TKI Ilegal ini Tidak Berkutik di Hadapan Gubernur Dedi Mulyadi, KDM: Kenapa Berangkat? itu Haram
- dok.kolase tvOnenews.com/ Dedi Mulyadi Official
Jakarta, tvonenews.com- Seorang wanita pernah jadi tenaga kerja indonesia (TKI) ilegal ke Mesir, ia mendadak viral. Dia pun tidak berkutik saat bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menayangkan sebuah video, yang mana ia menghadirkan TKI ilegal, bernama Hilfa. Ia dibuat terheran-heran, karena nekat bekerja secara ilegal.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi merasa geram dengan wanita tersebut. Sebab dinilai tidak bisa bertanggung jawab atas permasalahan pribadinya.
Hilfa diketahui pulang dari Mesir sebagai TKI ilegal untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Tindakannya tentu menuai kritikan, termasuk dari Gubernur Jabar itu.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
"Kenapa berangkat?, nggak bisa nggak ada jawabannya (Hilfa sempat tidak menjawab). Jadi orang yang berangkat ketika ada masalah harus dipertanggungjawabkan sendiri," kata KDM tegas, dikutip dari Youtubenya, Senin (27/4).
"karena memang aku sudah mau pulang si pak," jawab Hilfa yang buat Gubernur makin bertanya.
Dalam penjelasannya, Hilfa menyebutkan kalau bekerja di Mesir sebagai TKI sangat tidak nyaman. Dia dituntut harus bekerja non-stop.
Dia mengaku sudah menjadi tenaga kerja ilegal di Mesir untuk merubah nasib. Gajinya ternyata sama saja dengan UMR Jawa Barat sekitra Rp4.800.000.
Dengan jelas, Dedi Mulyadi 'Bapa aing' itu mempertanyakan kembali, kenapa mau kerja secara ilegal ke Mesir. Setelah tahu gajinya ternyata tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.
- dok.kolase tvOnenews.com/ Dedi Mulyadi Official
Pasalnya tindakan Hilfa sama saja tidak menghargai pemerintah kota Jawa Barat, dan peraturan yang ada. Wanita itu seakan menyesali perbuatannya karena setelah tahu gajinya tidak sesuai.
"iya kan berangkatnya ilegal ya, kalau berangkat ilegal berarti berangkatnya haram. Kenapa ketika susah kok minta bantuan sini (saya)? kan berangkatnya ilegal harusnya dicuekin sama kita, berangkat ilegal artinya sudah mengabaikan negara," ketus KDM.
Load more