketika melihat racikan strategi pelatih asal Inggris tersebut. Tentu ini bukan semata skor dan harus diingat lawan memang tidak sepadan, secara peringkat, kita jauh di atas Saints Kitts and Nevis. Negara kepulauan kecil di Karibia ini hanya peringkat 154 dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebagai perkenalan, ini debut yang manis. Saya melihat aliran serangan yang rapih. Permainan dibangun dari kaki ke kaki dari lini tengah yang kokoh dijaga trisula Elkan Baggott, Jay Idzes dan Rizki Ridho. Yang berbeda dan tampak modern adalah Herdman tak menggunakan satu playmaker, tiga punggawa ini saling isi, saling berbagi menjadi creator serangan. Pertandingan jadi dinamis dan mobil.

Yang juga terlihat adalah adanya struktur passing yang sudah terbentuk dengan baik. Bola mengalir cepat dari lini belakang, lini tengah dan lini depan. Tak ada yang berlama memegang bola. Ini kecerdikan Herdman saya kira, jarak antar lini jadi terasa dekat dan bola mengalir cepat. Semua seperti mengambil posisinya dengan jeli, bek bisa maju ke depan, gelandang terus bergerak dan striker bisa turun ke belakang.

Yang baru, saya melihat pembangunan serangan ini berasal dari sebuah instruksi. Herdman tak berhenti memberi perintah pada pemain sepanjang laga. Ia seperti tak bisa diam. Tapi ini memang selera, saya menyukai pelatih yang tak hanya dingin saja di pinggir lapangan. Saya menyukai pelatih yang meledak ledak sebagai pemain ke 12 di lapangan rumput. “Saya memang tak bisa diam, kamu tahu, saya lahir di Newcastle,” kata John pada media.

Kesimpulan saya, ini pertama kalinya Indonesia bermain kembali dengan sistem dan strategi yang jelas, bukan hanya semangat.

Saat laga melawan Bulgaria, dalam strategi “parkis bus”, secara statistik, Indonesia tampil sangat dominan dengan mencatatkan penguasaan bola hingga 64 persen. Aliran bola dari lini belakang yang dikomandoi Jay Idzes dan Kevin Diks terlihat sangat tenang dan terstruktur.  

Herdman memang datang bukan seperti Patrick Kluivert yang sudah menjadi bintang sebelumnya. Setelah ditinggal oleh Patrick bisa dibilang timnas sepak bola kita porak poranda. Pondasi yang sudah dibangun oleh Shin Tae yong tak disokong, justru dilemahkan. Beruntung Herdman memang pelatih spesial membangun tim yang jatuh, terpuruk dan medioker.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herdman membangun timnas putra Kanada pada 2018 dalam kondisi lapangan ganti yang cemar oleh keributan, kubu kubuan pemain merajalela, peringkat rendah. Masuk sebagai pelatih underdog,  dengan dingin Herdman membenahi kebobrokan itu. Seperti yang saya baca, yang dilakukan Herdman agak mirip dengan STY, ia membangun motivasi ke pemain satu persatu. Ia membangkitkan kepercayaan diri, tak ada tim yang benar benar gurem, kecuali pikiran pemain yang kerdil. Ia membangkitkan visi kebersamaan dari ruang ganti membawanya ke tengah lapangan. Hasilnya kita tahu ia pernah mengalami 17 pertandingan tak terkalahkan dengan timnas Kanada, masuk ke Piala Dunia setelah 36 tahun.

Kelebihan Herdman adalah ia tak hanya pelatih, ia seorang leader, ia bisa memimpin. Dengan kemampuan memimpinnya (dari melihat rekam jejaknya) saya merasa Herdman cocok memimpin sebuah tim yang pernah terseok seok karena perbedaan karakter, perbedaan asal usul budaya (lokal dan naturalisasi) dan ruang ganti yang pernah bising. Karena bukan superstar, John Herdman hadir lebih rileks, namun punya visi dan imajinasi. Selamat berkiprah! (Ecep Suwardaniyasa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

731 Praja IPDN Diterjunkan, Tito Targetkan 42 Titik Lumpur Aceh Tamiang Bersih dalam Sebulan

731 Praja IPDN Diterjunkan, Tito Targetkan 42 Titik Lumpur Aceh Tamiang Bersih dalam Sebulan

Kasatgas PRR Tito Karnavian menegaskan para praja harus sigap menangani sisa lumpur, melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan pada gelombang pertama dan kedua.
Inter Milan Siap All Out Demi Manu Kone, Siap Korbankan Davide Frattesi buat Meluluhkan AS Roma

Inter Milan Siap All Out Demi Manu Kone, Siap Korbankan Davide Frattesi buat Meluluhkan AS Roma

Inter Milan menyiapkan langkah besar untuk memperkuat lini tengah mereka pada bursa transfer musim panas nanti. Nama Manu Kone kembali muncul sebagai target.
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Menang Dramatis dari Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Meroket ke Puncak

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Menang Dramatis dari Popsivo, Jakarta Pertamina Enduro Meroket ke Puncak

Klasemen Final Four Proliga 2026 setelah pertandingan sengit yang menutup hari ketiga pada seri Surabaya antara Jakarta Pertamina Enduro vs Popsivo Polwan.
Tak Tahan Lagi, Anak Pinkan Mambo Malu Ibunya Ngamen di Jalan? Michelle Ashley: Aku Baru Denger Mami Ngamen, Downgrade Banget!

Tak Tahan Lagi, Anak Pinkan Mambo Malu Ibunya Ngamen di Jalan? Michelle Ashley: Aku Baru Denger Mami Ngamen, Downgrade Banget!

Melalui akun TikTok pribadinya anak Pinkan Mambo, Michelle Ashley secara terbuka mengungkapkan kebingungannya melihat kondisi sang ibu saat ini. Ia mengaku tidak
Gokil! Pinkan Mambo Ngamen di Jalan Sambil Live TikTok, Penghasilan Tembus Rp50 Juta Sehari: Orang Kaya Mah Bebas!

Gokil! Pinkan Mambo Ngamen di Jalan Sambil Live TikTok, Penghasilan Tembus Rp50 Juta Sehari: Orang Kaya Mah Bebas!

Gokil! Dari terlilit utang jadi raup puluhan juta, Aksi ‘Ngamen Digital’ Pinkan Mambo bikin heboh TikTok. Fenomena ini tak lepas dari perjalanan hidup Pinkan yang sempat
Hasil Final Four Proliga 2026: Service Ace Megawati Hangestri Bawa Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Pertama

Hasil Final Four Proliga 2026: Service Ace Megawati Hangestri Bawa Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Pertama

Hasil Final Four Proliga 2026 pertandingan penutup hari ketiga seri Surabaya yang mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro vs Popsivo Polwan, Sabtu (4/4/2026).

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Baru Juga Balik usai Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Disebut Media Italia Langsung Jadi Starter Sassuolo Nanti Malam

Baru Juga Balik usai Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Disebut Media Italia Langsung Jadi Starter Sassuolo Nanti Malam

Media Italia langsung memprediksi Jay Idzes akan kembali menjadi starter Sassuolo di pertandingan malam ini melawan Cagliari. Padahal baru selesai bela Timnas.
Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Dedi Mulyadi siapkan program angkot listrik di Jawa Barat. Rencana transportasi umum modern ini diungkap saat bertemu sopir angkot berusia 76 tahun.
Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum polisi  Bhabinkamtibmas yang bertugas di Polsek Ngadirojo Polres Pacitan Polda Jatim dilaporkan istrinya sendiri, Bella ke Propam Polres Pacitan lantaran diduga melakukan KDRT.
Selengkapnya

Viral