News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

147 Tahun Kartini, Perempuan Indonesia Hadapi Tantangan Baru di Era Digital

147 tahun sejak Raden Ajeng Kartini menghirup napas pertama di Jepara, denyut gagasannya masih terasa di langkah perempuan Indonesia hari ini.
Selasa, 21 April 2026 - 22:00 WIB
Perempuan Bergerak
Sumber :
  • tvOne - khumaidi

Sidoarjo, tvOnenews.com – 147 tahun sejak Raden Ajeng Kartini menghirup napas pertama di Jepara, denyut gagasannya masih terasa di langkah perempuan Indonesia hari ini. Peringatan Hari Kartini 2026 bukan sekadar kebaya, konde, dan upacara seremonial. Ia adalah cermin untuk mengukur seberapa jauh “Habis Gelap Terbitlah Terang” benar-benar menjadi lampu di tiap sudut kehidupan perempuan.

Founder Perempuan Bergerak by Hayy Maahayaa, Ahaddiini Hayyu, menyebut benang merah sejarah Kartini masih relevan sampai detik ini. Ini dibuktikan pergerakan perempuan Indonesia tidak pernah diam. Ia tumbuh, beradaptasi, lalu menembus ruang-ruang yang dulu tertutup rapat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada 1903, Kartini menulis kepada Stella Zeehandelaar, Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan,” ujar Ahaddiini, Selasa, 21 April 2026.

Ketika itu, adat menjadi tembok tinggi yang mengurung perempuan pribumi dari bangku sekolah. Kartini tidak mengangkat parang. Ia memilih pena dan pikiran sebagai senjata.

Sekolah Kartini yang ia rintis adalah pernyataan sikap bahwa kemerdekaan perempuan dimulai dari kemerdekaan berpikir. Surat-suratnya menyelinap keluar dari pendopo, menyeberangi lautan, dan mengguncang meja-meja pejabat di Batavia hingga Belanda. “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukanlah puisi manis. Ia tuntutan agar perempuan boleh bersekolah, memilih, dan menentukan arah hidup.

Ahaddiini mengungkapkan, refleksi perjuangan Kartini hari ini bergerak dari surat ke pergerakan nyata. Dari dapur ke ruang kebijakan, semangat itu melahirkan gelombang peradaban baru. Perempuan tidak lagi sekadar objek yang diatur, melainkan subjek yang mengatur.

“Semangat Kartini menyala jadi pergerakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tahun 1912 sekolah-sekolah Kartini berdiri. Tahun 1928, Kongres Perempuan Indonesia pertama lahir di Yogyakarta. Tahun 1945, perempuan ikut merumuskan kemerdekaan. Tahun 1998, suara ibu-ibu dari dapur menjadi bahan bakar reformasi. Garisnya lurus, yakni dari pena ke sekolah, ke organisasi, ke kebijakan.

Masuk era 2020-an, arena pergerakan meluas ke dunia digital. Kampanye PerempuanBisa menggema, advokasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) digodok hingga disahkan, dan satu per satu pemimpin perempuan muncul di sektor teknologi, startup, hingga pemerintahan.

“Ini bukti pergerakan perempuan melaju sangat baik,” imbuh Ahaddiini.

Namun 2026 memberi potret dua sisi. Terang sudah diraih di banyak lini, tetapi gelap masih bertahan dalam wujud berbeda. Dulu Kartini ditahan dinding rumah. Berlanjut dengan banyaknya perempuan ditahan pada kolom komentar. Kekerasan berbasis gender online, doxxing, dan deepfake menjadi pingitan versi baru yang tak kasatmata.

Di sisi lain, terang itu nyata. Makin banyak perempuan berdiri sebagai founder startup, AI engineer, hingga konten kreator yang menulis narasinya sendiri. Komunitas-komunitas perempuan tumbuh dengan tujuan perjuangan yang beragam, dari literasi finansial sampai keamanan digital. Ruang-ruang yang dulu sunyi kini riuh oleh suara mereka.

Bagi Ahaddiini, data ikut bicara. Angka buta huruf perempuan turun drastis, meski hal tersebut belum cukup sebagai bekal hidup. Baginya, gelap bagi perempuan Indonesia belum terusir.

“Berdasarkan BPS 2023, tingkat penyelesaian SD untuk perempuan mencapai 98,19 persen. Tahun 2024, partisipasi sekolah usia 7–23 tahun pada perempuan menyentuh 75,76 persen, melampaui laki-laki,” terangnya.

Keterwakilan politik juga bergerak naik. Tahun 2026, 31 persen kursi legislatif diisi perempuan, melonjak dari 21 persen pada 2019. Di dunia startup teknologi, 28 persen founder adalah perempuan. Angka-angka ini adalah cahaya yang tidak bisa diabaikan.

World Economic Forum mencatat kesenjangan upah gender di Indonesia masih 23 persen. Partisipasi angkatan kerja perempuan stagnan di 54 persen, tertinggal jauh dari laki-laki yang 84 persen. Artinya, pintu sudah terbuka, tetapi lantainya belum rata.

“Perempuan Indonesia 2026 menghadapi tembok baru yang tak kasatmata. Di ruang digital mereka memimpin sebagai CEO, engineer, dan kreator, tetapi sekaligus paling rentan jadi korban KDRT digital, jerat pinjol, dan pelecehan berbasis gender online. Work from home membuka peluang, namun beban ganda domestik tetap menempel,” kata Ahaddiini.

Sementara itu, survei Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia 2025 menyebut 68 persen perempuan bekerja masih menanggung mayoritas urusan rumah tangga. Sementara di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal), perkawinan anak dan stigma pada perempuan kepala keluarga masih menjadi pekerjaan rumah. UU TPKS sudah lahir sejak 2022, tetapi implementasi di daerah, pendampingan korban, dan keberanian melapor belum selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahaddiini menegaskan, Kartini hari ini bukan satu nama. Ia adalah wajah-wajah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dengan identitas, profesi, dan cerita yang beragam. Ada yang berdiri di podium, ada yang bertahan di dapur, ada yang menulis kode di depan layar, ada yang mengajar di kelas pelosok.

“Hari Kartini 2026 mengingatkan satu hal, emansipasi bukan garis finis, melainkan estafet. Terang sudah terbit, tetapi belum merata. Tugas kita memastikan cahayanya menjangkau setiap perempuan, baik di kota dan desa, di kantor dan rumah, di ruang kelas dan ruang digital. Sebab terang yang setengah-setengah, bukanlah terang yang Kartini dan perempuan Indonesia inginkan,” pungkasnya. (khu/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Klub Super League Ini Berpotensi Gaet Shin Tae-yong Musim Depan usai Umumkan Terbuka dengan Tawaran, Persib dan Persija Termasuk?

4 Klub Super League Ini Berpotensi Gaet Shin Tae-yong Musim Depan usai Umumkan Terbuka dengan Tawaran, Persib dan Persija Termasuk?

Mantan pelatih Shin Tae-yong memberi sinyal siap kembali melatih. Empat klub Super League, termasuk Persija dan Persib, berpotensi mendapatkan jasanya.
Jelang Perebutan Gelar Liga Inggris, Manchester City Dipastikan Kehilangan Mesin Utama di Lini Tengah

Jelang Perebutan Gelar Liga Inggris, Manchester City Dipastikan Kehilangan Mesin Utama di Lini Tengah

Manchester City mendapat kabar kurang menggembirakan jelang menghadapi Burnley dalam lanjutan Liga Inggris.
Tega Cabuli Bocah 11 Tahun di Garut, Kakek Usia 65 Tahun Terancam 12 Tahun Penjara

Tega Cabuli Bocah 11 Tahun di Garut, Kakek Usia 65 Tahun Terancam 12 Tahun Penjara

Seorang pria lanjut usia berinisial A (65) terpaksa berurusan dengan hukum setelah diringkus jajaran Kepolisian Resor Garut. 
Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Arsenal tengah menghadapi situasi kurang ideal di tengah perjuangan mereka di kompetisi Liga Champions. Bek andalan mereka, Riccardo Calafiori, masih belum dipastikan bisa kembali merumput akibat cedera.
Dedi Mulyadi Tak Hanya Jadi Saksi Nikah Massal di KUA Depok, KDM Juga Ingatkan Hal Penting ke Para Suami

Dedi Mulyadi Tak Hanya Jadi Saksi Nikah Massal di KUA Depok, KDM Juga Ingatkan Hal Penting ke Para Suami

​​​​​​​Dedi Mulyadi jadi saksi nikah massal di KUA Depok, beri wejangan soal nafkah dan tanggung jawab suami, serta ajak warga pilih pernikahan sederhana.
Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 

Trending

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.
Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Prediksi Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska di laga Grand Final sektor putri Proliga 2026. Laga penentuan juara yang sarat gengsi dan kualitas sejak awal Final Four
Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Arsenal tengah menghadapi situasi kurang ideal di tengah perjuangan mereka di kompetisi Liga Champions. Bek andalan mereka, Riccardo Calafiori, masih belum dipastikan bisa kembali merumput akibat cedera.
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan apresiasinya terhadap kaum perempuan di Papua Barat Daya. 
Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 
Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

PBVSI menilai format lama Proliga 2026 belum sepenuhnya mencerminkan kualitas tim terbaik. Dalam sistem baru, setiap tim harus meraih dua kemenangan untuk memastikan
Selengkapnya

Viral