News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-detik Menegangkan saat Bareskrim Sita 23 Ton Bawang Impor Ilegal dari China dan Belanda

Beredar kabar terkait detik-detik menegangkan saat Bareskrim Polri sita 23 ton bawang impor dari China dan Belanda. Bahkan, Bareskrim juga berhasil membongkar
Jumat, 17 April 2026 - 16:57 WIB
Detik-detik Menegangkan saat Bareskrim Sita 23 Ton Bawang Impor Ilegal dari China dan Belanda
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Beredar kabar terkait detik-detik menegangkan saat Bareskrim Polri sita 23 ton bawang impor dari China dan Belanda. Bahkan, Bareskrim juga berhasil membongkar kasus dugaan penyelundupan bawang dan cabai kering impor ilegal di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). 

Berdasarkan keterangan Bareskrim, bawang dan cabe tersebut berasal dari China, Thailand, hingga Belanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Total komoditas pangan hasil impor ilegal yang ditemukan sejumlah 23.146 kg atau 23,146 ton," ucap Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Jumat (17/4/2026).

Penyelundupan itu digagalkan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Penyelundupan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pada Senin (13/4). Satgas menggeledah dua gudang yang berlokasi di Kota Pontianak.

Berikut rincian 23,1 ton bawang dan cabai yang disita Satgas Gakkum Penyelundupan Dittipideksus Bareskrim Polri:

- Bawang merah dari Thailand sebanyak 118 karung @ 18 kg, total: 2.124 kg (2,1 ton),
- Bawang putih dari China sebanyak 457 karung @ 20 kg, total: 9.140 kg (9,1 ton).
- Bawang bombai kuning dari Belanda: 399 karung @ 20 kg, total: 7.980 kg (7,9 ton).
- Bawang bombai merah berry sebanyak 188 karung @ 9 kg, total: 1.692 kg (1,6 ton).
- Cabai kering dari China sebanyak 221 karung @ 10 kg total 2.210 kg (2,2 ton).

Untuk diketahui, gudang pertama yang digerebek berada di Jalan Budi Karya Nomor 5, Pontianak Selatan. Di sana, petugas menemukan 10,35 ton bawang yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai kuning.

Sementara itu, di lokasi kedua, yakni di kompleks Pontianak Square, petugas menyita 12,79 ton komoditas pangan berupa berbagai jenis bawang dan cabai kering.

Ade Safri menyebut puluhan ton komoditas tersebut diduga masuk ke Indonesia melalui jalur darat dari negara tetangga. Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di kedua lokasi gudang.

"Penyelundupan atau impor ilegal komoditas pangan tersebut diduga masuk ke wilayah Indonesia melalui negara Malaysia," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satgas Gakkum Penyelundupan Dittipideksus Bareskrim Polri tengah memburu pemasok utama barang ilegal tersebut. Bareskrim berkoordinasi dengan Perum Bulog Pontianak guna penitipan barang di gudang setempat.

"Para pemilik toko atau barang membeli komoditi pangan hasil impor ilegal dari layer di atasnya yang saat ini sedang diburu keberadaannya," jelas Ade Safri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Pria Tewas Dikeroyok Massa Diduga Maling Ayam Disorot Hasto, Singgung Keadilan untuk Rakyat

Kasus Pria Tewas Dikeroyok Massa Diduga Maling Ayam Disorot Hasto, Singgung Keadilan untuk Rakyat

Seorang pria di Bali tewas usai dikeroyok massa setelah diduga mencuri seekor ayam milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kabupaten Tabanan.
John Herdman Kena Koreksi Media Vietnam, Ucapan soal Naturalisasi Dinilai Salah Data

John Herdman Kena Koreksi Media Vietnam, Ucapan soal Naturalisasi Dinilai Salah Data

John Herdman mendapat koreksi dari media Vietnam usai dinilai salah sebut jumlah pemain naturalisasi Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026. Simak selengkapnya.
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PNM Hadirkan Dampak Berantai bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir

Peringati Hari Mangrove Sedunia, PNM Hadirkan Dampak Berantai bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir

Memperingati Hari Mangrove Sedunia, PNM menggandeng pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat, serta nasabah binaan untuk menanam 22 ribu pohon mangrove.
Marselino Ferdinan Jalan Terpincang-pincang Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Absen di Official Training Piala AFF

Marselino Ferdinan Jalan Terpincang-pincang Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Absen di Official Training Piala AFF

Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakoni laga perdana dalam gelaran Piala AFF 2026. Tampil di laga pekan kedua Grup A, duel kontra Kamboja rencananya bergulir pada Senin (27/7/2026) malam WIB di Stadion Gelora Pakansari, Bogor.
Kronologi Tewasnya Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Polisi Dalami Kabar Hubungannya dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kronologi Tewasnya Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Polisi Dalami Kabar Hubungannya dengan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Polisi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, Sutrimo ditemukan tergeletak di halaman sebuah klinik di Kebayoran Baru, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Kondisi Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Mulut Sutrimo Berbusa dan Sempat Telepon Kerabat

Kondisi Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Mulut Sutrimo Berbusa dan Sempat Telepon Kerabat

Kondisi tewasnya diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Sutrimo kini menjadi pertanyaan sebagian publik

Trending

Detik-detik Mengerikan Tewasnya Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ardiansyah, Polda Metro Jelaskan Penyelidikan

Detik-detik Mengerikan Tewasnya Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ardiansyah, Polda Metro Jelaskan Penyelidikan

Beredar kabar terkait detik-detik mengeringak tewasnya bernama Sutrimo, yang ditemukan tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jaksel.
Buntut Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Polda Metro Bicara Penyebab Tewasnya Sutrimo

Buntut Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Polda Metro Bicara Penyebab Tewasnya Sutrimo

Usai beredarnya kabar terkait tewasnya yang diduga disebut-sebut merupakan Karumga eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, Sutrimo di medsos
Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Tambang Ilegal Masih Marak, Pendampingan Legalisasi Dinilai Jadi Solusi

Di tengah masih maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di berbagai daerah di Indonesia, pendekatan berbasis edukasi, pembinaan, dan pendampingan legalisasi menjadi salah satu solusi strategis dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih baik.
Kongres Nasional PMKRI XXXIV Sudah Dimulai Sejak 20 Juli di NTT, Yohanes Tola Singgung Soal Pengabdian

Kongres Nasional PMKRI XXXIV Sudah Dimulai Sejak 20 Juli di NTT, Yohanes Tola Singgung Soal Pengabdian

Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas tahun ini digelar di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 20 Juli lalu.
Anak Bungsu Jokowi Mau Nyaleg, Ganjar Lontarkan Komentar Menohok

Anak Bungsu Jokowi Mau Nyaleg, Ganjar Lontarkan Komentar Menohok

Anak bungsu dari mantan Presiden RI ke-7, Jokowi yang juga Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep ingin maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Sontak hal
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juli 2026: Scorpio Mendadak Tajir

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 27 Juli 2026: Scorpio Mendadak Tajir

Pada 27 Juli 2026, pergerakan energi astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak, terutama dalam urusan finansial. Siapa yang penuh hoki?
Pelatih Kamboja Ungkap Peran Keisuke Honda di Balik Transformasi Angkor Warriors Jelang Lawan Timnas Indonesia

Pelatih Kamboja Ungkap Peran Keisuke Honda di Balik Transformasi Angkor Warriors Jelang Lawan Timnas Indonesia

Timnas Kamboja dijadwalkan menghadapi Indonesia pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor pada Senin (27/7/2026). Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi kedua tim dalam membuka peluang lolos ke babak berikutnya.
Selengkapnya

Viral