Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Jejak Kasus Lama Terkuak: Dari 1984 hingga 2014 Pernah Terjadi
- Ilham Ariyansyah/tvOne
Direktur RSHS saat itu, Bayu Wahyudi, bahkan mengakui bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, yakni pada tahun 1984.
Artinya, dalam rentang puluhan tahun, kasus terkait keamanan bayi di RSHS telah terjadi lebih dari sekali.
Kronologi Penculikan Bayi Tahun 2014
Kasus tahun 2014 menjadi salah satu yang paling disorot karena menunjukkan celah serius dalam pengawasan.
Berikut kronologi singkat kejadian tersebut:
-
Bayi perempuan lahir normal pada pagi hari
-
Dirawat bersama ibunya di ruang Alamanda Kelas III
-
Pelaku datang dengan menyamar sebagai tenaga medis
-
Meminta orang tua bayi menyerahkan identitas untuk pendataan
-
Mengalihkan perhatian orang tua dengan meminta mereka ke kamar mandi
-
Bayi hilang dalam waktu kurang dari 10 menit
Upaya pencarian dilakukan dengan menutup akses keluar-masuk rumah sakit. Namun, hasilnya nihil.
Sorotan DPR dan Kasus Lain di RSHS
Rentetan kasus di RSHS tidak hanya soal bayi. Sebelumnya, publik juga dihebohkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dokter peserta pendidikan spesialis (PPDS).
Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menilai rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang aman bagi pasien, bukan justru sebaliknya.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan keamanan di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, rasa aman pasien harus menjadi prioritas utama, terlebih dalam kondisi di mana masyarakat datang dengan harapan untuk mendapatkan kesembuhan.
Desakan Evaluasi Menyeluruh
Kasus bayi nyaris tertukar yang kembali terjadi di RSHS memunculkan pertanyaan besar terkait sistem pengawasan dan standar operasional yang diterapkan.
Publik menilai, kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa. Apalagi jika melihat rekam jejak kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
Desakan pun mengarah pada perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajemen rumah sakit, prosedur penyerahan pasien, hingga sistem keamanan internal.
Kejadian yang menimpa Nina menjadi pengingat bahwa keamanan pasien, terutama bayi, harus menjadi prioritas mutlak. Tanpa pembenahan serius, bukan tidak mungkin insiden serupa akan kembali terulang di masa mendatang. (nsp)
Load more