News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Ingatkan Risiko Skema “War Ticket” Haji, Soroti Prioritas Lansia dan Antrean 40 Tahun

DPR minta wacana war ticket haji dikaji hati-hati. Fokus pada percepatan antrean lansia dan jamaah risiko tinggii.
Selasa, 14 April 2026 - 15:43 WIB
Ilustrasi haji
Sumber :
  • tvonenews

Jakarta, tvOnenews.com - Wacana penerapan skema “war ticket” dalam penyelenggaraan ibadah haji menuai perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus dikaji secara hati-hati sebelum diterapkan.

Menurutnya, polemik soal war ticket haji seharusnya tidak menggeser fokus utama pemerintah dalam menyelesaikan persoalan mendasar, yakni panjangnya antrean keberangkatan haji di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

DPR: Fokus Utama Harus pada Antrean dan Jamaah Prioritas

Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah di Senayan, Jakarta, Maman menilai isu paling krusial saat ini bukan sekadar skema baru seperti war ticket haji.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada jamaah dengan kondisi khusus, seperti lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi (risti).

“Isunya bukan sekadar war ticket, tetapi bagaimana kita bisa mempercepat antrean bagi lansia dan jamaah berisiko tinggi,” ujarnya.

Menurut Maman, kelompok jamaah ini membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasan waktu dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan menunggu terlalu lama.

Antrean Haji Capai Puluhan Tahun

Persoalan antrean haji di Indonesia memang menjadi tantangan serius. Di sejumlah daerah, masa tunggu keberangkatan bahkan mencapai 30 hingga 40 tahun.

Kondisi ini dinilai tidak ideal, terutama bagi jamaah yang sudah mendaftar sejak usia produktif namun harus menunggu hingga usia lanjut untuk berangkat.

“Kita tidak ingin ada orang yang menunggu 30 atau 40 tahun, lalu mempertanyakan apakah masih memiliki umur saat giliran itu tiba,” kata Maman.

Ia menilai percepatan antrean bagi kelompok prioritas dapat menjadi solusi konkret yang lebih mendesak dibandingkan penerapan skema baru yang belum teruji.

Komitmen DPR Sukseskan Haji 2026

Maman juga menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI memiliki komitmen penuh untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 2026. DPR bahkan siap turun langsung ke masyarakat untuk memastikan informasi terkait kesiapan haji tersampaikan dengan baik.

“Kami siap menjadi juru bicara di daerah pemilihan masing-masing untuk menyampaikan bahwa persiapan haji tahun ini sudah sangat matang,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola haji yang terus diperbaiki oleh pemerintah.

Kemenhaj: War Ticket Bagian dari Transformasi

Di sisi lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa wacana war ticket haji muncul dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Haji.

Menurut Dahnil, ide tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi dalam pengelolaan ibadah haji, terutama untuk mencari solusi atas panjangnya antrean yang saat ini rata-rata mencapai 26,4 tahun.

“Wacana ini muncul dalam Rakernas sebagai bagian dari pembahasan jangka pendek dan jangka panjang tata kelola perhajian,” jelasnya.

Ia juga menilai berkembangnya isu war ticket di publik merupakan hal positif, karena menunjukkan adanya keterbukaan pemerintah dalam menerima berbagai masukan.

Perlu Kajian Mendalam dan Partisipasi Publik

Meski dianggap sebagai ide inovatif, skema war ticket haji masih membutuhkan kajian mendalam. DPR menilai kebijakan ini harus mempertimbangkan aspek keadilan, aksesibilitas, serta dampaknya terhadap sistem antrean yang sudah berjalan.

Kekhawatiran muncul jika skema ini justru menciptakan ketimpangan baru di tengah masyarakat, terutama bagi jamaah yang telah lama menunggu giliran keberangkatan.

Karena itu, DPR mendorong agar setiap kebijakan baru dalam penyelenggaraan haji tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada keadilan sosial dan kebutuhan riil jamaah.

Antara Inovasi dan Keadilan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wacana war ticket haji kini menjadi perdebatan antara kebutuhan inovasi dan prinsip keadilan dalam pelayanan publik. Di satu sisi, pemerintah berupaya mencari terobosan untuk mempercepat antrean. Namun di sisi lain, DPR mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan prinsip pemerataan.

Dengan antrean haji yang masih panjang, perhatian terhadap kelompok rentan seperti lansia dan jamaah risiko tinggi dinilai harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pentas Karya "LENTERA AKSA", Wadah Kreativitas Siswa Satu Panggung Seribu Cerita

Pentas Karya "LENTERA AKSA", Wadah Kreativitas Siswa Satu Panggung Seribu Cerita

SD Negeri Model Sleman sukses menggelar acara "Pentas Karya" bertajuk "Lentera Aksa: Satu Panggung Seribu Cerita" yang diselenggarakan di Aula Grha Garuda SD Negeri Model Sleman.
Polisi Ungkap Motif Pelemparan Molotov di Koja, Ternyata Dipicu Masalah Asmara

Polisi Ungkap Motif Pelemparan Molotov di Koja, Ternyata Dipicu Masalah Asmara

Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto menyebutkan, permasalahan ini dipicu akibat masalah asmara. Terduga pelaku cemburu dengan kekasih baru mantan istrinya.
Piala Dunia 2026: Reaksi Berkelas Haaland Usai Cetak Brace dan Bantu Norwegia Pecah Rekor 28 Tahun

Piala Dunia 2026: Reaksi Berkelas Haaland Usai Cetak Brace dan Bantu Norwegia Pecah Rekor 28 Tahun

Erling Haaland kembali menjadi pahlawan Norwegia usai membawa timnya menaklukkan Senegal 3-2 di lanjutan Grup I Piala Dunia 2026, Selasa (23/06/2026) pagi WIB.
Hadiri Puncak Bakti Kesehatan, Kapolri: Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat dan Anggota

Hadiri Puncak Bakti Kesehatan, Kapolri: Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat dan Anggota

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan puncak bakti kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat III Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). 
Fantastis! Ini 7 Pembalap F1 dengan Gaji Selangit Tahun 2026, Ada yang Tembus Rp 1 Triliun

Fantastis! Ini 7 Pembalap F1 dengan Gaji Selangit Tahun 2026, Ada yang Tembus Rp 1 Triliun

Deretan pembalap F1 dengan bayaran fantastis.. Siapa saja yang masuk daftar teratas dengan gaji tertinggi di musim terbaru? Simak selengkapnya.
Piala Dunia 2026: Puasnya Deschamps Usai Prancis Tumbangkan Irak 3-0 dan Pastikan Lolos 32 Besar

Piala Dunia 2026: Puasnya Deschamps Usai Prancis Tumbangkan Irak 3-0 dan Pastikan Lolos 32 Besar

Prancis kembali menunjukkan dominasinya di Piala Dunia 2026 dengan menang 3-0 atas Irak, Selasa (23/06/2026). Hasil itu memastikan Les Bleus loloa 32 besar.

Trending

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi lontarkan komentar menohok terkait Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tanggungkan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan
Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Lionel Messi kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Argentina itu kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026.
Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Aksi pelemparan bom molotov terhadap seorang ibu yang tengah membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos) Instagram @jakut.info.
Diduga Korupsi Dana Hibah Pariwisata Rp68,5 M, Kejari Sleman Tahan Anggota DPRD RA

Diduga Korupsi Dana Hibah Pariwisata Rp68,5 M, Kejari Sleman Tahan Anggota DPRD RA

Kejari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menahan seorang anggota DPRD setempat berinisial RA terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan dana hibah pariwisata
Detik-detik Polres Metro Bekasi Sita 1.825 Butir Obat Keras Ilegal di Tarumajaya

Detik-detik Polres Metro Bekasi Sita 1.825 Butir Obat Keras Ilegal di Tarumajaya

Beredar kabar terkait detik-detik Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi menyita 1.825 butir obat keras daftar G dalam pengungkapan kasus peredaran obat
Trump Cabut Sanksi Minyak Iran Sementara, IAEA Boleh Masuk, Ekspor Bebas ke AS hingga Agustus 2026

Trump Cabut Sanksi Minyak Iran Sementara, IAEA Boleh Masuk, Ekspor Bebas ke AS hingga Agustus 2026

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk sementara dilaporkan mencabut sanksi terhadap penjualan minyak Iran. Hal ini menindaklanjuti salah satu komitmen utama
Selengkapnya

Viral