News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Viral Dituding Lakukan Malapraktik, Dinkes Sumut Langsung Investigasi RS Muhammadiyah Medan

Usai viral dituding lakukan malapraktik, Dinkes Sumut langsung lakukan investigasi RS Muhammadiyah Kota Medan. Bahkan, Dinkes Sumut jelaskan, bahwa kasus itu
Jumat, 24 April 2026 - 18:36 WIB
Ironis, Diduga Malpraktik Kembali Terjadi, Rahim Pasien Diangkat Tanpa Biopsi di RS Muhammadiyah Medan
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Usai viral dituding lakukan malapraktik, Dinkes Sumut langsung lakukan investigasi RS Muhammadiyah Kota Medan. Bahkan, Dinkes Sumut jelaskan, bahwa kasus tersebut terdapat hambatan komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien.

Kemudian Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa penilaian tersebut muncul setelah tim gabungan melakukan audit dokumen medis dan wawancara mendalam terhadap pihak rumah sakit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelusuran mencakup laporan operasi dan berkas persetujuan tindakan medis.

"Tim menilai adanya hambatan komunikasi (miss communication) dalam penyampaian informasi hasil tindakan pasca-operasi antara pihak medis dan keluarga, sehingga muncul persepsi ketidaktahuan pihak pasien terhadap prosedur yang telah dijalankan," ucap Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy kepada awak media, seperti dikutip pada Jumat (24/4/2026).

Bahkan kata dia, bahwa selama proses pengobatan, pasien hanya didampingi oleh anaknya tanpa kehadiran suami. Hal ini ditengarai menjadi penyebab informasi mengenai tindakan medis tidak tersampaikan secara utuh kepada seluruh anggota keluarga inti.

"Tercatat bahwa selama proses konsultasi hingga perawatan pasca-operasi, pasien hanya didampingi oleh anaknya. Tim medis tidak pernah melihat kehadiran suami pasien untuk berkomunikasi langsung dengan dokter, yang ditengarai menjadi salah satu pemicu terputusnya arus informasi keluarga secara utuh," jelas Faisal.

Berdasarkan data medis, pasien diketahui telah berkonsultasi sejak Januari 2026 akibat keluhan nyeri dan pendarahan. Diagnosa menunjukkan adanya Mioma Uteri berukuran 8 x 7 cm yang memerlukan tindakan operasi.

"Berdasarkan hasil audit dokumen dan kronologi perobatan serta wawancara saksi perawat, diketahui bahwa pasien telah melakukan konsul sejak Januari 2026 dengan keluhan nyeri hebat dan pendarahan. Pada saat pemeriksaan USG, pasien telah didiagnosa menderita Mioma Uteri (ukuran 8 x7 cm) dan telah mendapatkan edukasi mengenai risiko tindakan pengangkatan rahim sejak di poliklinik hingga sesaat sebelum operasi pada Februari 2026," ucap Faisal.

Dinkes Sumut juga menemukan dokumen legalitas berupa surat persetujuan operasi yang telah ditandatangani. Faisal menambahkan adanya indikasi pihak eksternal yang memanfaatkan situasi ini untuk memperburuk citra rumah sakit.

"Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menyimpulkan bahwa secara klinis tindakan medis yang dilakukan telah sesuai prosedur dan didasarkan pada temuan penyakit kanker ganas. serta legalitas dokumen dan penyampaian informasi terkait penyakit serta tindakan medis operasi sudah disampaikan secara utuh kepada pasien dan keluarga pasien (anaknya), sehingga tim menganalisis adanya unsur kesengajaaan atau kesempatan dari pihak ekxternal untuk memviralkan kasus ini yang mencoreng nama RS," ujar Faisal.

Meski audit dokumen telah selesai, Satgas Dinkes Sumut merasa masih perlu menggali keterangan langsung dari pihak keluarga. Fokus utama adalah mereka yang memberikan tanda tangan pada surat izin operasi.

"Kami tim satgas juga menganggap perlu adanya meminta keterangan dari pasien dan keluarga pendamping khsususnya pada saat konsultasi penyakit dan pelaksanaan operasi terutama yg menandatangani surat izin operasi dan yang menerima edukasi," jelas Faisal. 

Sementara, kuasa hukum pasien, Ojahan Sinurat menyatakan kliennya semula hanya dijadwalkan menjalani pengangkatan miom pada 24 Februari 2026. Namun, kondisi pasien memburuk setelah tindakan tersebut dilakukan.

"Tanggal 13 Januari pasien dapat rujukan berobat ke RS Muhammadiyah. Nah, hasil dari USG, dokter mengatakan dia itu miom. Lalu di tanggal 24 Februari dilakukanlah pengangkatan miom itu," ujar Ojahan Sinurat.

Bahkan kata dia, kliennya mengalami infeksi dan pembengkakan pasca-operasi. Pasien sempat kembali dirawat selama lima hari namun tidak kunjung mendapatkan kesembuhan yang signifikan.

"Selang dua hari pasien mengeluhkan infeksi dan keluar nanah, juga rasa sakit. Kemudian datanglah lagi ke RS tersebut, dirawat selama lima hari," tambah Ojahan.

Kepastian mengenai pengangkatan rahim baru diketahui keluarga setelah pasien dirujuk ke RS Haji pada 14 April 2026. Hasil patologi anatomi menunjukkan bahwa uterus dan ovarium pasien telah diangkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi itu nggak pernah dikasih ke pasien. Jadi saat itu juga anak pasien datang ke RS Muhammadiyah untuk meminta itu, baru dikasih dan difoto si anak ke mamaknya ini. Di situlah baru tahu bahwa uterus dan ovarium sudah diangkat. Pasien enggak mengerti awalnya apa itu uterus dan ovarium, setelah dijelaskan baru tahu bahwa itu rahim," beber Ojahan.

Pihak kuasa hukum menegaskan akan menempuh jalur hukum jika tidak ada respons memadai dari pihak RS Muhammadiyah Medan dalam waktu 24 jam. Saat ini, kondisi Mimi Maisyarah dilaporkan masih sulit untuk berjalan. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BI Bongkar Bank Kini Lebih Hati-Hati Salurkan Dana Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

BI Bongkar Bank Kini Lebih Hati-Hati Salurkan Dana Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Bank Indonesia mengungkap adanya perubahan sikap industri perbankan yang kini cenderung lebih berhati-hati di tengah dinamika ekonomi global.
DPRD Jabar Dukung Dedi Mulyadi Evaluasi Kerja Sama Hotel Pullman Bandung dan Revitalisasi Gedung Sate-Gasibu

DPRD Jabar Dukung Dedi Mulyadi Evaluasi Kerja Sama Hotel Pullman Bandung dan Revitalisasi Gedung Sate-Gasibu

Komisi I DPRD Jabar dukung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) evaluasi kerja sama dengan Hotel Pullman, Kota Bandung hingga proyek Gedung Sate-Gasibu.
Dugaan Malpraktik di RS Muhammadiyah Medan, Komisi IX DPR: Pelanggaran Hak Pasien, Harus Diusut Pidana

Dugaan Malpraktik di RS Muhammadiyah Medan, Komisi IX DPR: Pelanggaran Hak Pasien, Harus Diusut Pidana

Dugaan malpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan yang disebut-sebut mengangkat rahim pasien tanpa persetujuan memicu sorotan keras DPR RI.
Sisi Lain Jembatan Cangar: Mengenal Lebih Dekat Pesona Alam Ikonik Jawa Timur di Tengah Duka

Sisi Lain Jembatan Cangar: Mengenal Lebih Dekat Pesona Alam Ikonik Jawa Timur di Tengah Duka

Ditemukan jenazah pria diduga akibat bunuh diri di Jembatan Cangar, kini tempat ini kembali memakan korban. Ternyata lokasi ini menyimpan sisi lain yang indah
Meski Berhasil Menang di MotoGP Spanyol Musim Lalu, Alex Marquez Malah Sebut Kemenangan Beruntun di Jerez Tak Realistis

Meski Berhasil Menang di MotoGP Spanyol Musim Lalu, Alex Marquez Malah Sebut Kemenangan Beruntun di Jerez Tak Realistis

Alex Marquez meredam ekspektasi jelang MotoGP Spanyol 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez sepanjang akhir pekan ini.
Ramalan Zodiak Karier 26 April 2026: Leo Bersinar, Pisces Harus Lebih Percaya Diri

Ramalan Zodiak Karier 26 April 2026: Leo Bersinar, Pisces Harus Lebih Percaya Diri

Ramalan Zodiak Karier 26 April 2026: Leo Bersinar, Pisces Harus Lebih Percaya Diri

Trending

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral