Pramono Komentari Keluhan Warga Terkait Macet Karena Proyek Pedestrian Rasuna Said
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung komentari soal viral keluhan warga hingga warga protes pembangunan pedestrian di Rasuna Said, Jakarta Selatan yang menimbulkan kemacetan.
Pramono katakana, pedestrian di kawasan tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. Dia menegaskan, setiap pembangunan pasti akan memiliki efek.
“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek,” kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, (13/4/2026).
Bahkan orang nomor satu di DKI Jakarta itu mengakui bahwa setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak, salah satunya adalah kemacetan seperti yang dikeluhkan masyarakat.
Namun, pembangunan harus dilakukan guna membuat kawasan tersebut lebih baik dari sebelumnya.
“Kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur,” tutur Pramono.
Diketahui, setelah pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata pedestrian hingga memperluas jalur lalu lintas di sana.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau "complete street".
"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.
Mukhlisin mengatakan, Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya berharap penataan ini dapat menjadikan wajah Jalan HR Rasuna Said sisi timur lebih representatif, tertata, serta mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern dan berdaya saing," bebernya. (ant/aag)
Load more