Polri Tegas: Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Hanya Lewat Seleksi Reguler
- Humas Polri
Polri menegaskan komitmennya untuk membersihkan proses rekrutmen dari praktik tidak sehat yang merugikan masyarakat.
Rekrutmen Akpol Jadi Investasi Jangka Panjang
Lebih dari sekadar seleksi masuk, rekrutmen Akpol disebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pemimpin masa depan.
Johnny menyebut bahwa taruna dan taruni yang direkrut saat ini diproyeksikan menjadi pemimpin Polri dalam 25 hingga 30 tahun ke depan. Oleh karena itu, kualitas seleksi menjadi sangat penting.
Proses rekrutmen yang bersih dan transparan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi.
Kurikulum Akpol Terus Dievaluasi
Selain memperketat rekrutmen, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan di Akademi Kepolisian. Salah satu fokus utama adalah memperkuat nilai kepribadian dan menghapus praktik kekerasan, terutama dalam hubungan senior dan junior.
Polri menegaskan bahwa sejak era reformasi 1998, institusi kepolisian telah mengedepankan konsep polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Pendekatan humanis, kemampuan komunikasi, serta pelayanan publik menjadi nilai utama yang terus dikembangkan dalam pendidikan Akpol.
Ajak Masyarakat Dukung Rekrutmen Bersih
Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu yang bersih dan transparan. Dukungan ini dinilai penting dalam mewujudkan institusi kepolisian yang profesional dan dipercaya publik.
Rekrutmen Akpol 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan sistem seleksi yang terbuka dan bebas dari praktik kecurangan, Polri optimistis dapat mencetak generasi pemimpin yang siap menghadapi tantangan masa depan. (nsp)
Load more