Polisi Bakal Periksa Masinis-Sopir Taksi Buntut Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
- Jafkhairi-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya turut mengusut insiden kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi dengan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Kecelakaan ini diketahui mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sopir taksi online dan masinis kereta api.
“Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” kata Budi, kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Budi mengatakan pihaknya juga tengah mendalami faktor-faktor penyebab kecelakaan dengan berkoordinasi bersama KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“(Terkait faktor-faktor penyebab kecelakaan) sedang dalam penyidikan berkoordinasi dengan KAI dan KNKT,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, PT KAI mengungkap data terbaru korban kecelakaan kereta api tersebut.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menerangkan sebanyak 53 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit dan 38 lainnya telah dipulangkan,” kata Bobby, dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Dalam hal ini, Bobby turut menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian yang menimbulkan duka ini.
“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
“Iya benar (korban meninggal 16 orang). Info kami terima jam 11.00 WIB siang ini di RSUD Kota Bekasi perempuan (inisial) MC 25 tahun,” kata Budi. (ars/nsi)
Load more