Tokoh Sentral KKB Papua Ditembak Mati, Pangkogabwilhan III: Mereka Melakukan Serangan Mendadak ke Prajurit TNI
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto membenarkan soal adanya tindakan tegas dengan menembak mati tokoh sentral Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM, Jeki Murib.
Letjen Lucky mengungkapkan, hal ini dilakukan lantaran yang bersangkutan melakukan penyerangan terhadap prajurit TNI secara tiba-tiba.
“Benar, Jeki Murib terpaksa kita lumpuhkan setelah yang bersangkutan dan kelompoknya melakukan serangan mendadak terhadap prajurit TNI,” kata Lucky, dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Adapun penyerangan yang dilakukan oleh Jeki ini terjadi saat pasukan TNI tengah melaksanakan patroli rutin di sekitar Desa Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kemudian, KKB/TPNPB-OPM melancarkan serangan dengan senjata api secara membabi buta.
Atas peristiwa ini, tersebut, satu prajurit TNI mengalami luka. Selanjutnya, prajurit TNI langsung mengambil langkah tegas dan terukur berdasarkan Rules of Engagement (ROE), dengan tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia, serta norma kemanusiaan.
“Tindakan yang dilakukan prajurit merupakan bentuk profesionalisme TNI dalam menjaga keselamatan rakyat dan personel di lapangan,” jelas Lucky.
Sementara itu, Lucky menekankan bahwa langkah tegas tersebut dilandasi prinsip salus populi suprema lex esto—dimana keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Prajurit juga dihadapkan pada tantangan berat, karena Jeki Murib dan kelompoknya kerap memanfaatkan warga sipil seperti anak-anak, perempuan, dan lansia sebagai tameng hidup, saat berhadapan dengan TNI.
“Dengan penuh kehati-hatian dan rasa tanggung jawab besar, prajurit kita tetap mampu bertindak tepat sasaran. Jeki Murib berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan, meski situasi saat itu sangat terjepit,” tutur Lucky.
Sementara itu, Lucky menerangkan, dari hasil pemantauan di lokasi, Jeki Murib empat diseret oleh anggota kelompoknya menjauh dari titik persembunyian pasca diberikan tindakan tegas. Terlebih, anggota KKB lainnya turut melarikan diri ke dalam hutan.
Berdasakan informasi, jasad Jeki Murib kemudian dibakar oleh kelompoknya. Kabar tewasnya Jeki Murib juga beredar melalui jaringan simpatisan KKB/TPNPB-OPM di berbagai platform media sosial.
Lebih lanjut, Lucky menerangkan, diketahui bahwa yang bersangkutan diduga kuat sebagai otak di balik serangkaian aksi kekerasan, termasuk pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Simpson Mulia, di area Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.
Selain kasus pembunuhan karyawan PT Freeport Indonesia, Jeki Murib dan kelompoknya diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror lainnya, seperti pembunuhan pekerja pembangunan puskesmas di Desa Eromaga, penembakan di Bandara Amingaru, pembakaran gereja di Desa Pinapa, pembakaran sekolah di Desa Pinggil, serta perusakan dua unit rumah bupati dan kantor pemerintah Kabupaten Puncak pada pertengahan 2025.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan bersenjata. Negara hadir untuk memastikan keamanan, kedamaian, dan keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua," jelas Lucky.
"Langkah tegas ini diharapkan membawa harapan baru bagi masyarakat Papua untuk hidup lebih aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," sambungnya.(ars/raa)
Load more