News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur KDM Heran dengan Penataan Kota Bandung, Desak Benahi Sampah hingga Kemacetan: Pulihkan Ibu Kota Jabar!

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendesak Pemerintah Kota Bandung berbenah total akibat banyak tumpukan sampah hingga kepadatan transportasi.
Rabu, 22 April 2026 - 15:15 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti penataan ruang di Kota Bandung. Perhatian itu setelah dirinya meninjau proyek revitalisasi Gedung Sate-Gasibu.

KDM melihat wajah Kota Bandung dinilai semrawut. Mulai dari banyak tumpukan sampah berserakan, penataan Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga persoalan transportasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDM mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berbenah total. Ia menginginkan adanya pemulihan wajah Kota Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi Jabar yang bersih, tertata indah, dan berdaya saing.

KDM berpendapat langkah perbaikan dengan cara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) rutin menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing satu kilometer menuju kantornya harus dalam keadaan bersih, tertata, indah, dan berestetika," ujar KDM dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Rabu (22/4/2026).

Dedi Mulyadi Soroti Masalah Tumpukan Sampah hingga Drainase

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) temukan tumpukan sampah di sekitar area kantor pemerintah di Kota Bandung
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) temukan tumpukan sampah di sekitar area kantor pemerintah di Kota Bandung
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

KDM juga memberikan pujian kepada masyarakat. Mereka tak sedikit menunjukkan perannya turut mendukung berbagai upaya untuk membenahi kota agar kembali berkharisma, berwibawa hingga berorientasi pada perkembangan teknologi.

Namun, ia melihat upaya tersebut belum maksimal. Dalam kunjungannya beberapa hari lalu, ia dibuat terkejut dengan penataan ruang di lingkungan Pemprov dan Pemkot Bandung.

Permasalahan utama, di sekitar area depan Gedung Sate, Lapangan Gasibu hingga Monumen Perjuangan, KDM melihat tumpukan sampah masih belum terkendalikan.

Gubernur Jabar itu juga melihat masih banyak penumpukan sampah di berbagai sudut kota. Baginya, hal ini sebagai persoalan utama yang harus segera ditangani pemerintah.

"Kita paham ada beberapa hal yang harus segera dibenahi. Pertama, sampahnya harus segera tertangani dengan baik, tidak boleh lagi ada tumpukan gundukan di berbagai sudut kota," jelasnya.

Ia menyampaikan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat bisa dimanfaatkan. Pemerintah harus mengendalikan sampah disulap menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.

Mantan Bupati Purwakarta ini juga menyinggung sejumlah PJU di seluruh wilayah Kota Bandung. Di tengah kunjungannya, ia melihat masih banyak PJU belum terurus secara optimal.

Ia memberikan sedikit kabar baik. Pemprov Jabar akan turun tangan menunjukkan komitmen memasang PJU di wilayah Kota Bandung.

"Terutama di jalan-jalan provinsi. CCTV-nya juga harus terintegrasi dengan baik," tambahnya.

Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI ini juga menyinggung sistem drainase. Menurutnya, aspek ini belum terintegrasi secara optimal sehingga harus segera diperbaiki.

Ia menegaskan, aliran air harus berjalan dengan baik. Sistem drainase yang optimal juga dapat mencegah banjir.

"Drainasenya harus segera dipulihkan agar air bisa mengalir, terutama ke daerah-daerah lebih rendah dan tidak menimbulkan banjir. Nantinya menciptakan drainase bebas dari sampah, bebas dari berbagai hambatan," terangnya.

Dedi Mulyadi Nilai Tata Ruang Kawasan Kota Bandung Kumuh

Lanjut, Dedi Mulyadi berpendapat tata ruang di kawasan kota masih terkesan kumuh. Ia mengingatkan betapa pentingnya penataan agar terlihat rapi dan estetis.

Ia kembali mengingat betapa pentingnya peran Bandung. Selain ibu kota, Bandung juga menjadi ikon Jawa Barat.

Kemudian, pria berusia 55 tahun ini menganggap Bandung sebagai kota surganya destinasi wisata. Bahkan Bandung sebagai salah satu ikon pusat belanja yang dapat memantik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sayangnya kemacetan masih sering terjadi. Dedi Mulyadi mendorong segera adanya pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di wilayah Bandung Raya.

Ia menambahkan, infrastruktur seperti pembangunan underpass hingga jembatan layang juga menjadi solusi yang dipertimbangkan, terutama di titik-titik rawan kemacetan.

"Kemacetan harus ditangani dengan membangun transportasi publik yang terintegrasi di seluruh Bandung Raya," ucapnya.

Selain itu, KDM juga memberikan usulan terkait penggunaan lampu lalu lintas. Menurutnya, zaman sekarang harus beralih ke teknologi digital bertujuan dapat menyesuaikan durasi lampu dengan kondisi kendaraan di jalan setiap waktu.

"Sehingga menyesuaikan dengan jumlah kendaraan yang lewat, lama merah, lama hijaunya, dan lama kuningnya," lanjutnya.

KDM memberikan penekanan betapa pentingnya menjaga bangunan ikonik di Kota Bandung. Ia menekankan upaya penataan ruang tidak bertambah secara berlebihan yang berpotensi menambah kepadatan kota.

Dedi kembali memberikan apresiasinya. Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar terus bekerja sama demi berupaya membenahi kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ucapkan terima kasih buat Pak Wali Kota Bandung, yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Rekonstruksi kasus kematian bayi 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan aksi ayah tiri mencelupkan korban berulang kali ke ember hingga muntah.
Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens, pada Selasa (3/11/2026) siang.
Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, berbicara soal kondisinya jelang FIFA Matchday November 2026. Sang bek tengah sudah kembali merumput bersama Sassuolo dalam laga kontra Fiorentina.
Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Manajer Persib, Umuh Muchtar, optimistis Persib Bandung mampu membawa pulang poin penuh meski harus menghadapi perjalanan panjang dan padatnya jadwal pertandingan.
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

Kasus kematian balita 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan kekerasan berulang, temuan luka lama, hingga jasad yang sempat dikuburkan.
Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

YouTuber Herri Pras memaparkan detik-detik dirinya diduga digeruduk orang tak dikenal yang videonya viral di media sosial. Salah satu yang disinggungnya, yakni adanya kendaraan berpelat merah.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.
Selengkapnya

Viral