News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kementerian ATR/BPN Turun Tangan Sikapi Lahan di Tanah Abang yang Diakui Hercules, Pastikan Aset Negara

Dirjen PSKP Kementerian ATR/BPN menyikapi sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang yang diklaim Ketum ormas GRIB Jaya, Hercules dari data dan status terkait HPL.
Sabtu, 18 April 2026 - 23:35 WIB
Ilustrasi sertifikat tanah
Sumber :
  • dok.PLN

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ikut menyikapi persoalan sengketa lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Tanah Abang yang diklaim pihak Ketum ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.

Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertahanan (Dirjen PSKP) Kementerian ATR/BPN, Iljas Tedjo Prijono mulanya menjelaskan, luas lahan di Tanah Abang yang diklaim Hercules sekitar 4,3 hektare.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iljas menjelaskan, kepemilikan lahan di Tanah Abang didasari dengan data. Data ini terekam di Kementerian ATR/BPN.

"Bukan seketika atas nama PT KAI," ujar Iljas di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Permasalahan lahan KAI terjadi secara normatif, terutama yang terletak di kawasan Tanah Abang. Ia menuturkan status bidang tanah itu didasari dengan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Hercules Rosario Marshal menjelaskan soal penguasaan lahan negara milik PT KAI di Tanah Abang, Jakarta Pusat saat disambangi Menteri PKP, Maruarar Sirait
Hercules Rosario Marshal menjelaskan soal penguasaan lahan negara milik PT KAI di Tanah Abang, Jakarta Pusat saat disambangi Menteri PKP, Maruarar Sirait
Sumber :
  • Instagram/@maruararsirait

Ia menuturkan, statusnya mengacu pada HPL nomor 17 dan nomor 19. Melalui hal ini, bidang tanah tersebut telah terdaftar menggunakan atas nama PT KAI (Persero) atau KAI.

Ia menambahkan, lahan tersebut juga bekas hak pakai yang sebelumnya berasal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal itu telah diterbitkan pada 1988.

"Kemudian diterbitkan HPL tahun 2008 atas nama PT KAI," ucap Iljas.

Ia memastikan lahan tersebut telah tercatat dalam kategori sebagai aset. Ia mendukung setiap aset yang dimiliki oleh negara wajib dipertahankan.

"Kalau kategori sebagai aset, maka ini adalah merupakan milik negara dan negara harus hadir untuk mempertahankan aset tersebut," tegasnya.

Sementara, Wakil Direktur Utama PT KAI Dody Budiawan menuturkan, lokasi lahan pertama yang disengketakan di Pasar Tasik. Ia mengatakan bahwa, luasnya yang terdata mencapai 1,3 hektare.

Dody menjelaskan dua lahan lainnya saling berhimpitan. Artinya, lahan tersebut berada di tanah bongkaran dan luasnya mencapai 3 hektare.

"Itu sesuai dengan sertifikatnya HPL nomor 17 dan 19 dengan total sekitar 3 hektare," lanjut Dody.

Dody menambahkan, KAI akan melakukan sejumlah gebrakan. Pertama, pihaknya bakal memasang plang sebagai tanda aset KAI di lahan berlokasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

"Jadi kami mulai hari Senin akan melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan oleh Pak Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN sebagai langkah-langkah kami untuk menunjukkan bahwa kepemilikan aset tersebut atas nama Kereta Api. Langkah yang pertama kami akan memasang plang menjelaskan data-data mengenai aset tersebut bahwa aset tersebut adalah milik dari PT Kereta Api Indonesia (Persero)," terang Dody.

Kemudian, kata Dody, PT KAI juga sudah membuat laporan pengaduan kepada pihak Kepolisian. Selepas itu, KAI juga akan berkirim surat kepada Satgas Anti Mafia Tanah dengan tujuan menyelesaikan persoalan aset di kawasan Tanah Abang.

Sementara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut setidaknya ada pihak ketiga menguasai lahan milik PT KAI di kawasan Tanah Abang.

Ara memahami ada penolakan dari pihak lain, terutama Hercules dan ahli waris, Sulaeman Effendi. Mereka mengklaim karena dilandasi memiliki alas hak verponding era Belanda dan dikonversikan menjadi Verponding Indonesia Nomor 946.

Sebelumnya, Ketua Tim Advokasi dan Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling juga menjelaskan, ahli waris masih menguasai fisik dan tidak pernah menjual lahan. Hal ini didasari dengan surat keterangan PM 1 yang dikeluarkan lurah setempat.

Namun begitu, Ara menegaskan, kekuatan hukum tetap mengenai kepemilikan lahan masih menyasar pada PT KAI. Menteri PKP itu menegaskan lahan yang dipersoalkan adalah aset negara.

"Kalau ada siapapun yang menduduki tanah negara ya tentu harus jelas alasannya apa? Dasarnya apa? Ini negara ya, aset negara. Ini negara hukum. Tidak boleh kalah negara karena negara benar dan tujuannya juga benar," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ara memastikan pemerintah akan terus melakukan upaya program digencarkan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan lancar. Sebab, lahan tersebut akan dijadikan rumah susun (rusun) yang menyasar pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi internal Ferrari kembali jadi sorotan setelah Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat insiden saat memperebutkan posisi terdepan F1 GP Meksiko 2026.
Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Berikut profil hingga rekam jejak Mercy Monica Yolanda, hakim muda berstatus Hakim Pratama (III/b) Pengadilan Negeri Koto Baru, Sumatera Barat, yang tutup usia.
Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Di tengah kekisruhannya dengan Herri Pras bahkan sampai dilaporkan ke polisi, fighter MMA Yudi Cahyadi memilih untuk memposting videonya saat latihan boxing.
Resmi Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah, Kimi Antonelli Dapat Pesan dari Pemegang Rekor Sebelumnya!

Resmi Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah, Kimi Antonelli Dapat Pesan dari Pemegang Rekor Sebelumnya!

Pembalap muda asal Italia yang memperkuat Mercedes, Kimi Antonelli akhirnya secara resmi menjadi juara dunia F1 2026.
Kabut Asap Mengintai Palangka Raya, Ribuan Masker KN95 dan Susu Steril Disalurkan

Kabut Asap Mengintai Palangka Raya, Ribuan Masker KN95 dan Susu Steril Disalurkan

Ribuan masker KN95 dan susu steril disalurkan kepada Dinas Kesehatan Kalteng untuk membantu warga Palangka Raya menghadapi potensi kabut asap akibat karhutla.
Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Pemdes Kemendagri) menggenjot percepatan penegasan batas desa di sejumlah daerah. 

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral