News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komisi VII Soroti Upaya Pemerintah Substitusi Plastik Impor: Momentum Hilirisasi atau Sekadar Wacana?

Upaya pemerintah kurangi ketergantungan plastik impor mulai didorong lewat pemanfaatan bahan baku lokal seperti rumput laut dan singkong untuk kebutuhan UMKM. 
Senin, 20 April 2026 - 07:25 WIB
Pemerintah Kota Surabaya juga mengampanyekan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Sumber :
  • (ANTARA/Diskominfo Surabaya)

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pemerintah mengurangi ketergantungan plastik impor mulai didorong lewat pemanfaatan bahan baku lokal seperti rumput laut dan singkong untuk kebutuhan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, langkah ini dinilai bukan sekadar solusi biaya, tetapi juga peluang besar bagi hilirisasi komoditas dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gandung menyatakan dukungan terhadap inisiatif Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal sebagai pengganti plastik impor.

“Saya sangat mendukung langkah konkret Menteri Maman. Ini bukan hanya soal efisiensi biaya produksi UMKM, tapi juga soal kedaulatan ekonomi. Kenapa kita impor plastik mahal kalau rumput laut dan singkong kita melimpah?” ucap Gandung dikutip Senin (20/4/2026). 

Ia menyoroti harga biji plastik impor yang kini mencapai Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram. 

Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk beralih ke bahan baku lokal yang lebih murah sekaligus memberi nilai tambah bagi petani dan nelayan.

“Ini momentum untuk hilirisasi komoditas lokal. UMKM kemasan, kuliner, dan retail bisa beralih ke bioplastik singkong atau rumput laut. Pemerintah harus hadir dengan insentif mesin, pelatihan, dan jaminan pasar,” papar dia.

Gandung juga mendorong kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan BRIN, guna mempercepat riset, standardisasi, hingga sertifikasi produk bioplastik lokal agar mampu bersaing.

“Kalau UMKM berdaya dengan bahan baku lokal, petani sejahtera, impor turun, lingkungan terjaga. Ini yang disebut kemaslahatan. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar semua sumber daya dalam negeri dimanfaatkan maksimal untuk daya saing industri nasional,” ujarnya.

Ia berharap program substitusi ini masuk dalam skema Program Strategis Nasional dan mendapat dukungan pembiayaan murah dari LPDB-KUMKM agar UMKM bisa segera bertransformasi dan naik kelas.

Seperti diketahui, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan lonjakan harga dan kelangkaan plastik mendorong pemerintah mencari alternatif bahan baku, termasuk dari singkong, rumput laut, hingga bambu.

Maman menjelaskan, kenaikan harga plastik tak lepas dari gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik, khususnya di jalur distribusi utama bahan baku plastik.

"Nafta yang menjadi bahan baku utama plastik sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah. Kondisi konflik geopolitik ini menghambat distribusi nafta dan mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan," ujarnya, Kamis (9/4).

Ia menyebut ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik masih tinggi, mencapai 55 persen. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen distribusi melewati jalur Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik, sehingga pasokan menjadi terganggu dan biaya produksi meningkat.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelaku usaha, terutama UMKM di sektor makanan dan minuman yang masih sangat bergantung pada kemasan plastik.

Data industri menunjukkan kelangkaan bahan baku telah menekan kapasitas produksi plastik, bahkan menyebabkan sebagian lini produksi terhenti. 

Di tingkat pelaku usaha kecil, tekanan biaya ini berujung pada penurunan omzet hingga sekitar 50 persen.

Menghadapi situasi tersebut, pemerintah menyiapkan langkah jangka pendek dengan membuka alternatif pasokan bahan baku dari negara-negara di luar kawasan konflik, seperti Afrika, India, dan Amerika. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Maman juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mendorong penggunaan bahan baku alternatif berbasis sumber daya lokal.

"Ini bukan hanya solusi atas krisis pasokan, tetapi juga peluang untuk membangun industri hijau berbasis potensi lokal," kata dia lebih lanjut.

Ia menambahkan bahan seperti rumput laut dan singkong sebenarnya telah mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik. 

Namun, keterbatasan permintaan membuat biaya produksi masih relatif tinggi.

"Jika kebijakan diarahkan untuk memperkuat substitusi bahan baku dari nafta ke rumput laut, maka permintaan akan tumbuh dan biaya produksi dapat ditekan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Maman, pengembangan bahan baku alternatif tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi UMKM dan memperkuat ekosistem industri berbasis sumber daya domestik.

Sejumlah pelaku usaha kecil bahkan telah memproduksi plastik berbasis rumput laut dan menembus pasar ekspor. (rpi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-Detik Menegangkan Ibu Hamil Melahirkan di Dalam KRL Stasiun Rawabuntu, Aksi Heroik Petugas Tuai Pujian

Detik-Detik Menegangkan Ibu Hamil Melahirkan di Dalam KRL Stasiun Rawabuntu, Aksi Heroik Petugas Tuai Pujian

Momen dramatis terjadi di tengah perjalanan Commuter Line (KRL) Nomor 1689 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang pada Kamis (24/9) siang sekitar pukul 10.55 WIB. 
4 Alasan Timnas Indonesia Berpeluang Besar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Nomor 1 Tak Dimiliki Lawan

4 Alasan Timnas Indonesia Berpeluang Besar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Nomor 1 Tak Dimiliki Lawan

Timnas Indonesia punya empat modal penting untuk memburu gelar FIFA ASEAN Cup 2026, mulai status tuan rumah hingga format turnamen yang menguntungkan Garuda.
Hasil Asian Games 2026: Dramatis! Ricko Saputra Nyaris Bawa Pulang Medali dari Angkat Besi Kelas 60kg Putra

Hasil Asian Games 2026: Dramatis! Ricko Saputra Nyaris Bawa Pulang Medali dari Angkat Besi Kelas 60kg Putra

Hasil Asian Games 2026 cabang olahraga angkat besi dari kelas 60kg putra yang berlangsung pada pagi hari tadi.
Pujian Setinggi Langit Media Korea untuk Pengganti Megawati Hangestri di Red Sparks: Sangat Disambut Baik

Pujian Setinggi Langit Media Korea untuk Pengganti Megawati Hangestri di Red Sparks: Sangat Disambut Baik

Red Sparks kini bersiap menghadapi musim baru tanpa Megawati Hangestri dengan mendatangkan pevoli top China, Zhong Hui. Media korea beri pujian setinggi langit.
Profil Luke Vickery: Winger 20 Tahun yang Berpeluang Debut Bersama Timnas Indonesia Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Profil Luke Vickery: Winger 20 Tahun yang Berpeluang Debut Bersama Timnas Indonesia Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery berpeluang debut bersama Timnas Indonesia saat melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak profil, posisi, klub, usia, dan rekam jejaknya.
Pencarian 5 Jurnalis dan ABK Kapal Belum Berhenti, SAR Perluas Pemantauan hingga Enggano

Pencarian 5 Jurnalis dan ABK Kapal Belum Berhenti, SAR Perluas Pemantauan hingga Enggano

Basarnas tetap mencari lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang di Selat Sunda. Operasi rutin diperluas hingga perairan Pulau Enggano.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral