News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Jumhur Hidayat, Bela Rakyat Sampai Dipenjara Hingga Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Jumhur Hidayat kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Sontak sebagian publik menyoroti hingga membahas soal background Jumhur Hidayat, yang dahulu
Rabu, 29 April 2026 - 21:40 WIB
Resmi, Bos Buruh Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkuhan Hidup, Singgung Menyelesaikan Persoalan Sampah
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Jumhur Hidayat kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Sontak, sebagian publik menyoroti hingga membahas soal background Jumhur Hidayat, yang dahulunya sebagai Bos Buruh.

Bahkan, baru-baru ini, mencuat kabar bahwa sebelum jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat diberitakan pernah mendekam di penjara. Kabar itu langsung menuai sorotan hingga menuai komentar warganet di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, saat pidato perdana sebagai menteri di Kantor Kementerian LH, Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026), Jumhur menceritakan pengalaman hidupnya.

Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa pengalaman pertamanya masuk penjara terjadi saat dirinya masih menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada era Orde Baru. Kala itu, ia terlibat dalam aksi membela masyarakat yang terkena dampak penggusuran lahan.

"Saya background-nya dua kali dipenjara. Tingkat tiga mau ke tingkat empat saya dipenjara di ITB dulu gara-gara saya memperjuangkan penggusuran tanah-tanah rakyat," kata Jumhur Hidayat.

Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa pada masa itu, isu penggusuran dan konflik lahan antara masyarakat melawan konglomerat sudah mulai marak terjadi, seperti yang terjadi di Badega, Pulau Panggung, dan Cimacan.

"Jadi judulnya zaman dulu itu ada Badega, Pulau Panggung, Cimacan itu kan ada penggusuran ya. Sudah ada kata-kata konglomerat, baru muncul lah pada waktu itu," jelas Jumhur Hidayat.

Akibat aksinya membela kepentingan rakyat setempat, Jumhur harus menjalani masa hukuman selama tiga tahun.

Selepas dari penjara, Jumhur sempat bergabung dengan lingkungan B.J. Habibie dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selama tujuh tahun di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, aktivitas kritisnya tidak padam begitu saja. Jumhur kembali berurusan dengan hukum saat terlibat dalam gerakan menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang dinilainya berdampak buruk pada lingkungan hidup dan masyarakat adat tahun 2021 di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat itu, Jumhur dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan. 

"Setelah itu nakal-nakal sedikit sama teman-teman itu yang di depan dulu itu, memperjuangkan perlawanan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja, yang ternyata juga urusan lingkungan ada di situ, ya kan? Masyarakat adat boleh dipenjara kalau ngelawan pembangunan, ada tuh," kata Jumhur Hidayat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jakarta Bhayangkara Presisi Dikabarkan Rekrut Pemain Asing Asal Slovenia untuk AVC Champions League 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi Dikabarkan Rekrut Pemain Asing Asal Slovenia untuk AVC Champions League 2026

Jakarta Bhayangkara Presisi dikabarkan akan merekrut pemain asing berposisi outside hitter asal Slovenia untuk tampil di AVC Champions League 2026.
Nama Baru di Daftar Calon Striker AC Milan: Mesin Gol Portugal yang Terpinggirkan di PSG Masuk Radar Rossoneri

Nama Baru di Daftar Calon Striker AC Milan: Mesin Gol Portugal yang Terpinggirkan di PSG Masuk Radar Rossoneri

AC Milan terus menambah daftar buruan striker anyar menjelang bursa transfer musim panas. Kali ini, nama penyerang Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos, mencuat.
Persib Bandung Tergusur! Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen Super League 2025-2026, Bojan Hodak: Keberuntungan Borneo FC?

Persib Bandung Tergusur! Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen Super League 2025-2026, Bojan Hodak: Keberuntungan Borneo FC?

Persib Bandung yang sebelumnya kokoh di puncak, kini harus rela turun posisi setelah Borneo FC Samarinda mencuri kemenangan krusial. Bojan Hodak berbicara bahwa situasinya 
Pengakuan Nofiandi, Masinis Argo Bromo Anggrek: Sinyal Harus Hijau-Kuning-Merah, Tidak Bisa Langsung Merah

Pengakuan Nofiandi, Masinis Argo Bromo Anggrek: Sinyal Harus Hijau-Kuning-Merah, Tidak Bisa Langsung Merah

Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line ini kini tengah dalam proses investigasi intensif. Di tengah suasana duka, ... -
Sempat Menunggu di Stasiun, Adik Nur Ainia Ungkap Detik-detik Keluarga Tahu Kabar Duka KRL

Sempat Menunggu di Stasiun, Adik Nur Ainia Ungkap Detik-detik Keluarga Tahu Kabar Duka KRL

Sempat menunggu di stasiun, adik Nur Ainia karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur ungkap kronologi keluarganya tahu kabar duka.
Kadin Dorong Pengusaha Lokal Genjot Produksi Telur untuk MBG, Bisa Butuh 480 Juta Butir per Bulan

Kadin Dorong Pengusaha Lokal Genjot Produksi Telur untuk MBG, Bisa Butuh 480 Juta Butir per Bulan

Permintaan telur diproyeksikan terus meningkat seiring target penerima manfaat MBG yang akan mencapai 92,78 juta orang pada 2029. Sehingga, Kadin menilai pengusaha lokal perlu terus meningkatkan produksi.

Trending

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Pernyataan itu disampaikan Brian merespons isu penutupan sejumlah program studi yang dinilai tak sejalan dengan perkembangan industri.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Pertemuan Gianni Infantino dan Erick Thohir di tengah isu playoff darurat Piala Dunia 2026 memunculkan sinyal baru, FIFA bahas masa depan Timnas Indonesia.
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Selengkapnya

Viral