Nur Ainia, Karyawati Kompas TV, Dikonfirmasi Meninggal dalam Tragedi KRL Bekasi Timur
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kecelakaan tragis antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menelan korban jiwa. Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan karyawati Kompas TV bernama Nur Ainia Eka Rahmadhynna.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920. Tabrakan melibatkan KRL jurusan Cikarang dengan nomor perjalanan PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Kabar meninggalnya Nur Ainia dikonfirmasi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI). Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, membenarkan adanya korban dari kalangan pekerja media dalam insiden tersebut.
Karyawan Kompas TV Jadi Salah Satu Korban
Nur Ainia diketahui bekerja sebagai news production support di Kompas TV. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan kerja di industri media.
Wakil Pimpinan Redaksi Kompas TV, Martian Damanik, turut mengonfirmasi kabar duka tersebut. Ia memastikan bahwa Nur Ainia menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta tersebut.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi.
Identifikasi Korban Dilakukan di RS Polri
Rumah Sakit Polri Kramat Jati menerima sejumlah jenazah korban sejak dini hari. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh menggunakan data primer dan sekunder.
Kepala Rumah Sakit Polri melalui Karo Dokpol Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan bahwa salah satu jenazah berhasil diidentifikasi sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhynna, berusia 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi.
Identifikasi dilakukan melalui sidik jari serta pencocokan properti pribadi yang ditemukan pada korban. Hingga saat ini, total 10 jenazah telah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Korban Tewas Capai 14 Orang
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut mencapai 14 orang hingga Selasa pagi, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB.
Selain korban meninggal, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Berikut daftar rumah sakit yang menangani korban luka:
-
RSUD Bekasi
-
RS Bella Bekasi
-
RS Primaya
-
RS Mitra Plumbon Cibitung
-
RS Bakti Kartini
-
RS Siloam Bekasi Timur
-
RS Hermina
-
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
-
RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.
Seluruh Korban Evakuasi Berjenis Kelamin Perempuan
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait korban.
Ia menyebut bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi dalam peristiwa ini adalah perempuan. Selain itu, tidak ditemukan korban anak-anak dalam kecelakaan tersebut.
“Seratus persen yang kami evakuasi adalah perempuan,” ujar Mohammad Syafii saat berada di lokasi kejadian.
Operasi SAR Dinyatakan Selesai
Basarnas memastikan bahwa seluruh proses evakuasi korban telah rampung. Operasi SAR dinyatakan selesai pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Seluruh tim penyelamat yang terlibat dalam proses evakuasi telah dikembalikan ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
“Operasi SAR telah kami laksanakan sesuai rencana, dan seluruh tim telah kembali ke homebase masing-masing,” kata Mohammad Syafii.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden transportasi kereta api paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk dunia jurnalistik Indonesia atas kepergian salah satu insan medianya.
Load more