Hari Ini, Polisi Periksa Masinis hingga Petugas Stasiun Terkait Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Polda Metro Jaya terus mengusut tuntas kasus kecelakaan maut antara kereta rel listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Hari ini, Kamis, 30 April 2026, polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan itu meliputi masinis, petugas stasiun hingga kepolisian khusus kereta api (polsuska). Agenda pemeriksaan dilakukan di Kantor PT KAI, Cikini, Jakarta Pusat.
"(Pemeriksaan) Dijadwalkan jam 10 pagi jika tidak ada perubahan," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
Selain itu, penyidik juga telah lebih dulu memeriksa sejumlah saksi lain. Salah satunya sopir taksi online Green SM berinisial RRP yang dimintai keterangan sejak Selasa, 28 April 2026 di Polres Metro Bekasi Kota.
Dalam proses penyelidikan, polisi kini fokus mendalami penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan belasan orang tersebut. Dugaan kelalaian manusia hingga kemungkinan gangguan sistem menjadi perhatian utama.
Sebelumnya diberitakan, pengusutan kecelakaan maut Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus berlanjut.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kini mengandalkan teknologi canggih untuk membongkar kronologi insiden yang menewaskan 16 orang tersebut.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Korlantas Polri menggunakan metode Traffic Accidents Analysis (TAA) guna mendapatkan data yang akurat terkait rangkaian peristiwa. Polisi mengungkapkan bahwa insiden berawal dari kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
”Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera,” kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe, Rabu, 29 April 2026.
Foe Peace Simbolon/VIVA
Load more