Tegas! Dedi Mulyadi Akui Akan Perketat Pengawalan Pembangunan Instalasi PSEL: Saya Tak Ingin Bantargebang Longsor
- youtube dedi mulyadi official
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan tegas mengaku akan mengawal ketat pembangunan instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bogor Raya dan Bekasi.
Diketahui, Instalasi PSEL ini ditargetkan akan mulai dibangun paling lambat pada Juni 2026.
Keinginan pria yang akrab disapa KDM itu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut dilakukan menyusul penandatanganan kerja sama strategis antara Pemda Provinsi Jawa Barat dengan badan usaha pengembang di kantor Kemenko Pangan pada Selasa (21/4/2026) lalu.
"Saat ini sudah ditandatangani untuk Bekasi dan Kota/Kabupaten Bogor. Semoga segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya. Sampah teratasi, listrik dinikmati," kata KDM dalam keterangannya.
Adapun Instalasi PSEL ini diproyeksikan untuk memproses sampah dalam skala besar sekaligus menghasilkan suplai energi listrik sehingga bermanfaat bagi masyarakat.
Proyek PSEL diharapkan menjadi standar baru pengelolaan sampah modern yang tidak hanya menghilangkan residu lingkungan, tapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui ketahanan energi daerah.
Di samping itu, langkah ini sesuai dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto guna menghindari potensi bencana lingkungan akibat penumpukan sampah yang tak terkendali.
Selepas penandatanganan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pengerjaan fisik di lapangan sudah harus dimulai dalam waktu tidak lebih dari tujuh pekan ke depan.
Dia mengingatkan para kepala daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu.
"Saya tidak ingin tragedi longsor Bantargebang kembali terjadi. Gubernur harus mengawal dan memastikan ini dikerjakan dengan baik," tutupnya. (nsi/ree)
Load more