Update Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi: 85 Orang Selamat dan Tujuh Meninggal Dunia
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Personil Basarnas bersama Tim Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terus melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasarturi dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan, tercatat sebanyak 92 orang telah dievakuasi hingga pukul 07.30 WIB. Adapun sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia.
“Jumlaj korban tercatat sebanyak 92 orang, dengan rincian 85 korban selamat dalam perawatan di rumah sakit serta ada juga yang langsung dibawa pulang karena hanya mengalami luka ringan, dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Desiana, kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Kemudian Desiana menerangkan, seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, antara lain RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon, RS Primaya Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Cikarang, serta RS Polri Kramat Jati.
Sementara itu personsl Basarnas bersama Tim SAR juga telah melakukan evakuasi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan.
“Pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi dan langsung dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya pada pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi,” jelasnya.
Selanjutnya pada pukul 05.49 WIB petugas menyelamatkan korban Ata (30), dan pada pukul 05.59 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yang kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit.
“Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26), kemudian pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta. Memasuki pukul 07.25 WIB, satu korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Sementara itu, Desiana menegaskan bahwa operasi SAR masih terus difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian kereta.
“Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan ekstrikasi mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah. Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin,” ungkap Desiana. (Ars/ree)
Load more