Usai Dedi Mulyadi Lontarkan Kritik, Farhan Langsung Ultimatum Penyapu Jalan di Bandung: 3 Kali Telat Dipecat
- istimewa
Jabar, tvOnenews.com - Usai, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lontarkan kritikan pedas terkait kondisi kebersihan Kota Bandung yang dinilai belum optimal. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan peringatan keras kepada para petugas penyapu jalan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Bahkan, Farhan menegaskan tidak akan main-main dalam menindak petugas yang dinilai malas atau tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, Farhan memastikan akan memberikan sanksi pemberhentian bagi petugas yang kedapatan berulang kali melanggar aturan waktu kerja.
Farhan menyoroti rendahnya kedisiplinan yang selama ini menjadi kendala utama, di mana sampah masih terlihat di jalanan setelah pukul 06.00 WIB.
"Makanya akan diberikan sanksi nanti, tiga kali terlambat kita berhentikan," ucap Farhan saat ditemui di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2026).
Farhan juga menjelaskan, selama ini petugas diminta untuk mulai bekerja pada pukul 04.00 WIB agar seluruh ruas jalan sudah bersih pada pukul 06.00 WIB.
Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan banyak petugas yang terlambat dengan alasan lokasi rumah yang jauh.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar Dedi Mulaydi, menyoroti keberadaan 1.500 petugas penyapu jalan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung yang dianggap tidak berfungsi dengan baik.
Menurut hitungan Dedi Mulyadi, dengan jumlah sebanyak itu, satu orang petugas seharusnya hanya bertanggung jawab atas area seluas 300 meter.
"Saya undang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, problemnya di penyapu (jalan) yang ada 1.500 tapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik," ungkap Dedi Mulyadi.
Dedi bahkan menduga adanya ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kinerja nyata di lapangan.
"Jadi saya lihat yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan aja tapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang gak kelihatan," jelas KDM.
Menyikapi kritikan itu, Wali Kota Bandung Farhan mengakui secara terbuka bahwa sistem pengawasan petugas kebersihan di Kota Bandung memang memiliki celah.
Selama ini, pengawasan dilakukan secara manual sehingga sulit untuk melacak keberadaan petugas secara real-time.
"Setelah kita coba dorong berbagai macam, ketahuan, ternyata memang kontrolnya enggak pakai digital," kata Farhan.
Sebagai solusinya, Pemkot Bandung akan mulai menggunakan aplikasi untuk melacak posisi petugas guna memastikan jumlah personel di data sesuai dengan yang bekerja di lapangan.
"Semua petugas tersebut nantinya akan dilacak menggunakan aplikasi karena selama ini jumlah petugas yang terdata tidak sesuai dengan pekerja yang bertugas di lapangan," tegasnya.
Untuk mempercepat penanganan sampah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut turun tangan dengan menerjunkan tambahan 100 hingga 130 petugas kebersihan untuk membantu menyisir jalan-jalan provinsi yang ada di Kota Bandung.
Kerja sama ini juga melibatkan perangkat kewilayahan mulai dari lurah hingga camat melalui program uji coba "Anu Sasapu Bandung".
"Kemarin kita coba 46 titik, saya masih kurang puas. Besok hari minggu kita akan coba di 181 titik," tutur Farhan.
Dengan adanya evaluasi total dan bantuan tenaga dari tingkat provinsi, Dedi Mulyadi optimis wajah Ibu Kota Jawa Barat ini akan berubah dalam waktu singkat.
"Jadi nanti Insya Allah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih," pungkas KDM. (aag)
Load more