News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Kabar Dapur MBG Bermasalah Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari, Ini Penjelasan Kepala BGN

Dalam hal ini, kesalahan dinilai bersifat operasional dan masih dapat diperbaiki tanpa indikasi pelanggaran sistemik.
Rabu, 29 April 2026 - 11:40 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Eko Hadi

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan informasi yang beredar terkait status suspend pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dan kaitannya dengan pemberian insentif. 

Dia mengatakan bahwa tidak semua SPPG yang di-suspend otomatis kehilangan insentif, melainkan ditentukan berdasarkan penyebab dan tingkat pelanggaran yang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus Kejadian Luar Biasa (KLB), pemberian insentif sangat bergantung pada sumber permasalahan. Jika KLB terjadi akibat kelalaian mitra atau yayasan, seperti fasilitas dapur yang tidak layak atau tidak memenuhi standar, maka SPPG tersebut tidak berhak mendapatkan insentif. 

Hal serupa berlaku jika insiden keamanan pangan dipicu oleh bahan baku yang tidak segar atau kesalahan dari mitra sebagai penyedia bahan baku. 

"Termasuk jika ada praktik tidak sehat seperti monopoli supplier atau permainan harga, itu jelas tidak dapat insentif," ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 April 2026.

Dia menambahkan, jika KLB terjadi akibat kesalahan teknis di tingkat pelaksana dapur, misalnya tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) seperti proses memasak yang terlalu cepat, maka SPPG masih dapat menerima insentif meskipun berstatus suspend. 

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis),  jika KLB terjadi akibat kesalahan teknis di tingkat pelaksana dapur, misalnya tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) seperti proses memasak yang terlalu cepat, maka SPPG masih dapat menerima insentif meskipun berstatus suspend. 

Dalam hal ini, kesalahan dinilai bersifat operasional dan masih dapat diperbaiki tanpa indikasi pelanggaran sistemik.

Dengan demikian, Dadan memastikan, insentif tidak akan dibayarkan apabila SPPG diberhentikan secara permanen atau mengalami penghentian sementara akibat tidak terpenuhinya kondisi standby readiness. 

Contohnya adalah ketika terjadi renovasi besar atau perbaikan mayor yang membuat SPPG tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga merinci kategori suspend yang menjadi dasar penilaian pemberian insentif. Pertama, kategori kejadian menonjol yang bukan disebabkan oleh kelalaian penerima bantuan tetap mendapatkan insentif. Kedua, kejadian menonjol yang disebabkan oleh kelalaian penerima bantuan tidak mendapatkan insentif.

Ketiga, kategori kejadian non-menonjol yang memerlukan perbaikan minor masih mendapatkan insentif. Sedangkan keempat, kejadian non-menonjol yang membutuhkan perbaikan mayor tidak mendapatkan insentif.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lagi-lagi Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan, Kerahkan Supir Angkot agar Jalanan Kota Bandung Bersih dan Bebas Macet

Lagi-lagi Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan, Kerahkan Supir Angkot agar Jalanan Kota Bandung Bersih dan Bebas Macet

Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru membuat jalanan Kota Bandung bersih dan bebas macet dengan merekrut supir angkot. KDM mengajak supir angkot jujuran Lembang
Prabowo Pasang Deadline 2029, Targetkan Indonesia Swasembada Energi dari Sawit hingga Nikel

Prabowo Pasang Deadline 2029, Targetkan Indonesia Swasembada Energi dari Sawit hingga Nikel

Persiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai kunci utama menuju kemandirian energi, termasuk melalui kelapa sawit.
Korban Selamat Kecelakaan Kereta Terpaksa Berhenti Kerja, Dedi Mulyadi Punya Kebijakan Khusus

Korban Selamat Kecelakaan Kereta Terpaksa Berhenti Kerja, Dedi Mulyadi Punya Kebijakan Khusus

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM mengaku telah memiliki kebijakan khusus bagi korban selamat kecelakaan kereta KA Argo Bromo Angger dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Prabowo Bidik 288 Ribu Sekolah Rampung Direvitalisasi pada 2028, Sulap Sekolah Jadi Smart Class

Prabowo Bidik 288 Ribu Sekolah Rampung Direvitalisasi pada 2028, Sulap Sekolah Jadi Smart Class

Dengan total sekitar 288 ribu sekolah di Indonesia, pemerintah menyusun skenario percepatan bertahap agar seluruh target dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan.
Perlahan Mulai Bangkit dengan Ferrari, Pengamat Formula 1 Ini yakin Lewis Hamilton bisa Raih Kemenangan di F1 2026

Perlahan Mulai Bangkit dengan Ferrari, Pengamat Formula 1 Ini yakin Lewis Hamilton bisa Raih Kemenangan di F1 2026

Pengamat Formula 1, Martin Brundle, menilai Lewis Hamilton berpeluang meraih kemenangan bersama Scuderia Ferrari di gelaran F1 2026
Ternyata Taksi Green SM Jauh-jauh Hari Sudah Populer Disebut sebagai Taksi "Anomali" pernah Nyungsep sampai Tabrak Restoran

Ternyata Taksi Green SM Jauh-jauh Hari Sudah Populer Disebut sebagai Taksi "Anomali" pernah Nyungsep sampai Tabrak Restoran

Viral nama taksi online, Green SM di media sosial setelah kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Selengkapnya

Viral