News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kader Gelora NTB Didorong Perkuat Ideologi Partai, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Dunia

Puluhan kader dan fungsionar Partai Gelora di NTB mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas kepemimpinan kader yang berfokus pada penguatan ideologi dasar partai
Senin, 13 April 2026 - 18:48 WIB
DPW Partai Gelora NTB gelar pengembangan kapasitas kepemimpinan kader pada Minggu (12/4/2026).
Sumber :
  • Istimewa

Mataram, tvOnenews.com - Puluhan kader dan fungsionar Partai Gelora di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas kepemimpinan kader yang berfokus pada penguatan ideologi dasar partai, pada Minggu (12/4/2026).

Kegiatan itu digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora NTB dengan menghadirkan pemateri dari unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua DPP Koordinator Divisi Pemenangan Teritorial Partai Gelora, Ahmad Faradis, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang jati diri dan arah perjuangan partai.

“Ini adalah kegiatan ideologisasi Partai Gelora. Di sinilah peserta memahami apa itu Partai Gelora, arah perjuangan, manifesto, serta hal-hal mendasar yang harus dikuasai oleh kader sebagai politisi,” ujarnya.

DPW Partai Gelora NTB gelar pengembangan kapasitas kepemimpinan kader pada Minggu (12/4/2026).
DPW Partai Gelora NTB gelar pengembangan kapasitas kepemimpinan kader pada Minggu (12/4/2026).
Sumber :
  • Istimewa

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama yang ditanamkan adalah konsep “kegeloraan” sebagai semangat dasar dalam membangun narasi besar kebangsaan.

Menurut Faradis, Partai Gelora memiliki visi besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia, dengan target masuk dalam lima besar kekuatan global, sejajar dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan kawasan Eropa.

“Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi pemain utama di tingkat global. Jika tidak, kita akan terus menjadi korban dalam dinamika dunia,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak didirikan pada 2019, Partai Gelora telah membaca potensi terjadinya krisis global yang akan melahirkan tatanan dunia baru. 

Karena itu, kader didorong memiliki kesadaran strategis agar Indonesia mampu mengambil peran dalam perubahan tersebut.

Faradis menekankan pentingnya menjaga idealisme politik di tengah kecenderungan pragmatisme yang kian menguat. 

Ia menilai narasi dan gagasan harus tetap menjadi fondasi utama perjuangan politik.

“Kalau ada yang mengatakan nasi lebih penting daripada narasi, itu yang harus kita luruskan. Kita berpartai karena membawa narasi besar untuk masyarakat. Itulah yang membedakan kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora NTB, Lalu Pahrurazi, menegaskan bahwa ideologisasi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan partai yang berkelanjutan. 

Ia menyebut, setidaknya ada lima tujuan utama dari penguatan ideologi yang dilakukan DPW Gelora NTB.

"Pertama, membangun identitas dan karakter partai agar kader memiliki keunikan serta ciri khas yang membedakan dengan partai lain," katanya. 

Kedua Pahrurazi berujar, memperkuat soliditas dan kohesi internal. Menurutnya, ideologisasi mampu menyatukan pandangan dari berbagai elemen partai sehingga tercipta kekompakan dalam menghadapi dinamika dan tribulasi politik.

"Ketiga, membentuk militansi dan loyalitas kader dalam memperjuangkan nilai dan visi partai," imbuhnya. 

Selanjutnya pada poin keempat, Gelora akan menjadi kompas dalam menjalankan peran-peran publik, sehingga setiap langkah kader tetap berada dalam koridor perjuangan yang terarah dan berdampak bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima, mengikis pragmatisme dan praktik politik transaksional yang kerap terjadi. Ia menegaskan bahwa dalam perjuangan ideologis, yang ditransaksikan adalah gagasan, bukan materi.

“Dengan ideologisasi ini, kami ingin memastikan seluruh kader bergerak dalam satu arah perjuangan yang jelas, berkarakter, dan tidak mudah tergerus oleh kepentingan sesaat. Partai harus hadir membawa solusi dan perubahan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola

Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola

Erick Thohir menyebut pemerintah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari seluruh cabang olahraga demi meningkatkan prestasi Indonesia di level internasional.
ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Persija Tatap Era Baru, Lepas 3 Pemain Lokal Sekaligus

Persija Tatap Era Baru, Lepas 3 Pemain Lokal Sekaligus

Adalah Riko Simanjuntak, Alfriyanto Nico Saputro dan Hansamu Yama yang hengkang setelah kontrak dengan Persija selesai. 
Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi diantaranya jenis Pertamax.
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Gorontalo Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk 20 Anak

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Gorontalo Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk 20 Anak

Menyambut momentum bersejarah Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo bergerak nyata dalam memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Penelitian Ungkap Hubungan Penampilan dan Kepercayaan Diri

Penelitian Ungkap Hubungan Penampilan dan Kepercayaan Diri

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cara seseorang memandang dirinya melalui pakaian yang dikenakan memiliki hubungan erat dengan tingkat kepercayaan diri.

Trending

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kabar Baik, Pemerintah Bersiap Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi diantaranya jenis Pertamax.
Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola

Menpora Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Atlet Cabor Selain Sepak Bola

Erick Thohir menyebut pemerintah membuka peluang naturalisasi bagi atlet dari seluruh cabang olahraga demi meningkatkan prestasi Indonesia di level internasional.
Persija Tatap Era Baru, Lepas 3 Pemain Lokal Sekaligus

Persija Tatap Era Baru, Lepas 3 Pemain Lokal Sekaligus

Adalah Riko Simanjuntak, Alfriyanto Nico Saputro dan Hansamu Yama yang hengkang setelah kontrak dengan Persija selesai. 
Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR RI menggelar Rapat RDPU bersama para kepala desa dan perangkat desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kemuning, Indragiri Hilir, Riau.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Selengkapnya

Viral