Kuota Haji Khusus Nyaris Habis, 1.440 Jemaah Justru Batal Berangkat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, mengungkapkan ribuan jemaah haji memilih batal berangkat meski proses distribusi kuota hampir tuntas.
Irfan menjelaskan, total kuota haji khusus tahun ini mencapai 17.680 jemaah, yang terdiri dari jemaah dan petugas.
“Kuota haji khusus berjumlah 17.680 didistribusikan sebesar 16.104 jemaah dan 1.107 petugas haji khusus,” ungkap Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4).
Dari jumlah tersebut, realisasi distribusi sudah hampir penuh.
“Realisasi distribusi kuota haji khusus telah mencapai 17.513 dengan sisa 167. Mudah-mudahan yang sisa ini bisa segera terisi,” katanya.
Namun di balik capaian itu, pemerintah mencatat angka pembatalan yang tidak sedikit.
“Adapun total pembatalan haji khusus per 7 April 2026 tercatat 1.440 jemaah,” ungkap Irfan.
Tak hanya itu, pengembalian dana jemaah juga mencapai angka besar.
“Total pengembalian saldo setoran Bipih khusus mencapai 15.070 jemaah dengan nilai 120.560.000 US Dollar,” jelasnya.
Irfan menyebut, pemerintah telah membuka pelunasan sisa kuota pada awal April untuk mengejar kekosongan yang ada.
“Telah dilakukan pelunasan pada 2 sampai 7 April 2026 dengan total jumlah 146 jemaah yang terlunasi,” ujarnya.
Rinciannya, 129 jemaah dipastikan berangkat, sementara 17 lainnya masuk daftar cadangan.
“Seluruh proses visa bagi jemaah yang berhak berangkat dijadwalkan mengikuti ketentuan Arab Saudi paling lambat tanggal 7 April,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga mewaspadai potensi gangguan penerbangan, terutama bagi jemaah yang menggunakan rute transit di kawasan Timur Tengah.
“Kami juga sudah minta kepada para penyelenggara haji khusus ini untuk memitigasi berbagai penerbangan yang melalui transit di Timur Tengah,” ujar Irfan.
Ia meminta penyelenggara menyiapkan alternatif penerbangan langsung (direct) ke Arab Saudi untuk menghindari risiko keterlambatan atau gangguan.
“Diperlukan persiapan untuk mencarikan penerbangan yang direct ke Saudi,” tegasnya.
Meski diwarnai pembatalan dan potensi gangguan, Irfan memastikan progres penerbitan visa berjalan cukup baik.
“Secara keseluruhan, progres penerbitan visa menunjukkan capaian yang sangat baik dengan hanya sebagian kecil yang masih dalam tahap penyelesaian,” ujarnya. (rpi/dpi)
Load more