News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Instruksi Terbaru Dedi Mulyadi soal Palang Pintu Kereta Ampera Bekasi Timur usai Telan 16 Nyawa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terang-terangan meluapkan kegeramannya terkait sistem perlintasan kereta api yang dinilai masih sangat tradisional. Hal
Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB
Kolase foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - Palang pintu perlintasan kereta api sebidang Ampera Bekasi Timur
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dedimulyadi71 - ANTARA

tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terang-terangan meluapkan kegeramannya terkait sistem perlintasan kereta api yang dinilai masih sangat tradisional.

Hal ini merupakan buntut dari tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi menyoroti fakta miris di lapangan di mana banyak palang pintu kereta api masih dikelola secara manual.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Bahkan, ia menyentil fenomena perlintasan yang justru dijaga oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) atau warga sekitar. Kondisi ini dinilainya sangat rawan terhadap celah kesalahan manusia.

Bagi orang nomor satu di Jawa Barat tersebut, modernisasi sistem perlintasan bukan lagi sekadar wacana manis di atas kertas, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan, terutama untuk kawasan padat seperti Bekasi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @Dedimulyadi71 pada Jumat (1/5/2026), Dedi membeberkan estimasi biaya pengadaan sistem digital yang menyentuh angka fantastis, yakni Rp500 juta hingga Rp1 miliar untuk satu titik perlintasan sebidang.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengadaan dan pemasangan palang pintu digital. Biayanya antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Laksanakan, alokasinya tersedia,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada tanpa kompromi.

Perlintasan kereta sebidang JPL 86 di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur diduga masih dijaga oknum ormas.
Perlintasan kereta sebidang JPL 86 di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur diduga masih dijaga oknum ormas.
Sumber :
  • Istimewa

Angka miliaran tersebut dipatok bukan tanpa alasan. Sistem digital ini nantinya akan mengintegrasikan sensor otomatis, sinyal jaringan kereta, hingga sistem peringatan dini yang jauh lebih mutakhir dibandingkan palang manual yang ada saat ini.

Dedi Mulyadi juga melontarkan kritik pedas terkait keterlibatan warga sipil atau ormas dalam menjaga perlintasan.

Menurutnya, fenomena ini adalah tamparan keras bagi pemerintah yang seolah "absen" dalam menjamin keselamatan publik di jalur perlintasan kereta.

“Masih ada pintu perlintasan kereta api yang kemarin terjadi musibah, masih dijaga oleh orang. Apakah itu ormas atau masyarakat setempat, bagi saya itu tidak penting. Yang penting ini bukan kewajiban mereka. Ini kewajibannya aparat,” ujarnya tegas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tragedi memilukan di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat sistem yang usang.

Insiden karambol yang melibatkan KRL relasi Bekasi–Cikarang, sebuah taksi, hingga hantaman KA Argo Bromo Anggrek tersebut telah merenggut sedikitnya 16 nyawa sekaligus dan menimbulkan kekacauan luar biasa pada perjalanan kereta api.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantuan Moda Transportasi, Pertamina EP Dukung Mobilisasi Desa Balongan

Bantuan Moda Transportasi, Pertamina EP Dukung Mobilisasi Desa Balongan

Di tengah aktivitas warga yang terus bergerak dan kebutuhan pelayanan desa yang semakin berkembang, kehadiran sarana operasional menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas dan pengelolaan lingkungan masyarakat.
Sambut Penas 2026, Gobel Persembahkan Tiga Destinasi Wisata Sekaligus

Sambut Penas 2026, Gobel Persembahkan Tiga Destinasi Wisata Sekaligus

Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, mempersembahkan tiga destinasi wisata sekaligus dalam rangka menyambut penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.
Bagaimana Cara Persija agar Masa Lalu Konflik Shin Tae-yong dan Pemain Tak Terjadi di Macan Kemayoran? 

Bagaimana Cara Persija agar Masa Lalu Konflik Shin Tae-yong dan Pemain Tak Terjadi di Macan Kemayoran? 

Sebelum resmi melabuhkan karier kepelatihannya ke ibu kota bersama Persija Jakarta juru taktik kawakan Shin Tae-yong ternyata sempat didera isu miring di negara
Mitra SPPG Tolak Tak Dapat Insentif saat Libur Sekolah, Wakil Kepala BGN: No Service No Pay!

Mitra SPPG Tolak Tak Dapat Insentif saat Libur Sekolah, Wakil Kepala BGN: No Service No Pay!

Arum menjelaskan penghentian insentif juga hanya berlangsung selama libur sekolah. Sesuai putusan Kemendikdasmen libur semester hanya berlangsung selama 18 hari
Program Sertifikasi Halal Gratis Tembus 1 Juta UMK pada 2026

Program Sertifikasi Halal Gratis Tembus 1 Juta UMK pada 2026

Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang dijalankan pemerintah pada 2026 telah menjangkau lebih dari satu juta pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Kronologi Blunder Kiper Korea Selatan Sebabkan Timnya Kalah dari Meksiko di Piala Dunia 2026

Kronologi Blunder Kiper Korea Selatan Sebabkan Timnya Kalah dari Meksiko di Piala Dunia 2026

Timnas Korea Selatan dipaksa gigit jari setelah gagal mengamankan poin pada matchday kedua babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026) pagi WIB.

Trending

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi online masih sulit diberantas di Indonesia meski jutaan situs telah diblokir. Simak penyebab utama, modus terbaru, data terbaru, dan solusi yang dinilai lebih efektif.
Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 
Sosok Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Skandal Korupsi MBG, Ini Jabatan dan Perannya

Sosok Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Skandal Korupsi MBG, Ini Jabatan dan Perannya

Glory resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (01/06/2026).
Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Emil Audero Jadi Rebutan di Serie A? Sang Agen Akhirnya Buka Suara Soal Klub Baru Kiper Timnas Indonesia

Masa depan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi tanda tanya besar menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Sang agen akhirnya buka suara soal klub baru.
Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menyebut adanya peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM) dengan kategori kronis bagi masyarakat.
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos ke 32 Besar, Kanada dan Swiss Bisa Main Mata

Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos ke 32 Besar, Kanada dan Swiss Bisa Main Mata

Klasemen Piala Dunia 2026 pada Jumat (19/6/2026) hadirkan kepastian pertama menuju babak 32 besar. Tuan rumah Meksiko menjadi tim pertama lolos ke fase gugur.
Jay Idzes Dapat Kabar Buruk dari Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya di Sassuolo Alami Cedera Horror Usai Kena Tekel Brutal

Jay Idzes Dapat Kabar Buruk dari Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya di Sassuolo Alami Cedera Horror Usai Kena Tekel Brutal

Kemenangan besar Kanada atas Qatar pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 ternyata harus dibayar mahal. Rekan setim Jay Idzes di Sassuolo alami cedera horror.
Selengkapnya

Viral