Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sidoarjo di Kantor Bale Desa Ternyata Bunuh Diri
- Khumaidi/tvOne
Sidoarjo, tvOnenews.com - Kepolisian mengungkap hasil penyelidikan kasus kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Mujiyono, yang ditemukan tewas di balai desa pada Minggu (3/5/2026).Â
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, rekaman CCTV, hingga autopsi, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
Korban ditemukan mengenakan kaos kuning dengan jeratan selang di leher. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Â
Selang yang digunakan memiliki panjang lilitan sekitar 80 cm, dengan lingkar jeratan di leher sekitar 49 cm.
- Khumaidi/tvOne
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma menegaskan, bahwa seluruh proses penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh.Â
"Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta mengamankan barang bukti. Dari hasil visum dan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.
Siko mengatakan, dari hasil rekaman CCTV menunjukkan korban datang ke balai desa pukul 10.52 WIB, lalu masuk kamar mandi.Â
Sekitar pukul 11.06 WIB, korban terlihat mengambil dan memotong selang sebelum kembali masuk ke kamar mandi.
"Korban sempat keluar menuju ruang kepala desa sekitar pukul 12.54 WIB, dan ditemukan meninggal dunia pada pukul 16.22 WIB," terangnya.
AKP Siko menambahkan, seluruh temuan yang diperoleh penyidik, termasuk rekaman CCTV dan hasil pemeriksaan digital, menguatkan dugaan bunuh diri.Â
"Kami juga menemukan riwayat pencarian di ponsel korban terkait cara mengakhiri hidup. Selain itu, tidak ada tanda kekerasan, sehingga kesimpulan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri," jelasnya.
Keterangan anak korban menyebut korban masih sempat berkomunikasi melalui pesan singkat sekitar pukul 13.00 WIB.Â
Polisi juga menemukan adanya dugaan motif berupa masalah utang, yakni sekitar Rp270 juta terkait jual beli tanah serta utang lain sekitar Rp100 juta.
Load more