News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Golkar Buka Peluang Capres Non-Partai, Respons Usulan KPK Soal Kaderisasi Politik

Golkar buka peluang capres non-partai, respons usulan KPK soal kaderisasi politik dalam revisi UU Parpol.
Kamis, 23 April 2026 - 19:30 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Wacana syarat pencalonan presiden kembali memanas setelah pernyataan Partai Golkar yang membuka peluang bagi tokoh di luar partai politik untuk maju sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Pernyataan ini muncul sebagai respons atas usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendorong agar kandidat pemimpin berasal dari kader partai.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa demokrasi harus memberi ruang bagi figur terbaik, tanpa membatasi latar belakang politiknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Orang-orang terbaik harus diberi ruang untuk bisa menjadi calon presiden dan calon wakil presiden,” ujar Sarmuji di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Capres Tak Harus dari Partai

Golkar menilai bahwa kualitas kepemimpinan tidak semata ditentukan oleh status keanggotaan dalam partai politik. Menurut Sarmuji, sistem demokrasi harus terbuka terhadap berbagai potensi kepemimpinan, termasuk dari kalangan profesional maupun tokoh non-partai.

Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa kaderisasi partai politik memiliki peran penting dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa.

“Calon dari partai itu baik, tapi kita juga harus terbuka terhadap calon dari luar partai,” katanya.

Respons atas Usulan KPK

Pernyataan Golkar ini sekaligus menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi yang mendorong penguatan sistem kaderisasi dalam pencalonan politik.

KPK sebelumnya mengusulkan revisi Pasal 29 Undang-Undang Partai Politik agar pencalonan pejabat publik, termasuk capres dan kepala daerah, berasal dari sistem kaderisasi partai.

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan mencegah praktik politik transaksional.

Usulan Perubahan UU Partai Politik

Dalam rekomendasinya, KPK mengusulkan beberapa poin penting dalam revisi aturan, antara lain:

  • Pembagian kader partai menjadi tiga level: muda, madya, dan utama

  • Syarat caleg DPR harus berasal dari kader utama

  • Caleg DPRD provinsi berasal dari kader madya

  • Capres, cawapres, dan kepala daerah harus melalui sistem kaderisasi

  • Penetapan batas minimal waktu keanggotaan partai sebelum pencalonan

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan proses rekrutmen politik yang lebih terstruktur dan berkualitas.

Perdebatan Terbuka soal Rekrutmen Politik

Wacana ini memunculkan perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, kaderisasi dianggap penting untuk memastikan calon pemimpin memiliki pengalaman politik yang memadai.

Namun di sisi lain, pembatasan hanya pada kader partai dinilai berpotensi menutup peluang bagi tokoh-tokoh potensial di luar partai.

Golkar menekankan bahwa keseimbangan antara kaderisasi dan keterbukaan menjadi kunci dalam sistem demokrasi yang sehat.

Demokrasi dan Kualitas Pemimpin

Sarmuji menyebut bahwa tujuan utama dari sistem politik adalah menghadirkan pemimpin terbaik bagi bangsa, bukan sekadar memenuhi syarat administratif.

Karena itu, menurutnya, semua pihak perlu memahami bahwa proses rekrutmen politik harus tetap mengedepankan kualitas dan integritas.

“Yang direkrut ini adalah calon pemimpin bangsa,” tegasnya.

Arah Kebijakan Politik ke Depan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diskursus mengenai syarat pencalonan presiden diperkirakan akan terus berkembang, terutama jika revisi Undang-Undang Partai Politik benar-benar dibahas lebih lanjut.

Pemerintah, partai politik, dan lembaga seperti KPK diharapkan dapat menemukan titik temu antara kebutuhan kaderisasi dan prinsip keterbukaan demokrasi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gaji UMR Jakarta Mau Beli HP Flagship Samsung? Begini Cara Mengaturnya Biar Nggak Boncos

Gaji UMR Jakarta Mau Beli HP Flagship Samsung? Begini Cara Mengaturnya Biar Nggak Boncos

Gaji UMR Jakarta ingin punya HP flagship Samsung terbaru? Simak cara mengatur keuangan, pilihan Galaxy 2026, hingga strategi membeli tanpa mengganggu kebutuhan
3 Perkara yang Bikin Bupati Gowa Sitti Husniah Dimakzulkan

3 Perkara yang Bikin Bupati Gowa Sitti Husniah Dimakzulkan

Mahkamah Agung (MA) resmi mengabulkan permohonan uji pendapat yang diajukan oleh DPRD Kabupaten Gowa terkait usulan pemakzulan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenra
Yasin Ayari Jadi Perhatian AC Milan, Performa di Brighton dan Timnas Swedia Bikin Rossoneri Kepincut

Yasin Ayari Jadi Perhatian AC Milan, Performa di Brighton dan Timnas Swedia Bikin Rossoneri Kepincut

AC Milan mulai memantau perkembangan gelandang Brighton, Yasin Ayari. Pemain asal Swedia itu menarik perhatian setelah tampil impresif bersama klub dan timnas.
Bursa Transfer AC Milan: Pato Ungkap Gerry Cardinale Pernah Coba Datangkan Endrick dari Real Madrid

Bursa Transfer AC Milan: Pato Ungkap Gerry Cardinale Pernah Coba Datangkan Endrick dari Real Madrid

Alexandre Pato mengungkap upaya Gerry Cardinale mendatangkan Endrick ke AC Milan. Pernyataan tersebut disampaikan Pato saat menghadiri Festival dello Sport.
Penggerebekan Densus 88 Gegerkan Warga Antapani Bandung, Terduga Teroris Baru Tinggal Kurang dari Sebulan

Penggerebekan Densus 88 Gegerkan Warga Antapani Bandung, Terduga Teroris Baru Tinggal Kurang dari Sebulan

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme di wilayah Cibodas, RW 23, ..
Cristiano Ronaldo Bikin Heboh, Diam-diam 'Like' Video yang Sindir Portugal usai Berseteru dengan Jorge Jesus

Cristiano Ronaldo Bikin Heboh, Diam-diam 'Like' Video yang Sindir Portugal usai Berseteru dengan Jorge Jesus

Konflik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus makin panas usai akun Instagram CR7 menyukai video Felipe Melo yang membela sang megabintang dan mengkritik Portugal.

Trending

MU Murka, Siapkan Langkah Hukum demi Cegah JJ Gabriel Dibajak Real Madrid dan Bayern Munich

MU Murka, Siapkan Langkah Hukum demi Cegah JJ Gabriel Dibajak Real Madrid dan Bayern Munich

MU mempertimbangkan langkah hukum setelah JJ Gabriel ingin pergi. Real Madrid dan Bayern Munich ikut memantau wonderkid berusia 15 tahun itu.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Jelang final kontra Thailand, Timnas Indonesia menempatkan sembilan pemain dalam daftar 10 termahal, dipimpin Kevin Diks dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
Selengkapnya

Viral