Kepala MTs Islam Wangunrejo Pati Bantah Dua Jari Siswa Putus Akibat Bullying
- pexels
Solo, tvOnenews.com - Pihak sekolah buka suara soal dugaan perundungan (bullying) siswa MTs yang menyebabkan dua jari kirinya putus.
Kepala MTs Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Syafi’i, membantah keras soal dugaan perundungan tersebut.
Syafi'i mengatakan penyebab dua jari tangan kiri seorang siswa putus bukan karena bullying, melainkan kecelakaan saat bermain bersama teman-temannya.
Ia menuturkan kronologi kecelakaan yang menyebabkan dua jari siswa putus tersebut.
Menurtunya peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, ba'da shalat zuhur. Saat itu sejumlah siswa bermain di sekitar area toilet dan tempat wudhu.
“Murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,” ujar Syafi’i.
Ia mengatakan, korban bersama teman-temannya bermain dengan cara naik ke pagar yang berada di dekat tempat wudhu.
Nahas, tangan korban terjepit hingga mengakibatkan dua jari tangan kirinya putus.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Habis shalat dhuhur anak-anak sebelum masuk ke kelas, terus ada anak-anak main. Terus terjadilah itu. Ada yang main naik pagar tangannya terjepit itu,” jelasnya.
Pengakuan Korban
Bullying yang diduga dialami korban berinisial AF (13) ini viral di media sosial. Terlihat dari video yang memperlihatkan kondisi korban saat dirawat.
Dalam video itu, korban mengaku dikejar tiga kakak kelasnya hingga nekat memanjat pagar sekolah.
Namun, saat berusaha menyelamatkan diri, tangannya terjepit pagar hingga mengalami luka berat hingga putus. Peristiwa itu terjadi pada Senin 27 Juli 2026 lalu.
Kini korban mendapat pendampingan hukum dan psikologis dari Astuti Foundation setelah kakak korban melaporkan kejadian ini.
"Ada dugaan bullying karena sampai jari tangannya korban itu putus karena kejepit di pagar," kata pendamping korban Padina Mahardikasari kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (1/8/2026).
Korban sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sejak kejadian.
Namun yang mengejutkan, Padina mengatakan bagian jari korban yang putus sempat dikuburkan di lingkungan sekolah.
Load more