News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lugimen Bisa Cuci Darah Dua Kali Sepekan Tanpa Biaya dengan BPJS Kesehatan, Begini Ceritanya

Seorang wanita bernama Lugimen mengungkapkan dirinya sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Ia menceritakan terdaftar menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari suaminya.
Rabu, 29 April 2026 - 18:26 WIB
Lugimen (51) salah satu peserta JKN yang rutin cuci darah menggunakan BPJS Kesehatan sejak Oktober 2025 lalu.
Sumber :
  • BPJS Kesehatan

Jakarta, tvOnenews.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun telah banyak memberikan perlindungan finansial kepada masyarakat Indonesia saat sakit dan perlu berobat.

Melalui Program JKN, peserta tidak hanya mendapatkan akses pengobatan yang layak, tetapi juga harapan untuk terus menjalani hidup dengan lebih tenang terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit kronis seperti gagal ginjal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itulah yang dirasakan oleh Lugimen (51) salah satu peserta JKN yang rutin cuci darah menggunakan BPJS Kesehatan sejak Oktober 2025 lalu. Di ruang hemodialisis Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Lugimen menjalani hari-harinya dengan ritme yang kini tak bisa ia hindari. Dua kali sepekan, ia kembali ke tempat yang sama, menjaga asa agar tetap hidup di tengah keterbatasan kondisi kesehatannya.

Lugimen mengungkapkan dirinya sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Ia menceritakan terdaftar menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari suaminya yang bekerja di perusahaan swasta di Pekanbaru sebelum akhirnya dipindahkan ke Bengkulu.

“BPJS Kesehatan saya ikut suami dari dulu bekerja di perusahaan, sistem pembayarannya iurannya dipotong setiap bulan dari gaji suami,” ungkap Lugimen yang merupakan ibu rumah tangga asal Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Lugimen menceritakan mulai mengalami kondisi kesehatan yang menurun sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, ia sempat bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit. Seiring waktu, kondisi tersebut mengharuskannya menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin. Meski awalnya merasa tidak siap, ia akhirnya menerima kondisi tersebut demi kesehatannya.

“Dulu sempat tidak mau makan, badan lemas, sering masuk rumah sakit. Itu sekitar tahun 2012. Awalnya saya tidak siap, tapi mau tidak mau harus dijalani demi kebaikan,” jelas Lugimen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Lugimen menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat. Sebagai peserta JKN, ia pun mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit, termasuk tenaga medis yang dinilai ramah dan profesional. Meski Lugimen merupakan pasien BPJS Kesehatan tidak ada pembedaan pelayanan yang diterima dengan peserta umum.

“Pelayanannya bagus, perawatnya juga melayani dengan baik. Saya merasa nyaman. BPJS Kesehatan sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas. Kalau tidak ada BPJS, mungkin kami susah berobat. Sekarang jadi lebih mudah dan tidak repot. Harapannya ke depan lebih baik lagi, supaya masyarakat kecil seperti kami bisa terus berobat dengan mudah,” ucap Lugimen.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Lepas 4 Pemain Asing, Ini Daftarnya

Persib Lepas 4 Pemain Asing, Ini Daftarnya

Manajemen Persib Bandung bergerak cepat melakukan cuci gudang dan merampingkan komposisi legiun asingnya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Kali -
Pemain Incaran Gagal Didapatkan, Inter Milan Ubah Rencana Transfer Musim Panas: 5 Bintang Anyar Bakal Diboyong

Pemain Incaran Gagal Didapatkan, Inter Milan Ubah Rencana Transfer Musim Panas: 5 Bintang Anyar Bakal Diboyong

Inter Milan harus menyusun ulang strategi mereka di bursa transfer musim panas usai sjumlah target yang masuk dalam daftar prioritas dipastikan gagal dibeli.
4 ABK WNI Masih Disandera Perampok Somalia, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah untuk Pembebasan

4 ABK WNI Masih Disandera Perampok Somalia, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah untuk Pembebasan

Empat anak buah kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) masih disandera perampok Somalia sejak April 2026.
Alasan Pelatih Norwegia Tak Mainkan Haaland dan Odegaard Kontra Prancis

Alasan Pelatih Norwegia Tak Mainkan Haaland dan Odegaard Kontra Prancis

Keputusan berani sekaligus kontroversial diambil oleh pelatih Timnas Norwegia Stale Solbakken dalam laga pamungkas babak penyisihan Grup I Piala Dunia 2026, ...
Silsilah Kelam Keluarga Taufik Hidayat: Adik OD, Ibu Stres hingga Wafat, hingga Kakak Tukang Mabuk

Silsilah Kelam Keluarga Taufik Hidayat: Adik OD, Ibu Stres hingga Wafat, hingga Kakak Tukang Mabuk

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan brutal yang menimpa perempuan berinisial YTR (29) oleh tersangka Taufik Hidayat (30) terus menguliti fakta-fakta men-..
Link Live Streaming Princess Cup 2026: Semifinal! Timnas Voli Indonesia U-18 Tantang Vietnam yang Sempurna di Fase Grup

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Semifinal! Timnas Voli Indonesia U-18 Tantang Vietnam yang Sempurna di Fase Grup

Link Live Streaming Princess Cup 2026 yang kini memasuki babak semifinal di mana Timnas Voli Indonesia U-18 akan melakoni laga kontra Vietnam.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Selengkapnya

Viral