Dedi Mulyadi Ulang Tahun ke-55, Akui Tidak Mau Tiup Lilin
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) merayakan ulang tahun ke-55 pada Sabtu (11/4/2026) di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Alih-alih merayakan untuk dirinya sendiri, rangkaian budaya digelar dengan menyuguhkan 55 obor. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) pun hadir.
Bagi KDM, tahun itu berulang tanpa dirayakan. Oleh karenanya, dia tidak merayakan ulang tahun, bahkan meniup lilin.
"Malam hari ini saya tidak meniup lilin karena saya mau tidak ada kematian dalam lilin tetapi cahaya harus terus bersinar dalam setiap waktu," katanya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (12/4/2026).
Adapun 55 obor dinyalakan alih-alih meniup sebuah lilin. Di hari itu, KDM juga mengenang sosok ibunya yang telah wafat, yakni Karsiti.
"Seorang ibu tanpa memahami aksara, tanpa memahami angka, mampu membesarkan 9 anaknya yang terakhir adalah saya," ujar KDM.
Meskipun ibunya tak paham aksara dan angka, KDM takjub lantaran ibunya bisa menjadikannya sebagai sosok seperti sekarang ini.
KDM mengatakan dirinya banyak belajar dari sosok sang ibu yang rela berkorban untuk 9 anaknya.
"Saya belajar tentang makna dari laparnya seorang ibu. Laparnya seorang ibu ketika anak-anaknya makan, melahirkan generasi yang kokoh dari sisi raga dan jiwa," ucap KDM.
Belajar dari pengalaman itu, Dedi Mulyadi pun mengatakan bahwa seorang pemimpin harus bisa memposisikan diri menjadi ibu yang mau menahan lapar, menahan tangis dan menahan tawa demi kemaslahatan warganya.
Bahkan, sambung dia, seorang pemimpin harus menjadi orang paling terakhir yang menikmati makanan.
"Dari ibu yang lapar lahirlah generasi yang kenyang. Tapi dari ibu yang terlalu kenyang akan lahir generasi yang lapar. Pemimpin yang selalu menahan perutnya akan lahir rakyat sejahtera. Tetapi dari pemimpin yang mengutamakan perutnya akan lahir rakyat yang menderita," pungkasnya. (nsi)
Load more