Demi Selamatkan Warga dari Pinjol, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Nikah Sederhana di KUA
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungan terhadap tren pernikahan sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menilai, pola pernikahan tanpa pesta besar dapat menjadi solusi untuk menekan kebiasaan berutang setelah acara hajatan.
Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk imbauan. Pria yang akrab disapa KDM itu bahkan hadir langsung di KUA Kecamatan Bojongsari untuk menyaksikan prosesi akad sejumlah pasangan pada Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia didampingi Wali Kota Depok, Supian Suri, dan turut memberikan nasihat kepada para pengantin.
Menurut Dedi Mulyadi, budaya menggelar resepsi besar kerap mendorong pasangan untuk mengambil pinjaman, termasuk dari layanan pinjaman online maupun lembaga keuangan informal. Ia berharap kebiasaan tersebut bisa ditekan dengan membiasakan akad sederhana di KUA.
“Sehingga nanti secara perlahan, masyarakat Jawa Barat turun pinjaman pinjolnya, kemudian bank kelilingnya, bank emoknya,” kata KDM.
Selain memberikan dorongan moral, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan program bantuan bagi pasangan yang membutuhkan. Salah satunya melalui perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi pengantin baru dari kalangan kurang mampu.
Kehadiran Dedi sekaligus rencana bantuan tersebut menjadi kejutan bagi pasangan Deru dan Anggita Rianti. Keduanya mengaku tidak menyangka momen akad mereka akan dihadiri langsung oleh gubernur.
“Seneng dapet bantuan rutilahu, jadi bisa menghemat juga,” ujar Deru.
Ia menjelaskan bahwa keputusan menikah di KUA sudah direncanakan sejak awal untuk menghemat biaya. Persiapan pun dilakukan secara singkat sebelum akhirnya mendapatkan kabar mengenai kehadiran Dedi Mulyadi.
“Persiapan nikah 2 hari, karena dikabarin mendadak. Niat nikah di kua, tapi mendadak dikabarin ada KDM,” pungkasnya.
Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah berharap dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bijak dalam merencanakan pernikahan tanpa terbebani utang. (nba)
Load more