Gebrakan Gus Ipul dan Gubernur Sherly Tjoanda: Sepakat Bangun Layanan untuk Kelompok Rentan-Sekolah Rakyat
- Instagram/@s_tjo
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda membuat gebrakan baru. Hal ini dari hasil kesepakatan antara Kemensos dan Pemerintah Provinsi (Malut).
Gus Ipul dan Sherly Tjoanda sepakat membangun sejumlah layanan terpadu. Keputusan ini menyasar pada kelompok rentan, Sekolah Rakyat hingga dukungan logistik untuk kebencanaan.
Kesepakatan Gus Ipul dan Sherly Tjoanda untuk membangun ketiga aspek yang akan dijalankan di Malut dari hasil pertemuan di Kantor Kemensos, Rabu (29/4/2026).
Gus Ipul mengatakan, deklarasi dilakukan Kemensos dan Pemprov Malut diharapkan berjalan dengan baik. Pasalnya, ketiga aspek ini sangat dibutuhkan di Provinsi Maluku Utara.
"Deklarasinya adalah layanan terpadu untuk Sekolah Rakyat, kelompok rentan dan (buffer stock) logistik. Kita buat yang terbaik," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Fungsi Layanan Terpadu dari Kesepakatan Gus Ipul & Sherly Tjoanda
- Instagram/@s_tjo
Gus Ipul mengungkap sejumlah bentuk layanan terpadu dari hasil pertemuan tersebut. Pertama, hal ini mencakup pada rumah singgah.
Ia menjelaskan rumah singgah sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin. Mereka saat ini terus membutuhkan tempat tinggal sementara.
Masyarakat miskin yang menjadi sasaran utama bagi mereka yang menjalani pengobatan. Sebab, masih banyak tempat tinggal masyarakat Malut jauh dari rumah sakit.
Dengan adanya rumah singgah, kata Gus Ipul, setidaknya memudahkan jarak untuk masa pemulihan karena berdekatan dengan rumah sakit.
Lebih lanjut, layanan kedua mencakup pada Sekolah Rakyat. Kemensos dan Pemprov Malut menyepakati pembangunan program ini di Maluku Utara.
Layanan ini selaras dengan fokus utama dari Sherly Tjoanda. Gubernur Malut tersebut terus melakukan pembangunan sarana pendidikan di wilayahnya.
Melalui Sekolah Rakyat, pendidikan di Malut diharapkan akan semakin berkualitas. Pemerintah menginginkan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapat layanan pendidikan dengan baik.
Selain itu, Kemensos dan Pemprov Malut menyepakati dukungan kelengkapan gudang logistik. Tujuannya sebagai buffer stock bantuan darurat.
Dukungan ini menjadi bentuk bagian dari kesiapsiagaan bencana. Hal ini mengingat Provinsi Malut sebagai salah satu wilayah yang rawan bencanaa karena dipengaruhi pada posisi geografisnya di pertemuan lempeng tektonik aktif dan jalur Ring of Fire.
Di kesempatan itu, Gus Ipul memberikan apresiasi untuk Pemprov Malut. Dukungan dari pemerintah setempat dapat mempercepat pelaksanaan program layanan tersebut.
"Terima kasih Ibu Gubernur, berbagai program dan kesediaannya untuk menyerahkan lahan bagi pelayanan kepada kelompok rentan dan juga untuk Sekolah Rakyat," puji Gus Ipul.
Mensos juga berterima kasih kepada Sherly Tjoanda dan jajaran. Kunjungan Gubernur Malut tersebut membantu Kemensos mendapat informasi secara lengkap mengenai kondisi di Maluku Utara.
"Ini tentu akan menjadi modal kami untuk melakukan intervensi yang terukur, terstruktur sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," ucapnya.
Ia menginginkan Malut sebagai provinsi yang mampu mengentaskan kemiskinan secara signifikan. Selain itu, Pemprov Malut juga diharapkan dapat mencerdaskan anak-anak bangsa terutama dari Maluku Utara.
Apakah Ada Hasil Kesepakatan Lain dari Kemensos dan Pemprov Malut?
Kemensos dan Pemprov Malut tidak hanya berfokus pada pembangunan layanan terpadu. Kedua pihak juga ingin memberdayakan Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Salah satu upaya mewujudkan dukungan ini lewat penyelenggaraan hunian untuk 100 warga suku Togutil, terutama bagi yang bersedia keluar dari kawasan hutan.
Pemerintah daerah telah mempersiapkan lahan huniannya. Adapun pembangunan untuk hunian ini tetap menggunakan kearifan lokal.
Selain itu, Kemensos juga mendukung upaya Pemprov Malut lainnya. Mulai dari penanganan konflik sosial, kebencanaan hingga pemulihan ekonomi masyarakat di Malut.
Sementara, Sherly Tjoanda mengatakan dukungan ini disambut baik oleh Pemprov Malut, terutama dari aspek penanganan kebencanaan.
Kata Sherly, pihaknya akan mempersiapkan lahan pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, lahan yang dibutuhkan minimal sekitar 10 hektare.
"Bila perlu 10 hektare juga boleh," ujar Sherly Tjoanda.
Di kesempatan ini, Gubernur Sherly memberikan apresiasinya terhadap peran Kemensos. Bagi dia, kehadiran Kemensos menunjukkan peran pemerintah melakukan perlindungan hingga jaminan sosial untuk masyarakat daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih untuk Pak Mensos, Pak Wamen, Kemensos selalu membantu dan memperhatikan masyarakat Maluku Utara, hadir cepat dan memberikan bantuan yang tepat setiap kali ada konflik sosial, bencana alam, dan melakukan intervensi pemulihan ekonomi," tukas Sherly Tjoanda.
(hap)
Load more