Dedi Mulyadi Blak-blakan Ungkap 2 Kunci Bandung Bebas Banjir: Singgung Pembebasan Lahan 1.000 Hektar
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan banjir yang terus berulang di Kota Bandung membutuhkan solusi besar dan jangka panjang.
Menurut dia, ada dua kebutuhan utama yang harus dipenuhi jika kawasan tersebut ingin terbebas dari banjir, yakni penyediaan lahan seluas 1.000 hektare dan anggaran sedikitnya Rp7 triliun.
Dedi Mulyadi mengatakan kebutuhan itu disiapkan untuk pembangunan sistem pengendali banjir, termasuk danau-danau retensi yang dinilai bisa menjadi solusi permanen saat musim hujan tiba.
“Hitungan untuk penanganan banjir itu, diperlukan 1.000 hektare itu ya. Bandung Raya itu, untuk membuat danau-danau. Nilainya dulu, Rp7 triliun. Jadi kalau ingin bebas banjir, ya pakai alokasi itu,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, angka Rp7 triliun tersebut baru mengacu pada kebutuhan pembebasan lahan berdasarkan perhitungan harga lama. Nilai itu belum memasukkan biaya pembangunan fisik maupun infrastruktur pendukung lainnya, sehingga total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan bisa lebih besar.
Dedi Mulyadi menilai persoalan banjir di Bandung Raya tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen serius lintas pemerintah daerah dan Pemprov Jawa Barat. Karena itu, ia mendorong pembahasan segera terkait sumber pembiayaan untuk merealisasikan proyek tersebut.
“Dari sekarang harus dibicarakan, Rp7 triliun nanti kita dapat dari mana, kalau ingin bebas banjir,” katanya.
Dedi Mulyadi menuturkan penanganan banjir ini mencakup wilayah Bandung Raya secara keseluruhan, meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga Kabupaten Bandung Barat yang selama ini kerap terdampak genangan saat hujan deras.
Ia menilai koordinasi antardaerah menjadi kunci, mengingat persoalan banjir di kawasan metropolitan Bandung saling berkaitan dan membutuhkan langkah terpadu.
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan kawasan tampungan air dalam skala besar menjadi salah satu opsi yang dinilai realistis untuk mengurangi risiko banjir secara signifikan, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi Kota Bandung. (nba)
Load more