News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Jejak Kasus Lama Terkuak: Dari 1984 hingga 2014 Pernah Terjadi

Kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung kembali sorot lemahnya pengawasan. Ternyata kejadian serupa sudah pernah terjadi sejak 1984 dan 2014.
Jumat, 10 April 2026 - 16:02 WIB
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali menyita perhatian publik. Insiden ini dialami oleh seorang ibu muda asal Cimahi, Nina Saleha (27), yang nyaris kehilangan bayinya akibat dugaan kelalaian petugas rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi saat bayi Nina yang baru berusia sekitar satu minggu menjalani perawatan di ruang NICU karena penyakit kuning. Setelah lima hari dirawat, Nina dan suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk makan sambil menunggu proses administrasi kepulangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, situasi berubah menjadi panik saat Nina kembali ke ruang perawatan. Ia mendapati bayinya sudah berada dalam gendongan orang lain.

Nina mengaku langsung mengenali bayinya dari wajah, pakaian, hingga selimut yang digunakan. Ia pun segera menghampiri perempuan tersebut dan memastikan bahwa bayi itu adalah anaknya.

Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, gelang identitas bayi yang seharusnya terpasang justru tidak ditemukan.

Pengakuan Perawat dan Respons Keluarga

Menurut Nina, perawat yang bertugas berdalih telah memanggil namanya berkali-kali, namun tidak mendapat respons. Karena itu, bayi tersebut diberikan kepada pihak lain.

Alasan tersebut memicu kemarahan Nina. Ia mengaku sempat berteriak karena takut bayinya benar-benar dibawa pergi.

Kejadian ini kemudian viral di media sosial setelah Nina mengungkapkannya secara terbuka. Ia bahkan menandai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar kasus ini mendapat perhatian serius.

Tak lama setelah viral, pihak rumah sakit disebut telah menghubungi Nina dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Bukan Kasus Pertama, RSHS Pernah Kebobolan

Yang mengejutkan, insiden ini ternyata bukan kali pertama terjadi di RSHS Bandung. Sejarah mencatat, rumah sakit rujukan nasional ini pernah mengalami kasus serupa bahkan lebih serius.

Pada tahun 2014, terjadi kasus penculikan bayi di dalam lingkungan rumah sakit. Pelaku yang terekam CCTV terlihat beraksi dengan santai, menandakan lemahnya sistem pengamanan saat itu.

Bayi yang diculik merupakan anak pasangan Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manurung. Hingga proses pencarian dilakukan oleh pihak rumah sakit dan kepolisian, bayi tersebut tidak berhasil ditemukan.

Direktur RSHS saat itu, Bayu Wahyudi, bahkan mengakui bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, yakni pada tahun 1984.

Artinya, dalam rentang puluhan tahun, kasus terkait keamanan bayi di RSHS telah terjadi lebih dari sekali.

Kronologi Penculikan Bayi Tahun 2014

Kasus tahun 2014 menjadi salah satu yang paling disorot karena menunjukkan celah serius dalam pengawasan.

Berikut kronologi singkat kejadian tersebut:

  • Bayi perempuan lahir normal pada pagi hari

  • Dirawat bersama ibunya di ruang Alamanda Kelas III

  • Pelaku datang dengan menyamar sebagai tenaga medis

  • Meminta orang tua bayi menyerahkan identitas untuk pendataan

  • Mengalihkan perhatian orang tua dengan meminta mereka ke kamar mandi

  • Bayi hilang dalam waktu kurang dari 10 menit

Upaya pencarian dilakukan dengan menutup akses keluar-masuk rumah sakit. Namun, hasilnya nihil.

Sorotan DPR dan Kasus Lain di RSHS

Rentetan kasus di RSHS tidak hanya soal bayi. Sebelumnya, publik juga dihebohkan oleh kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dokter peserta pendidikan spesialis (PPDS).

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menilai rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang aman bagi pasien, bukan justru sebaliknya.

Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan keamanan di rumah sakit tersebut.

Menurutnya, rasa aman pasien harus menjadi prioritas utama, terlebih dalam kondisi di mana masyarakat datang dengan harapan untuk mendapatkan kesembuhan.

Desakan Evaluasi Menyeluruh

Kasus bayi nyaris tertukar yang kembali terjadi di RSHS memunculkan pertanyaan besar terkait sistem pengawasan dan standar operasional yang diterapkan.

Publik menilai, kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa. Apalagi jika melihat rekam jejak kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Desakan pun mengarah pada perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajemen rumah sakit, prosedur penyerahan pasien, hingga sistem keamanan internal.

Kejadian yang menimpa Nina menjadi pengingat bahwa keamanan pasien, terutama bayi, harus menjadi prioritas mutlak. Tanpa pembenahan serius, bukan tidak mungkin insiden serupa akan kembali terulang di masa mendatang. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebelum Mundur dari Jampidsus, Febrie Sempat Singgung Mega Kasus Korupsi MBG

Sebelum Mundur dari Jampidsus, Febrie Sempat Singgung Mega Kasus Korupsi MBG

Jampidsus Febrie Adriansyah, mengatakan dari sebelumnya 41 nama yang diduga terlibat dalam permintaan jatah titik SPPG MBG, kini bertambah menjadi 47 nama.
Ramalan Zodiak 12 Juli 2026: Aquarius Paling Hoki, Sagitarius Diminta Istirahat dari Keputusan Besar

Ramalan Zodiak 12 Juli 2026: Aquarius Paling Hoki, Sagitarius Diminta Istirahat dari Keputusan Besar

Ramalan zodiak keuangan 12 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Aquarius paling hoki dan Sagitarius diminta istirahat dari keputusan besar.
Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah

Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah

Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Tak Muncul di LHKPN, KPK Menduga Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Pakai Nama Orang Lain

Tak Muncul di LHKPN, KPK Menduga Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Pakai Nama Orang Lain

Menurut KPK rumah yang diakui Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai kediaman pribadinya, memakai nama orang lain sebagai pemiliknya, sehingga tidak ada di LHKPN.
Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Berjalan Normal Usai Jampidsus Febrie Mundur

Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Berjalan Normal Usai Jampidsus Febrie Mundur

Kejaksaan Agung memastikan seluruh tugas dan penanganan perkara di lingkungan Jampidsus akan berjalan normal usai mundurnya Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 12 Juli 2026: Leo Dipenuhi Peluang, Libra Berpotensi Raih Kabar Baik

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 12 Juli 2026: Leo Dipenuhi Peluang, Libra Berpotensi Raih Kabar Baik

Selamat berbahagia! Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada Minggu, 12 Juli 2026: Leo dipenuhi peluang, Libra berpotensi raih kabar baik.

Trending

BREAKING NEWS - Resmi Mundur dari Jampidsus, Kejagung Ungkap Alasan Khusus Febrie Adriansyah

BREAKING NEWS - Resmi Mundur dari Jampidsus, Kejagung Ungkap Alasan Khusus Febrie Adriansyah

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah resmi mundur dari jabatannya pada Sabtu (11/7/2026).
Link Live Streaming Spanyol Vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Link Live Streaming Spanyol Vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Duel Spanyol vs Belgia di babak 8 besar Piala Dunia 2026 adalah panggung pembuktian reputasi dan rivalitas panjang.
Sambut HUT Jakarta ke-499, Pemkot Jakbar Gelar Turnamen Mini Soccer Wali Kota Cup 2026

Sambut HUT Jakarta ke-499, Pemkot Jakbar Gelar Turnamen Mini Soccer Wali Kota Cup 2026

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) resmi membuka Turnamen Mini Soccer Wali Kota Cup 2026 pada Jumat (10/7/2026).
Pemerintah Jamin Penenanganan Kasus TPPU Berjalan Transparan dan Profesional

Pemerintah Jamin Penenanganan Kasus TPPU Berjalan Transparan dan Profesional

Pemerintah Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum terkait langkah Kortas Tipidkor Polri dalam pengisutan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus Usai Berpeluang Diperiksa Polri Terkait Dugaan TPPU

Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus Usai Berpeluang Diperiksa Polri Terkait Dugaan TPPU

Kejaksaan Agung (Kejagung) secara terbuka menyatakan mundurnya Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Kongres VII BM PAN, Pasha Tegaskan Kader Muda Siap Antar PAN Masuk Tiga Besar

Kongres VII BM PAN, Pasha Tegaskan Kader Muda Siap Antar PAN Masuk Tiga Besar

Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) melangsungkan Kongres VII di kawasan Anyer, Banten pada Jumat (10/7/2026).
Alasan Utama Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus Diungkap Kejagung

Alasan Utama Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus Diungkap Kejagung

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna mengatakan keputusan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam menjaga integritas dan netralitas.
Selengkapnya

Viral