News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Dikalahkan Pramono Anung dalam Survei Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) dikalahkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dalam survei Gubernur berkinerja
Senin, 4 Mei 2026 - 17:31 WIB
Dedi Mulyadi Dikalahkan Pramono Anung dalam Survei Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) dikalahkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dalam survei Gubernur berkinerja terbaik di Indonesia versi anak muda.

Pramono berada di peringkat kedua, dan Dedi Mulyadi di peringkat ketiga. Gubernur yang paling banyak dinilai berkinerja terbaik yakni Sherly Tjoanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei tersebut dilakukan oleh Muda Bicara ID, platform berbasis kelompok muda dalam isu politik, sosial, kebijakan dan demokrasi, pada periode 1-30 Maret 2026.

Sherly dipilih 18,50 persen responden, Pramono dipilih 17,30 persen responden dan Dedi Mulyadi dipilih 17,10 responden.

Sementara di peringkat ke-4 adalah Gubernur Yogyakarta Sri Sultan HB X dengan dipilih 15 persen responden, dan ke-5 Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dipilih 7,20 persen responden.

Dilansir dari berbagai sumber, Pimred Muda Bicara ID, M. Iqbal Khatami jelaskan, dari responden yang memilih gubernur pilihannya, diambil sampel secara acak untuk ditanyakan alasannya.

Sherly Tjoanda dinilai membawa pendekatan pembangunan yang inklusif dan merakyat, serta cukup aktif di media sosial.

Sementara, responden memilih Pramono Anung karena kebijakannya selalu mendapat sorotan, karena memimpin Ibu Kota, terutama terkait transportasi dan tata kota.

Untuk Dedi Mulyadi, responden memilihnya karena dinilai memiliki gaya komunikasi yang autentik dan dekat dengan masyarakat.

"itu yang kita tanyakan ke beberapa responden yang kita sampling untuk ditelepon."

"Jadi dari 800 (responden) itu kita hanya nelepon 15 orang kalau gak salah, untuk kita tanyakan mengapa mereka memilih itu," ungkap Iqbal pada Senin (4/5/2026).

Dalam hal ini, ia menjelaskan, survei kinerja kepala daerah ini dilakukan secara universal, tidak parsial per wilayah.

Maka, responden di suatu daerah bisa memilih Gubernur daerah lain, yang dinilainya memiliki kinerja terbaik.

Secara teknis, responden ditampilkan seluruh nama Gubernur di Indonesia, lalu mereka diminta memilih gubernur dengan kinerja terbaik, dan boleh beberapa nama dari daerah mana saja.

"Mana yang menurut anak muda itu memiliki kinerja yang baik lah di tingkat daerah. Nanti mereka memilih beberapa nama dan hasilnya yang tercantum itu.

Survei ini sendiri menggunakan 800 responden dengan kriteria berusia 17-40 tahun, dari seluruh Indonesia, yang persebarannya disesuaikan dengan struktur demografi asli Indonesia.

"Kita batasi di usia 17 sampai 40 tahun. Kita ambil data populasinya itu dari BPS sebenarnya. Kalau respondennya sendiri kita memang pakai stratified random sampling. Jadi memang kita sudah punya data base, data anak muda dari berbagai latar belakang. Kalau di survei ini kita pisahkan dari jenis kelamin, kemudian dari segi usia, selain itu juga dari persebaran provinsi, kita ngambil proporsi nasional, jadi memang lebih banyak di Jawa, 52 persen di Jawa, sisanya tersebar se-Indonesia. Termasuk juga latar belakang profesi juga kita proporsionalkan, dan pendidikan terakhir kita proporsioanalkan," papar Iqbal.

Populasi: Sejalan dengan data populasi nasional, responden asal Pulau Jawa mendominasi dengan 52,6 persen. Proporsi wilayah lain juga mengikuti distribusi penduduk riil, di mana Sumatera menjadi kontributor terbesar kedua (19,6 persen), diikuti oleh Maluku-Papua (10,3 persen), Sulawesi (7,1 persen), Kalimantan (6,3 persen), dan Bali-Nusra (4,1 persen).

Dominasi Pekerja Swasta dan  Freelancer: Sektor Pekerja Swasta (35,0 persen) adalah profesi utama, diikuti oleh Freelancer (14,1 persen). Tingginya angka pekerja lepas ini relevan dengan tren gig economy

Tingkat Pendidikan: Mayoritas responden adalah lulusan SMA/Sederajat (48,5 persen) dan Strata 1 (42,2 persen). Dengan total 90,7 persen lulusan pendidikan menengah dan tinggi, responden memiliki literasi yang memadai untuk menilai kebijakan pemerintah dan mengadopsi teknologi baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi Finansial: Distribusi penghasilan bulanan didominasi oleh kelompok Rp4 juta – Rp7 juta (29,3 persen) dan Rp2 juta – Rp4 juta (27,7 persen). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelas ekonomi menengah yang sensitif terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas harga nasional.

Dari 800 responden yang terpilih, mereka dikirimkan kuesioner melalui aplikasi pesan singkat dan surel untuk selanjutnya diisi dan dikirimkan kembali. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Salah satu langkah utama yang digenjot adalah program peremajaan sistem ratoon tebu, yang kini diperluas ke sentra‑sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan pelaksanaan terbaru di Kabupaten Klaten.
Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

KPK belum berniat melakukan pemanggilan ulang terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan saat ini KPK hanya tengah melakukan analisis terkait alasan Nusron Wahid tak memenuhi dua panggilan pemeriksaannya sebagai saksi.
Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa menanggapi Inara Rusli beri kado untuk anaknya. Ia mempertanyakan maksud pemberian tersebut dan menyinggung soal permintaan maaf.
Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri berpeluang mencatatkan rekor saat debut bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Catatan impresif tersebut bisa ia bukukan saat laga perdana melawan IBK Altos pada Selasa (3/11/2026) pukul 17.00 WIB.
Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Kiper Persija Jakarta, Aqil Savik, tetap optimistis jelang laga kontra PSMS Medan di I.League Cup 2026-2027. Pelatih Shin Tae-yong tidak akan ikut bersama skuad pada laga ini.
Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White akhirnya buka suara mengenai peluang duel Alexander Volkanovski melawan Justin Gaethje setelah sang juara kelas bulu UFC mengungkapkan keinginannya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI memutuskan Persib bersalah dalam pertandingan Super League antara Madura United melawan Persib Bandung karena tak didampingi oleh dokter tim pada 22 Oktober 2026 lalu. 
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Selengkapnya

Viral